Refleksi di Danau Cermin

Setelah beberapa waktu menikmati pemandangan hijau selama di dalam hutan kupu-kupu cekatan, kali ini kamipara ulat mampir sejenak di Danau Cermin. Udara yang sejuk dan hembusan angin membuat tubuh dan pikiran ini merasa santai. Ahhhhh, nikmatnya.

Saking bersihnya danau cermin, saya bisa melihat pantulan diri adi atasnya. Biar tidak terlalu terbuai, sayapun mengecek isi keranjang bekal yang saya bawa selama ini.

Lanjutkan membaca “Refleksi di Danau Cermin”

Kurcaci – Klub Bercerita Kecil dari Denia Buen

Rabu, 3 Maret lalu saya kembali mendapatkan pelajaran berharga dari Denia Buen, Sekolah Waldorf Balikpapan. Saya baru sekali mengikuti kegiatannya. Itupun sudah hampir dua tahun lalu. Kali ini saya mendapatkan kesempatan lagi.

Kurcaci atau Klub Bercerita Kecil. Kegiatan ini untuk orangtua bersama anaknya, yang diselenggarakan secara kolaborasi antara Study Grup Jakarta dan Balikpapan. Kegiatan ini bertujuan untuk merangkul keluarga dalam membersamai anak-anaknya di masa pandemi ini.

Lanjutkan membaca “Kurcaci – Klub Bercerita Kecil dari Denia Buen”

Ini Untukmu …

Memasuki pekan ke 6, saya ulat yang sedang bertumbuh mengalami sedikit kejutan lagi. Jika pekan lalu, saya berjuang untuk berkenalan dengan orang lain, kali ini saya harus menghadiahi mereka makanan kesukaan mereka.Harus? Hmmm, sebenarnya kalau kita klik dengan seseorang jadi gk merasa itu keharusan sih ya.

Untunglah, minimal orang yang dipilih 3 orang,. wkwkwkwk

Karena jumlah kenalan saya sebelumnya memang minimal, hanya 5. Khawatir saat memberikan hadiah, orangnya tidakada di rumah. Dan tiga orang yang saya kirimi hadiah, memang cukup melekat di hati saya. Ramah.

Lanjutkan membaca “Ini Untukmu …”

Review Skin Care : Energizing Coffee Clay Mask

Hai,hai, welcome back to review skin care ala-ala saya. Ha-ha. Sudah tiga tahun ini, saya memutuskan untuk menggunakan skin care lebih rajin.Sudah glowing? Belum kakak! hu-hu. Lha wong masih sering bolong-bolong kok pemakaiannya. *Jitak*

Bukan hanya di rumah, bahkan saat keluar rumah saya tidak lagi menggunakan lagi make up meski bedak. Hanya skin care rutin plus sunblock. Kenapa? Pengin aja sih. Huehehe. Enggak ding. Sampai beberapa tahun lalu, saya suka sekali bersolek.Tapi menurut saya, keahlian saya tidak menunjukkan hasil yang memuaskan (versi saya). Alis masih begitu-begitu saja. menggunakan foundation dan kawan-kawannya juga begitu saja. Yang memuaskan saya, hanya saat di foto kulit saya terlihat flawless. Tapi begitu melihat langsung di kaca, kulit asli tidak lagi terlihat. Kulit yang memiliki flek dan cenderung kering. Fokus saya menghidrasi kulit. Flek? Ah, sudahlah. Beberapa dokter yang saya kunjungi beberapa tahun lalu mengatakan saya punya “bakat” flek. Jadi perlu treatment yang tidak sebentar (dan tidak murah). Namun, itu tidak menyurtkan niat saya untuk menyamarkannya.

Lanjutkan membaca “Review Skin Care : Energizing Coffee Clay Mask”

Teman Baru di Hutan Pinus

Di pekan ke 5 ini, jurnal ulat-ulat menceritakan tetang pengalaman camping virtual di hutan pinus. Seru sekali, saya yang tidak pernah pernah camping deg-degan menyiapkan perlengkapan. Terutama mental untuk bertemu orang banyak. Kudu disiapin matang-matang nih. Jangan sampe saya malah sembunyi dibawah pohon pinus.

Lanjutkan membaca “Teman Baru di Hutan Pinus”

Memulai Bullet & Journal

Pernah merasa aktifitas begitu-begitu aja. Atau ngerasa waktu 24 jam kurang. Hmmm, saya pernah merasa seperti itu. Apalagi, setelah mendadak berhenti bekerja.Rasanya seperti hilang arah dan tujuan. Bagaimana tidak, saat bekerja dulu saya termasuk yang rajin menuliskan apa-apa saja aktifitas saya. Dulu sih gk paham bullet & journal. Pokoknya main catat aja deh. Gak paham tuh mana yang penting-mendesak, yang penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak, atau tidak penting-tidak mendesak.

Setelah menikah, saya mulai kembali menuliskan jurnal harian. Meski saat itu saya agak insecure karena isinya hanya kegiatan domestik. Sayangnya, kegiatan tersebut tidak berlangsung lama. Saya mood-moodan mengerjakannya.

Lanjutkan membaca “Memulai Bullet & Journal”

Pesta di Kebun Apel Bersama Keluarga Manajemen Waktu Domestik

Memasuki pekan kedua di keluarga manajemen waktu domestik, kami para ulat diberikan kesempatan untuk jalan-jalan berkunjung ke keluarga lain. Ini kesempatan emas. Karena kami bisa melahap manakan dari keluarga lain. Biar gak kenyang yang berlebihan,masing-masing ulat harus melihat peta belajarnya.

Bagaimana dengan saya? Saya memutuskan untuk tetap beradadi keluarga manajemen waktu domestik. Padahal saya ingin sekali berkunjung ke keluarga manajemen emosi. Tapi, saya khawatir kelebihan porsi makan.

Lanjutkan membaca “Pesta di Kebun Apel Bersama Keluarga Manajemen Waktu Domestik”

Jelajah Kota Balikpapan : Kebun Kangkung Wisata Edukasi Kang Bejo

Mulai bosan di rumah aja? Ingin liburan tapi keadaan belum membaik ? Cobalah sesekali jalan-jalan menikmati kota. Meski begitu tetap patuh pada protokol kesehatan yaaaa.

Di Balikpapan, saat ini ada tempat wisata edukasi baru.Eh, gk baru-baru banget sih. Sudah ada sejak tahun lalu. Tapi saya yang baru mengunjungi. Sederhana saja, namun kabarnya cukup banyak pengunjung yang ke sana. Wisata Kebun Kangkung Kang Bejo namanya. Berlokasi di Jl. Sumber Rejo II, Balikpapan Tengah, wisata ini cukup mudah di tempuh dengan kendaraan. Baik roda dua atau empat.

Lanjutkan membaca “Jelajah Kota Balikpapan : Kebun Kangkung Wisata Edukasi Kang Bejo”

Keluarga Baru di Kebun Apel

Pekan ini kami para ulat, akhirnya keluar dari Gua Jungle of Knowledge. Keluar dari gua, kami tiba di kebun apel. Apelnya berlimpah ruah dan segar-segar. Banyak yang bikin ngiler deh.

Dan seperti biasa saat ada jadwal live di Facebook, keluarga saya di grup 2 Sekar sambil berdiskusi. Hampir semua deg-degan saat ada percakapan yang menyiratkan bahwa kami harus live di Facebook. Uwwwuiiiiiihhhhhh.

Lanjutkan membaca “Keluarga Baru di Kebun Apel”

Strategi Toilet Training Part 2

Kok part 2? Iya, karena saya sudah melewatinya di anak pertama. Kali ini kami mengucapkan sampai jumpa lagi di anak ke dua. Semoga bertemu di anak-anak selanjutnya.

Kembali menggunakan clodi di anak kedua, memberikan cerita yang berbeda. Tentu saja, setiap anak punya perjalanan yang berbeda kan. Namun,lagi-lagi saya sedikit jumawa dengan pengalaman sebelumnya yang menyenangkan. Sedikit cerita toilet training aka tatur Cinta bisa dilihat di sini.

Penggunaan clodi Rangga, anak ke dua saya, berjalan mulus tanpa hambatan. Seperti Cinta,saya sesekali menggunakan pospak saat menginap di rumah ibu mertua dalam waktu singkat. Jika agak lama, saya tetap memilih menggunakan clodi. Atau saat harus keluar rumah seharian, maka pospak terpaksa saya gunakan.

Lanjutkan membaca “Strategi Toilet Training Part 2”