Cita-citaku, kepengin jadi dokter
Cita-citaku, kepengin jadi insinyur
Cita-cita yang saya tahu saat kecil, adalah dokter, polisi, insinyur, pengacara, TNI, pilot, dan guru. Sudah! Hanya itu saja. Boleh jadi karena saat kecil, hanya profesi itulah yang selalu disebutkan oleh orangtua dan guru.
Jadilah saat di Sekolah Dasar, cita-cita saya menjadi sorang dokter, kemudian pengacara. Namun oleh salahsatu guru, membuat saya membatalkan keinginan menjadi pengacara. “Jadi pengacara, banyak sekali pertimbangannya. Kamu belum tentu tau, yang dibela benar atau salah. Kalau salah, dibela jadi ikutan dosa deh. Sejak saat itu, cita-cita menjadi pengacara saya hapuskan.
Berada di usia SMP, saya sedang suka-sukanya menggambar baju. Cita-citapun ingin menjadi desainer. Tapi, desain yang saya buat seperti baju-baju sekolah di komik-komik jepang.
Di SMA, cita-cita kembali berubah. Saya ingin menjadi seorang wartawan. Dan di akhir kelas 3, bukan hanya menjadi wartawan, saya juga jngin menjadi ibu rumah tangga.
Konyol pikir saya kala itu. Tapi sekarang, saya justru bangga pernah bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Profesi yang sering tidak dianggap sebagian orang.
Saat ini, saya sangat menikmati peran saya sebagai ibu rumah tangga.