Blog !

  • Dua Puluh Ribu Kata Perempuan

    Kita sudah pernah mendengar kan, kalau perempuan perlu mengeluarkan duapuluh ribu kata dalam sehari. Jauh berbeda dengan laki-laki yang hanya tujuh ribu kata. Alhamdulillah, saya punya wadah untuk menyalurkannya. Jadi, tidak perlu ada emosi yang tertahan karena duapuluh ribu katanya tidak tersalurkan. Read more

  • Bapak : Awal Perjalanan

    Jakarta 2014 “Dokternya belum datang juga ya?” kata bapak sambil menahan sakit. “Belum pak,” jawab ibu sambil memikat kaki bapak. Aku hanya duduk diam sambil menyentuh layar gawai, tanpa melakukan hal yang berarti. Sudah lebig satu bulan kami bertiga pindah tidur di Rumah Sakit milik perusahaan tempat bapak bekerja. Dokter tidak melakukan banyak tindakan seperti… Read more

  • Mengontrol Penerimaan Media Sosial

    Seberapa sering kita ikut bahagia saat melihat postingan teman di sosial media. Tentang apa saja. Entah masakannya, liburannya, apa yang dibeli, anak-anak atau apapun mengenai aktivitasnya sehari-hari. Pamer? Tentu saja tidak. Mereka hanya sedang berbagi kebahagiaan yang mereka rasakan. Tak jarang kita malah mendapatkan banyak manfaat dari apa yang mereka bagi. Misalnya tempat liburan baru… Read more

  • Aku dan Secangkir Kopi di Pagi Hari

    Ada banyak hal yang ingin kulakukan sejak mataku terbuka di pagi hari. Rasanya 24 jam ingin kulakukan semua yang kumau. Atau begitu juga hari-hari setelahnya. Namun kusadari, menjadi ibu bukan hanya untuk diriku sendiri. Tidak. Aku tidak merasa menjadi ibu adalah sebuah beban yang amat sangat berat. Memang menjadi ibu tidak mudah. Tapi bukan berarti… Read more

  • Jodoh Tak Bisa Dipaksakan Bagian 3

    Sudah satu jam aku hanya menetap layar komputerku. Padahal dokumen-dokumen sudah menumpuk, menunggu untuk dikerjakan. Beberapa hari ini aku merasa tidak bersemangat. Apa karena jawaban dari ayah yang ragu-ragu? Atau karena aku sendiri merasa tak yakin. Kulihat ada notifikasi pesan dilayar komputerku. Gala typing “Kamu kenapa sih marah-marah terus sama Adi?” Read more

  • Jodoh Tak Bisa Dipaksakan Bagian 2

    Uap secangkir capuccino dihadapnku mulai menghilang. Cepat-cept kuhirup, agar tetap nikmat selagi masih hangat. Kucek lagi to do list di mejaku. Mungkin ada yang terlewat. Mataku tertuju pada jadwal di kalender. 2 minggu lagi waktunya aku sidang skripsi. Semua sudah selesai. Semoga semua berjalan lancar. Apa kabar Adi ya? Belakangan kami jarang berkomunikasi. Meski beda… Read more