Puasa Pekan 1 : Stop Media Sosial dan Chat Tidak Penting

Puasa pekan 1 di tahap kepompong ini saya memutuskan untuk puasa media sosial dan chat-chat tidak pentimg.

Saya sangat menyadari scrolling media sosial adalah sesuatu yang sering mengganggu saya manajemen waktu. Sehingga puasa kali ini saya fokus pada hal tersebut.

Cukup berat bagi saya, karena kadang saya membuka media sosial melalui handphone suami juga 😂.

Saya sengaja tidak melogut atau menghapus media sosial yang saya miliki. 😎 Biar tantangan puasanya makin berasa.

Lanjutkan membaca “Puasa Pekan 1 : Stop Media Sosial dan Chat Tidak Penting”

Tantangan 30 Hari : Hari 8,

Alhamdulillah, dua tantangan hari ini bisa saya lakukan. Jalan pagi memang butuh perhatian khusus.

Jika kemarin-kemarin saya. Fokus pada durasi berjalan. Kali ini saya fokus pada hitungan langkah di jam tangan saya.

Lanjutkan membaca “Tantangan 30 Hari : Hari 8,”

Tantangan 30 Hari : Hari 6, Go ! Go ! Go !

Setelah sekian hari, baru saya sadari ada bahan bermain yang belum saya buat bersama Cinta. Beberapa waktu lalu, IP Balikpapan Raya mengadakan playdate virtual untuk anak-anak. Qadarullah, saat hari H kami ada kegiatan.

Lanjutkan membaca “Tantangan 30 Hari : Hari 6, Go ! Go ! Go !”

Tantangan 30 Hari : Hari 5, Besok Harus Lebih Baik

Di hari kelima, awalnya saya ingin mengajak cinta membuat sedikit prakarya di rumah. Tapi saya baru ingat kemarin malam, kalau hari ini di rumah kami ada acara keluarga.

Bebikinan, tampaknya belum bisa kami lakukan bersama.

Lanjutkan membaca “Tantangan 30 Hari : Hari 5, Besok Harus Lebih Baik”

Tantangan 30 Hari : Hari 4, Crepes Si Jaring Laba-Laba

Ternyata satu hari bikin kelonggaran, bikin semangat menurun di hari ini 🥺.

Cuaca yang mendung-mwndung manja, bikin pengin tarik selimut. Huh!

Lanjutkan membaca “Tantangan 30 Hari : Hari 4, Crepes Si Jaring Laba-Laba”

Tantangan 30 Hari : Hari 3, Istirahat Sejenak

Hari ketiga tantangan bertepatan dengan jadwal libur suami. Yang biasanya menjadi hari “bebas” bagi saya. Bukan bebas tugas, tapi bebas dari jadwal harian yang biasa saya susun.

Begitu juga dengan target berolahraga atau jalan kaki. Maka hati ini, saya meliburkan diri.

Lanjutkan membaca “Tantangan 30 Hari : Hari 3, Istirahat Sejenak”

Tantangan 30 Hari : Hari 2, Jaalan di Dalam Rumah ? Oke

Memasuki hari kedua tantangan 30 hari. Cuaca yang mendung syahdu membuat saya mengurungkan niat mengajak anak-anak keliling kampung seperti kemarin pagi.

Namun, saya tak mau menarik selimut kembali selepas subuh. Saya memilih tetap berjalan meski di dalam rumah.

Lanjutkan membaca “Tantangan 30 Hari : Hari 2, Jaalan di Dalam Rumah ? Oke”

Tantangan 30 Hari : Hari 1, Bersiap dan Mulai !

Sejak senin, saya sudah merasa deg-degan menyambut tahap kepompong. Khawatir lupa setoran jurnal jadi alasan. Apalagi tantangan dan puasa bukan cuma ala-ala saja. Puasanya pun sungguh-sungguh. WAG keluarga dikunci. Saling menyemangati atau mengingatkan saudara satu keluargapun tidak boleh.

Huhuhuu. Kalau dibayangkan, rasanya sepi sekali. Tapi ditahap ini, kami harus menahan diri.

Lanjutkan membaca “Tantangan 30 Hari : Hari 1, Bersiap dan Mulai !”

Buddy, Belahan Jiwaku di Hutan Kupu-Kupu Cekatan

Pekan ke 8 di hutan kupu-kupu cekatan, lgi-lagi membawa kejutan. Kali ini, para ulat diajak untuk menemukan buddynya. Teman seperjalanan yang klik di hati. Tantangan baru lagi nih ya. Karena biasanya kelekatan muncul karena berjalannya waktu. Meski tidak ada larangan memiliki buddy di satu grup, regional atau yang sebelumnya sudah kenal, saya memutuskan mencari buddy dari orang yang baru kenal.

Maka, salahsatu teman yang sebelumnya saya beri hadiah potluck, menjadi pilihan. Setelah mengobrol beberapa waktu, mbak Ayu dari IP Depok langsung saya “tembak”apakah mau menjadi buddy saya. Kenapa mbak ayu? Karena sebelum diajak mencari buddy, saya dan mbak ayu kerap bertukar chat. Sehingga saya merasa kelekatan kami terbangun sejak awal.

Lanjutkan membaca “Buddy, Belahan Jiwaku di Hutan Kupu-Kupu Cekatan”