Setiap orang punya love language alias bahasa cinta yang berbeda-beda. Dari beberapa artikel yang kubaca, ada lima macam bahasa cinta. Yaitu kata-kata, waktu berkualitas, menerima hadiah, pysical touch dan sentuhan fisik. Aku sih kayaknya mau semuanya yaa. Jujur deh, semua rasanya ada di aku dengan segala kekurangannya. 🙃
Sejak Cinta berusia 1 tahun, aku mencoba mengenal bahasa cinta semua orang terdekatku. Masing-masing tentu tidak sama. Cinta misalnya dia suka sekali jika diberi hadiah. Kecil sekalipun akan diingat olehnya. Meski begitu ia juga suka dengan waktu yang berkualitas.
Berbeda dengan Rangga, ia sangat suka dengan sentuhan fisik dan kata-kata. Jadi saat ngobrol dengan Rangga, aku harus sambil memgang tangannya, memeluk atau sekadar mengusap kepalanya.
Mungkin saja, saat mereka beranjak besar bahasa cinta mereka akan berubah. Untuk keduanya, aku selalh menerapkan hal yang sama. Yaitu memberi hadiah. Tanpa alasan, aku sering memberi mereka hadiah-hadiah kecil, yang kadang tidak penting.
Menurutku, semua orang pasti suka diberi hadiah. Tapi, jika ditanya mau hadiah apa, aku tidak yakin semua orang bisa tegas memberikan jawaban. Pertama bisa saja tidak ada yang diinginkan. Kedua karena yang diinginkan jumlahnya tidak hanya satu. Dan ketiga bisa saja ada perasaan tidak enak. Seakan seperti meminta ya.
Sayangnya tidak semua orang menyadari itu. Kalau gk minta, ya udah gk usah hadiah. *eh*
Saling memberi hadiah sebenarnya tidak harus ada moment tertentu. Karena sebenarnya hadiah akan memunculkan dan menambah cinta serta kasih sayang.
Jadi, aku merasa tidak ada orang yang tidak suka diberi hadiah.