Review Buku Lagi-Lagi Aku yang Ngalah, Kan? — Cocok untuk yang Sering Mengalah

Review buku Lagi-Lagi Aku yang Ngalah, Kan? karya Pandudunia. Cerita tentang patah hati, mengalah, dan belajar mendengarkan diri sendiri.

Kok ya aku lagi, aku lagi yang mengalah? Dan entah kenapa, akhir-akhir ini, pertanyaan itu seperti sering mampir tanpa diundang. Lalu suatu hari, di antara scroll sosial media yang rasanya gak ada habisnya, muncul sebuah buku di explore-ku. 

Lagi-Lagi Aku yang Ngalah, Kan? karya Pandudunia.

Hmm, buku apa ini? Sebagai emak-emak tiga puluh ke atas yang kadang suka gak sadar diri (hehe), aku langsung penasaran. Dari covernya saja, sudah terlihat sesosok yang tampak putus asa. Entah seberapa berat masalah yang ia hadapi, tapi rasanya ada sesuatu yang ingin disampaikan.

Review buku Lagi-Lagi Aku yang Ngalah, Kan? karya Pandudunia. Cerita tentang patah hati, mengalah, dan belajar mendengarkan diri sendiri.
Lanjutkan membaca “Review Buku Lagi-Lagi Aku yang Ngalah, Kan? — Cocok untuk yang Sering Mengalah”

Review Aldebaran Bagian 1 : Mempersiapkan Perjalanan Menuju Aldebaran

Ada cerita-cerita yang tidak pernah benar-benar selesai. Bukan karena penulisnya belum menamatkan, tapi karena kita, sebagai pembaca, selalu ingin kembali. Kembali ke dunia yang sama, tokoh yang sama, dan rasa yang entah kenapa selalu terasa dekat.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya yang aku nantikan tiba—kisah perjalanan Raib, Seli, dan Ali.

Membaca novel ini selalu terasa seperti pulang ke tempat yang familiar. Di satu sisi aku sangat menantikannya, tapi di sisi lain, ada rasa kesal yang ikut datang. Kesal karena penasaran.

Kisah Raib, Seli, dan Ali dalam dunia paralel. Konflik, rahasia, dan perjalanan emosional yang membuat pembaca terus ingin kembali.
Lanjutkan membaca “Review Aldebaran Bagian 1 : Mempersiapkan Perjalanan Menuju Aldebaran”

Review Buku Broken Strings: Kisah Child Grooming yang Penting Dibaca Orang Dewasa

“Diam tidak selalu berarti menyerah. Kadang, diam adalah cara paling aman untuk menyusun strategi pergi.”

Broken Strings adalah salah satu buku yang tidak pernah kurencanakan untuk kubaca di awal tahun 2026. Kalau bukan karena kekuatan media sosial, mungkin aku tidak akan pernah tahu bahwa buku ini diterbitkan. Bahkan, kisah yang dituliskan Aurelie Moeremans ini sama sekali tidak pernah terbayang akan ada—apalagi dibagikan ke ruang publik.

Awalnya aku ragu untuk mulai membaca. Banyak komentar yang mengatakan tidak sanggup menyelesaikannya. Bahkan sejak halaman awal, penulis sudah memberi peringatan: jika merasa terpicu, pembaca disarankan berhenti dan memberi jeda. Peringatan itu justru membuatku semakin takut.

Broken Strings – Buku ini bukan untuk menghakimi, tapi untuk mengajak kita lebih peduli.
Lanjutkan membaca “Review Buku Broken Strings: Kisah Child Grooming yang Penting Dibaca Orang Dewasa”