Review Midnight Sun – Stepheny Meyer

Matahati Tengah Malam

Siapa dulu yang hatinya luluh lantak sama keromantisan Edward Cullen? Coba cek tahun lahirnya đŸ€Ș.

Tenang, aku juga kok. Cuma pas nonton filmnya agak kesel dikit sama Edward yang pucat kulitnya gk rata.

Sudah puas dengan buku seri 1 – 4? Atau masih pengin ada kelanjutan lainnya. Meski bukan kelanjutan buku breaking down, Midnight Sun bisa dijadikan pilihan.

Aku pertama kali melihat fisik bukunya saat seorang teman menjadikannya story di instagram. 1000 halaman! Tebel banget yaaaaa. Beruntung versi ebook bisa dijadikan pilihan đŸ˜«.

Tadinya aku berharap kalau buku ini akan menjadi rangkuman dari seri 1 – 4 versi Edward. Ya kalau bisa dengan tambahan-tambahan cerita masa lalu keluarga Cullen. Sayangnya, aku malah tidak merasa perbedaan mencolok dari jalan cerita. Rasanya sama seperti membaca buku seri pertama.

Yang cukup menonjol ada pada bagian edward mencuri dengar suara-suara hati para manusia. Seru sih. Tapi kan berasa ikutan nguping 😂.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar