Jika kemarin saya mengunduh google terjemahan. Hari ini saya mengunduh Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Dulu zaman saya sekolah, kamus bahasa Inggris-Indonesia atau kamus bahasa Indonesia, biasa saya bawa ke sekolah. Tentu saja, zaman dulu belum secanggih sekarang.
Kalaupun ada teman saya yang menggunakan kalkulator bahasa Inggris, tak banyak. Karena harganya memang lumayan mahal (untuk ukuran keluarga saya).
Tapi, karena saat ini sudah semakin canggih, kamuspun bisa kita bawa-bawa lewat aplikasi.

Saya itu pengin banget bisa masak ini itu. Tapi ngumpulin niatnya itu lamaaaaa banget ๐. Kenapa tiba-tiba pengin masak ini dan itu? Supaya saya bisa ngurangin ngunyah.
Nah, untuk mendukung keinginan itu (dan entah kapan akan terealisasi), saya mencoba mengunduh aplikasi lain selain cookpad. Yummy namanya.

Pernahkah Anda mendengar tentang mind mapping atau peta pikiran? Sebagian mungkin sudah. Sebagiannya lagi, boleh jadi seperti saya. Baru mendengar mind mapping saat mengikuti kelas matrikulasi. Ha-ha.
Mungkin secara garis besar, saya sudah melakukan mind mapping, tapi tidak tahu namanya. Jadi, saat kelas matrikulasi dulu, saya lumayan kebingungan menumpahkannya. ๐
Aku anak sehat, tubuhku kuat
Karena ibuku rajin dan cermat
Semasa aku bayi, selalu diberi ASI
Makanan bergizi dan imunisasi
Berat badanku ditinbang selalu
Posyandu menunggu setiap waktu,
Bila aku diare, ibu selalh waspada
Pertolongan oralit selalu siap sedia
Hayoooo, siapa yang baca sambil nyanyi? ๐
Sejak hamil, kita tentu dibekali buku pink. Buku yang berisi perjalanan kehamilan kita. Tak hanya itu, buku pink juga akan terus digunakan sampai anak berusia 59 bulan.
Tak pernah saya bayangkan pentingnya membuat kapsul waktu. Apa sih kapsul waktu? Buat apa? Ooh oohh.. setelah membaca materi di orientasi Komunitas Ibu Profesional, barulah saya paham tentang kapsul waktu.
Malahan, saya pernah melihat atau mendengar kapsul waktu dari komik doraemon. ๐๐
Saya yang pelupa, sangat memerlukan bantuan jurnal untuk menuliskan agenda dan aktivitas harian. Bullet and jurnal ini adalah kegiatan yang paling saya sukai sejak sekolah.
Saat berhenti bekerja, saya sempat vakum melakukannya. Saya pikir, buat apa. Eh ternyata, meski saya berada diranah domestik, saya tetap memerlukannya. Salahsatu kegiatan yang bisa menjadi saluran emosi saya.