Game Level 2, Hari 4 : Melatih Kemandirian – Masih Belum Konsisten

Tampaknya, sarapan pagi dengan sereal belakangan ini jadi favorit Cinta. šŸ¤”

Ia cukup sering meminta sarapan serealZ apalagi kalau ada teman sarapannya. Hmmmm.

Mencontohkan gaya sarapan kakak sepupunyaa, Alhamdulillah Cinta menghabiskan sarapannya sendiri. Yeay. šŸŽ‰šŸŽ‰

Namun, karena hari ini saya ada agenda di luar sejak pagi (dan Cinta tidur terlalu larut -untuk kesekian harinya-) maka saya meminta bantuan suami untuk menjadi “pengawas” kemandirian Cinta. Betapa senangnya saat saya mendapatkan kabar kalau Cinta berhasil menghabiskan sarapannya sendiri.

Hari ini, kebetulan kami ada arisan keluarga. Lokasinya kebetulan sekali di sebelah rumah. Maka, ini jadi tantangan khusus membiarkan Cinta makan sendiri di antara keluarga besar.

Ssssttt, ternyata ada yang gak sabaran. Si nenek, masih belum percaya jika Cinta mampu makan sendiri. Jadiiiiii, cinta kembali disuapi. šŸ˜…šŸ˜…šŸ˜…šŸ˜…

Maka, hari ini keberhasilanpun setengah saja. 😵

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar