Game Level 2, Hari 3 : Melatih Kemandirian, Makan di Luar

Hari ini, sungguh menggembirakan buat saya. Tantangn pekan ini yang saya pilih, melatih makan sendiri, tentu tidak hanya sekali di lakukan. Minimal 3 kali. Belum termasuk selingannya.

Semakin sering latihan, maka akan semakin baik kan. Apalagi jika berjalan mulus, ketika adik lahir Cinta bisa lebih mandiri.

Di awal hari, Cinta memilih sarapan sereal dan susu. Tanpa diminta, Cinta langsung membantu saya membuka kemasan sereal dan menunggu saya menuangkan air panas. Begitu selesai, sereal saya bawakan ke meja tempat Cinta biasa beraktivitas. Tanpa ba bi bu, Cinta langsung duduk dan menyuap sendiri serealnya. Yeay 🎉🎉🎉🎉

Begitu selesai, sayapun memberikn apresiasi karena ia berhasil makan sendiri sampai habis.

Saat siang, karena sedang berada di luar, kamipun makan siang di luar. Cinta juga memilih makan sendiri. Meski sesekali di bantu oleh saya atau neneknya. Tapi Cinta lebih banyak makan sendiri.

Menjelang sore hari, ketika saya ada agenda dengan pengurus Komunitas Balikpapan Memggendong, Cintapun kembali berhasil membuat saya kagum. Ia bahkan tidak mau saya suapi. “Cinta mau makan sendiri mi,” ujarnya. Ya ampun! Malah mamahnya yang latah mau nyuapin.

Cinta juga meminta diajar menggunakan pisau makan. Karena memang tidak mudah, saya membantu memotong-motongnya saja. Cinta langsung makan menggunakan tangan. 😂 meski ada garpu, tampaknya lebih nikmat makan pake tangan ya ta? 🤣

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar