Review Aldebaran Bagian 1 : Mempersiapkan Perjalanan Menuju Aldebaran

Ada cerita-cerita yang tidak pernah benar-benar selesai. Bukan karena penulisnya belum menamatkan, tapi karena kita, sebagai pembaca, selalu ingin kembali. Kembali ke dunia yang sama, tokoh yang sama, dan rasa yang entah kenapa selalu terasa dekat.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya yang aku nantikan tiba—kisah perjalanan Raib, Seli, dan Ali.

Membaca novel ini selalu terasa seperti pulang ke tempat yang familiar. Di satu sisi aku sangat menantikannya, tapi di sisi lain, ada rasa kesal yang ikut datang. Kesal karena penasaran.

Kisah Raib, Seli, dan Ali dalam dunia paralel. Konflik, rahasia, dan perjalanan emosional yang membuat pembaca terus ingin kembali.
Lanjutkan membaca “Review Aldebaran Bagian 1 : Mempersiapkan Perjalanan Menuju Aldebaran”

Belajar Percaya pada Proses Anak

Refleksi seorang ibu saat belajar menahan diri dalam mendampingi anak mengerjakan tugas. Tentang percaya pada proses, memberi ruang, dan melihat anak bertumbuh dengan caranya sendiri.

Ada satu fase dalam membersamai anak yang ternyata tidak mudah: menahan diri untuk tidak terlalu ikut campur. Bukan karena kita tidak peduli, justru karena terlalu peduli, kita sering ingin semuanya berjalan sempurna.

Padahal, mungkin yang anak butuhkan bukan hasil yang sempurna, melainkan ruang untuk mencoba, gagal, dan bangga atas usahanya sendiri.

“Oii, sudah kerjain tugas TIK? Progress seni rupa gimana?” Sebuah pesan WhatsApp masuk ke smartphone-ku. Aku menarik napas sejenak.

Lanjutkan membaca “Belajar Percaya pada Proses Anak”