Selamat ulang tahun ke 125 Balikpapanku. Banyak doa yang dipanjatkan untukmu Balikpapan. Kota yang memberikan banyak cerita indah untuk warganya. Baik pendatang ataupun warga aslinya.
Mungkin sebagai warga Balikpapan aku belum banyak memberikan sumbangsih yang berarti. Tapi, aku bangga menjadi bagian dari Balikpapan. Lahir, tumbuh, belajar dan berkembang di kota Minyak.
Yang tak pernah aku lupa, Balikpapan masih menjaga hutan lindungnya. Terutama di jalan minyak, yang bukan nama sebenarnya. Salah satu jalan yang memberikan memori indah. Salah satu jalanan yang selalu jadi pilihan bapak saat mengajakku keliling kota. Salah satu jalan yang membuatku pernah bermimpi menjadi peneliti di hutan belantara. Meski belum tercapai, mimpi itu masih kujaga setiap aku melewatinya.
Ke Balikpapan, tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi pantainya. Mulai dari yang dikelola pemerintah ataupun pribadi selalu menyuguhkan keindahan, kebersihan dan ramah keluarga. Ya Balikpapanku, selalu identik dengan pantai-pantainya.
Tak hanya itu, masih banyak sudut-sudut Balikpapan tempo dulu yang masih bisa kita temui, terjaga sebagai tempat wisata.
Belum pernah terpikir olehku, untuk pergi dari Balikpapan. Pasti berat, jika suatu hari nanti aku diharuskan pindah dari kota ini.
Buat sebagian pendatang yang aku kenal, Balikpapan selalu jadi kota pilihan jika mereka harus memilih. Bahkan tidak sedikit yang malah merasa Balikpapan adalah “rumah” mereka, berharap mereka dikembalikan lagi ke Balikpapan.
Balikpapan yang buat sebagian warga aslinya biasa saja, tapi nyatanya membuat banyak orang terpikat. Balikpapan yang terus berkembang menjadi kota modern, tapi tak lupa dengan tradisinya. Balikpapan yang warganya selalu menjauhi keributan. Balikpapan yang selalu berusaha menjadi kota yang kondusif dan menjaga lingkungannya.
Balikpapan yang pernah dinobatkan jadi Kota Paling Dicintai di Dunia versi World Wildlife Fund (WWF) pada 2015, dan aku yakin sampai saat ini Balikpapan masih seperti itu untuk warganya.
Balikpapan dulu, kini dan nanti, akan selalu di hati. Balikpapanku, kubangun, kujaga dan kubela. Teruslah berkembang. Balikpapan Gotong Royong, Balikpapan Nyaman.