Pernahkah Anda mengalami kecemasan yang berlebihan? Sering lupa atau melakukan sesuatu sampai berulang-ulang kali. Ini yang saya rasakan sebulan terakhir.
Sebenarnya, yang saya lakukan masuk dalam kategori positif. Tapi tetap saja, hati kecil saya juga bertanya-tanya, kok bisa ya? đź¤
Sebulan terakhir ini, saya seperti kecanduan bersih-bersih dan melakukan kegiatan rumah tangga. Bangun lebih pagi dari biasanya, cuci piring, menyapun, masak, mencuci clodi, menyetrika, beresin mainan, merapikan perlengkapan make up, menyapu, mengepel lantai, menyapu, dan menyapu (lebih sering). Kalau dilihat sebenarnya bagus juga, rumah jadi terlihat lebih bersih dan rapi. Saya juga tidak merasa keberatan ketika bocah-bocah sibuk berhamburan. Karena ketika mereka pindah lokasi bermain, saya dengan segera menyapu lokasi bermain sebelumnya.
Kegiatan harian saat pagi pun, sudah tersistem di dalam otak saya. Seperti sudah ada agenda-agenda yang sudah saya siapkan. Ini sebenarny mengingatkan saya saat bekerja dulu. Setiap mau tidur malam, saya selalu membuat daftar list agenda dan tulisan yang perlu saya buat. Dari yang prioritas sampai yang remeh-temeh. Karena itu, dulu saya selalu bisa tepat waktu. Kecuali kondisi jalan macet parah. Dan itu jarang terjadi.
Apa jangan-jangan saya mengalami obsesif Complusif Disorder (OCD). Dari beberapa artikel (yang semoga bisa dipertanggung jawabkan), OCD adalah sebuah penyakit mental kecemasan berlebihan sehingga sering kali diliputi dengan rasa lupa, ragu, tidak percaya, dan tindakan-tindakan yang berlebihan. Pada dasarnya semua manusia memiliki OCD dalam perilakunya, namun tingkat keekstrimannya berbeda-beda.
Seseorang yang setiap kali meninggalkan rumah begitu cemasnya apakah sudah mematikan kompor, televisi, keran air dan lainnya tergolong sebagai seorang penderita OCD dalam taraf ringan. Ini tampaknya yang terjadi pada ibu saya. Hahaha
Contoh OCD lainnya adalah ketika seseorang selalu tergila-gila akan kebersihan sehingga cemas saat orang lain bersalaman dengannya. OCD ini menyebabkan seseorang selalu membawa dan memakai hand sanitizer dalam setiap aktivitasnya.
Dalam kasus yang berbahaya, OCD dapat menyebabkan orang merasa cemas bahwa orang lain akan membahayakan seseorang. Misalnya, jika ada orang membawa golok maka penderita OCD akan merasa ada orang yang hendak melakukan kejahatan. Orang dengan kasus OCD berat seperti ini akan sangat panik sehingga melakukan aksi ekstrim seperti tiba-tiba berkelahi dengan setiap orang yang membawa golok.
Ciri umum dari penderita OCD adalah melakukan hal yang berulang-ulang. Semisal cemas setiap kali meninggalkan rumah, mencuci tangan setiap kali bersalaman, ataupun membenturkan kepala setiap kali merasa melakukan kesalahan.
Jika dilihat dari artikel tersebut, tampaknya saya masih dalam batas ringan. Dan karena dampaknya positif, saya rasa tidak masalah kan?
