Gampang Ngomelin Anak?

Pernah liat gak, ibu-ibu yang ngomelin anaknya. Pernah dong. Atau mungkin sering 😜.

Sebelum punya anak, tiap ada ibu yang ngomelin anaknya, saya suka mengelus dada. Suka membayangkan, bagaimana jika posisi saya di anak itu. Pasalnya, ibu saya juaaaarang banget marahanin saya waktu kecil. Entah karena ibu saya sabarnya luar biasa, atau saya anaknya adem ayem aja. 🙃

Nah, begitu punya anak, akhirnya saya merasakan jadi ibu-ibu yang gatel pengin nyerocot ngomel. Meski, alhamdulillah saya selalu menyadari emosi saya.

Lanjutkan membaca “Gampang Ngomelin Anak?”

Perpustakaan Kota Balikpapan

Sudah lama sekali perpustakaan kota, menjadi salahsatu tempat yang ingin saya kunjungi bersama Cinta. Terakhir kali berkunjung, kalau tidak salah tahun 2013. Bersama bapak dan ibu. Dulu, perpustakaan memang tidak sering saya kunjungi. Tapi perpustkaan – buku-buku tepatnya – adalah kesukaan saya dan bapak.

Berada di antara buku-buku selalu membangkitkan kenangan indah bapak untuk saya. Uhhh, jadi melow.

Nah, beberapa waktu lalu saya akhirnya bisa mewujudkan keingin kecil itu. Bersama nenek, Cinta, Rangga dan juga Abang Hafiz.

Lanjutkan membaca “Perpustakaan Kota Balikpapan”

Aliran Rasa Game Level 6 : Matematika Tidak Menakutkan

Matematika yang saya kenal sejak kecil adalah berupa angka dan hitungan. Waktu sekolah dasar, matematika masih jadi pelajaran yang menyenangkan buat saya. Apalagi, bapak selalu menerangkan dengan cara yang menyenangkan dan cukup jelas.

Lanjutkan membaca “Aliran Rasa Game Level 6 : Matematika Tidak Menakutkan”

Game Level 6 Hari 12 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Mengelompokkan Warna

Cemilan tampaknya tidak bisa jauh dari anak-anak. Sore tadi saat bermain bersama kakak sepupu, Cinta mendapat ajakan untuk berbelanja di warung depan rumah.

“Mah, boleh beli jajan? Minta uang ya,” kata Cinta. Setelah menanyakan jumlah uang yang ditanya, Cintapun pergi berbelanja.

Lanjutkan membaca “Game Level 6 Hari 12 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Mengelompokkan Warna”

Game Level 6 Hari 8 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Mengamati Pembuatan Thai Tea

Hari libur papa adalah yang paling ditunggu-tunggu Cinta dan Mamanya. Cinta bisa bebas memilih tujuan liburan dan mamanya bisa leye-leye istirahat mengawasi 😆.

Dan libur kali ini Cinta minta main prosotan. Lumayan mainan gratisan 🤪. Lanjutkan membaca “Game Level 6 Hari 8 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Mengamati Pembuatan Thai Tea”

Game Level 6 Hari 6 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Tung Tung Hitung

Alhamdulillah, pagi ini Cinta sudah mulai pulih. Suhu tubuhnya juga sudah normal. Kebetulan, ada tetangga baru seusia Cinta. Alif namanya. Ia sengaja datang dan bermaib bersama Cinta.

Belum lima menit bermain, Cinta tiba-tiba menangis. Ternyata karena si Alif menyalakan mobil robot milik Cinta. Lanjutkan membaca “Game Level 6 Hari 6 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Tung Tung Hitung”

Kurangi Sampah, Gunakan Kain Perca dan Sapu Tangan

Sejak memiliki bayi baru, saya semakin menyadari kalau menambah sampah rumah tangga. Seperti tissu basah, tissu kering dan kapas bola-bola. Semua digunakan saat Rangga pup.

Ternyata yang saya pikirkan bukan hanya soal sampahnya. Tapi juga rasa jijik pada tissu dan kawan-kawannya saat Rangga pup. Ha-ha. Saya merasa jadi bekerja dua kali. Membersihkan saat pup, kemudian membuang lagi tissu dan atributnya.

Lanjutkan membaca “Kurangi Sampah, Gunakan Kain Perca dan Sapu Tangan”

Pasang IUD, Gak Sakit Kok !

Tidak ingin menambah anak atau menjaga jarak tapi tidak menggunakan KB, menurut saya adalah hal yang aneh. Semua memang atas izin Allah. BerKB atau tidak, jika Allah menghendaki rahim kita akan dijadikan rumah bagi si janin, maka terjadilah.

Tapi, sebagai manusia saya percaya kalau kita harus berusaha dulu. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam menjaga jarak kehamilan. Menjaga jarak kehamilan sangat disarankan. Demi kesehatan ibu, bayi dan janin yang dikandung.

Lanjutkan membaca “Pasang IUD, Gak Sakit Kok !”

Bersalin Itu Menyenangkan

Persalinan, bukan hanya soal kelahiran si bayi. Tapi juga ibu atau bahkan ayah yang menjadi pendampinh dalam persalinan. Pada persalinan pertama, saya boleh jadi sudah mendapatkan kenangan yang indah. Namun, siapa sangka kalau persalinan kedua malah menghapuskan sedikit ketakutan pada persalinan pertama.

Ketakutan? Katanya minim trauma. Mungkin jika dibandingkan dengan persalinan kakak-kakak, saya yang paling minim trauma. Tapi, di persalinan pertama saya terlalu menunggu. Boleh jadi karena baru pertama kali, antusiasmenya terlalu tinggi.

Lanjutkan membaca “Bersalin Itu Menyenangkan”

Carseat Untuk Kakak dan Adik

Menggunakan carseat saat berkendaraan, sudah saya kenalkan pada Cinta sejak usia 1 bulan. Mestinya dalam perjalanannya, akan mudah ya. Sayangnya, teori tidak semudah kenyataanya.

Saya melupakan kemungkinan-kemungkinan gagalnya menggunakan carseat. Yaitu anak-anak kakak saya yang suka ikut jalan dan tidak menggunakan carseat. Keponakan saya yang sering ikut jalan ada dua orang, usia 6 tahun dan 9 tahun. Adiknya lagi usia 4 tahun, meski tidak sering, tapi sesekali ikut bersama ibunya. Jadilah, saya seperti mengajak rombongan sirkus. 🤧

Lanjutkan membaca “Carseat Untuk Kakak dan Adik”