


Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Fitrah adalah suci, ia adalah benih, ketika kita mampu menumbuhkan fitrah berarti kita telah menumbuhkan benih-benih kebaikan yang dibawa anak sejak lahir. Karena anak adalah amanah yg Allah titipkan.



Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Fitrah adalah suci, ia adalah benih, ketika kita mampu menumbuhkan fitrah berarti kita telah menumbuhkan benih-benih kebaikan yang dibawa anak sejak lahir. Karena anak adalah amanah yg Allah titipkan.

Apa itu Akil Baligh?
Ensiklopedi Hukum Islam: Akil Baligh (1)
REPUBLIKA.CO.ID, Akil baligh (Bahasa Arab: ‘aqala = berakal, mengetahui, atau memahami; balagha = sampai). Akil baligh adalah seseorang yang sudah sampai pada usia tertentu untuk dibebani hukum syariat (taklif) dan mampu mengetahui atau mengerti hukum tersebut.
Orang yang akil baligh disebut mukalaf. Akil (orang yang berakal) adalah lawan dari ma’tuh (bodoh), majnun (orang gila), dan muskir (orang mabuk). Sedangkan baligh adalah lawan dari sabiy (anak-anak).
Orang yang berakal adalah orang yang sehat sempurna pikirannya, dapat membedakan baik dan buruk, benar dan salah, mengetahui kewajiban, dibolehkan dan yang dilarang, serta yang bermanfaat dan yang merusak.

Sudah biasa jika kita percaya pada keluarga atau lingkungan terdekat kita. Namun, siapa sangka kalau menurut penelitian, saudara dekat banyak yang menjadi pelaku dari kekerasan seksual.
Lanjutkan membaca “Keluarga Dekat? Tetap Waspada”Hari ini, giliran kelompok 3 Kelas Kalimantan yang memberikan kami presentasi kelompoknya. Kelompok ini terdiri dari mbak Raida Hasanah, mbak Fitria Ikasari, mbak Ani Chaerani, mbak GT Nadia Noor S dan mbak Fajrianti.
Tema yang diusung adalah Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas. 
Lanjutkan membaca “Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas”

Di beberapa negara, isu pendidikan seks kerap memunculkan kontroversi di masyarakat. Indonesia misalnya, masih ada yang cenderung konservatif dan menabukan perbincangan seputar seksualitas seperti Indonesia, mengenalkan pendidikan seks belum dianggap sesuatu yang lumrah. Sebagian orang keliru menilai pendidikan seks sama saja mengajarkan perbuatan asusila kepada anak-anak. Padahal, kasus-kasus paparan pornografi dan kejahatan seksual terhadap anak terus meningkat. Sampai-sampai Komisi Perlindungan Anak (KPAI) menyatakan Indonesia dalam situasi darurat kekerasan seksual terhadap anak.
Pada artikel tersebut disebutkan bahwa pelecehan seksual pada anak naik 100 persen pada tahun 2013-2014.
Keterbukaan dalam keluarga untuk membicarakan isu seksualitas bukanlah hal yang sepele. Agar nantinya anak tidak mencari informasi dari sumber lain yang bisa saja malah tidak kredibel. Selain itu, pendidikan seks dalam keluarga juga bisa membuat anak lebih dekat dengan orangtua.
Sumber :
https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/menyiasati-pendidikan-seks-untuk-anak-cjB3
Materi mengenai Fitrah Seksual pada tantangan level 11, masih berlangsung. Malam ini, kelompok 1 mengajak kami teman-teman sekelas berdiskusi dengan tema “Pemahaman Perbedaan Gender”. Kelompok 1 beranggotakan mbak Annisa Ramadhani, mbak Arika Citra, mbak Dian Agusari dan mbak Nanik Oktavia.


Memberikan pemahaman pendidikan fitrah seksualitas, bisa kita lakukan lewat kegiatan sehari-hari. Dengan begitu, anak mengerti identitas seksualnya, mengenali peran seksualitasnya, dan mengajarkan anak menjaga dirinya dari kejahatan seksual.
Salahsatu yang saya lakukan adalah dengan membaca bersama-sama. Misalnya melalui buku ensiklopedia junior tubuh manusia.
Pada buku ini, dijelaskan perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, saya membiasakan Cinta menyebutkan anggota tubuh sesuai dengan bahasa yang tepat. Seperti alat kelamin. Agar nantinya, pembahasan seks edukasi tidak lagi menjadi hal yang tabu.