Aliran Rasa Menuju Hutan Kupu-Kupu

Dag-dig-dug rasanya saat mengetahui Hutan Kupu-Kupu akan segera dibuka. Bismillah, Insya Allah saya siap.

Menjalani dua misi di Transcity memberikan pengalaman yang berbeda dari perkuliahan sebelumnya.

Di Matrikulasi dan Bunda Sayang, angkatan saya menjalani perkuliahan melalui wag. Saya memang jadi lebih akrab dengan teman-teman sekelas dari berbagai daerah. Materi dan diskusi dilakukan di Whatsapp grup. Melewatkan diskusi, tentu sedikit melelahkan. Karena harus “memanjat” cukup banyak.

Sedang di Transcity, semua dilakukan di FBG dan diskusi dilakukan secara live. Awalnya saya pikir akan kesulitan online di jam tersebut. Alhamdulillah, ternyata saya berusahan untuk hadir tepat waktu di jam tersebut.

Misi 1 dan 2 pun bisa saya tuntaskan tanpa acara sistem kebut semalam.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar