Menggendong, Memberikan Kenangan yang Indah

Hari ini, beranda facebookku menunjukkan sebuah kenangan manis yang tidak terlupakan. 5 tahun lalu, aku sedang menggendong Cinta menggunakan woven wrap dan mengajaknya berbelanja di sebuah supermarket. Di awal-awal foto, Cinta sangat bahagia. Ia tersenyum senang. Saking nyamannya di dalam gendongan, ia sampai tertidur pulas. Waktu itu ia ku gendong di punggungku.

Pengaman yang menyenangkan dan juga menenangkan. Waktu Cinta bayi, pengalaman menggendongku sangat bervariasi. Cinta sangat anteng berada di gendongan. Mungkin karena saat itu, hanya dia saja. Ia tidak terpengaruh untuk berjalan dan berlari di pusat perbelanjaan. Berbanding terbalik dengan Rangga. Saat sudah lancar berjalan, Rangga selalu menolak saat digendong. Ia lebih memilih mengikuti kakaknya. Ikut mengambil belanjaan, bersembunyi di antara rak barang atau bahkan berlarian di lorong supermarket. Bahkan sampai sekarang, Rangga lebih sering menolak di gendong dengan gendongan. Kalaupun mau, biasanya sudah mengantuk berat. Dan itu sangat jarang sekali terjadi. Apalagi, Rangga tumbuh di saat pandemi mulai menyerang. Kami lebih banyak di rumah. Yang otomatis waktu menggendongpun bisa diprediksi.

Dulu aku dan suami, selalu bergantian menggendong Cinta. Saat Rangga, hmm bisa dihitung jari deh. Apalagi Rangga lebih teguh pendirian hanya mau digendong mama. Sekarang saja, saat perut sudah semakin membesar, ia mau tidak mau digendong papahnya. Tapi lagi-lagi, jarang.

Waktu kami jalan-jalan ke Batu Secret Zoo pun, Rangga berada di dalam gendongan hanya 1 jam. Saat waktunya ia tidur siang. Setelah itu, ia akan kembali menjelajah. 4 hari kami di sana, suami hanya kebagian menggendong Rangga 1 kali. “Ya ampun, kayaknya terakhir gendong pake gendongan gini pas Cinta kecil deh. Waktu Rangga gendongnya cuma sebentar-sebentar dan gak pakai gendongan,” kaya suami.

Gendongan yang kumiliki saat Cinta kecil, sebagian masih ada. Terutama woven wrap yang sizenya masih bervariasi. Ringsling dan SSCpun juga masih ada. Saat Rangga lahir, aku menambah 1 ringsling, 1 Stretchy wrap dan 2 SSC. Bagaimana dengan anak ketiga. Aku berencana menambahkan 1 ringsling. Karena saat new born dan lebih banyak di rumah, ring slinglah yang banyak digunakan. 3 ringsling yang kupunya, hanya 2 yang sering digunakan untuk bayi. Alasannya karena bahan kainnya yang tidak terlalu bulky dan jika dicuci lebih cepat kering dibanding dengan ring sling dari woven wrap.

Gendongan saat ini pun makin banyak variasi dan mereknya. Tapi kita sebagai pengguna, wajib mempelajari dulu gendongan yang kita inginkan. Apalagi saat ini, ada banyak sekali babywearing consultant yang siap membantu kita secara online ataupun offline. Saat Cinta kecil, babywearing consultant ini masih dihitung jari. Berbeda dengan sekarang. Apalagi, para babywearing consultant ini juga aktif berbagi di media sosial. Ilmu ini seharusnya tidak lagi ditolak atau dianggap sebelah mata. Karena, aku nerasakan banyak sekali manfaat dari menggendong.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar