Game Level 5 Hari 6 : Pohon Literasi, Membaca Buku yang Sama

Memasuki hari ke enam, saya menyiapkan beberapa buku untuk dijadikan pilihan membaca. Namun, sejak pagi hari Cinta hanya mau membaca buku Suara Apa Itu dan Aku Suka Belajar.

Saya pikir, malam hari menjelang tidur -waktu biasa kami membaca buku- Cinta akan mau memilih buku “barunya”.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 6 : Pohon Literasi, Membaca Buku yang Sama”

Game Level 5 Hari 5 : Pohon Literasi, Aku Duka Belajar

Jika saya perhatikan, Cinta cukup menyukai buku yang menceritakan kakak beradik. Dengan begitu, ia bisa mengganti nama tokohnya menjadi nananya dan adiknya. Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 5 : Pohon Literasi, Aku Duka Belajar”

Game Level 5 Hari 4 : Pohon Literasi, Cerita Si Ayam

Suara yang nulai parau ternyata tidak menyurutkan minat bercerita Cinta. Ia tetap lancar ngobrol meski harus tertahan-tahan batuk. Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 4 : Pohon Literasi, Cerita Si Ayam”

Game Level 5 Hari 3 : Pohon Literasi, Eksiklopedia Junior Tubuh Manusia

Di tengah keriuhan hari ini, saya sempat merasa tak mungkin memenuhi setoran hari ini. Tapi siapa menyangka, jika kebiasaan membaca sudah mulai tumbuh di Cinta.

Meski banyak teman bermain yang hadir di rumah, Cinta tetap meminta waktu saya untuk membacakan buku. Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 3 : Pohon Literasi, Eksiklopedia Junior Tubuh Manusia”

Game Level 5 Hari 2 : Pohon Literasi, Suara Apa Itu?

Buat saya membaca itu tidak perlu mengenal waktu. Kapanpun dan dimanapun kita bisa membaca buku.

Namun setelah kehadiran adik, kami jadi tau waktu. Ada saat-saat di mana kami harus mendahulukan kepentingan adik.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 2 : Pohon Literasi, Suara Apa Itu?”

Game Level 5 Hari 1 : Pohon Literasi, Membaca Majalah

Sudah hampir tiga bulan ini, saya kembali langganan majalah Bobo. Majalah yang menemani saya sejak kecil. Kembali langganan majalah bobo ini, saya lakukan saat Cinta mulai kecanduan gadget. Memberikan bacaan lain selain yang tersedia di rak buku menurut saya perlu dilakukan, agar Cinta benar-benar teralihkan.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 1 : Pohon Literasi, Membaca Majalah”

Aliran Rasa Game Level 4 : Memahami Diri Lewat Gaya Belajar Anak

Memahami diri sendiri lewat gaya belajar anak? Kok bisa? Bisa dong! Karena sudah seusia sekarang saya baru memahami gaya belajar saya sendiri.

Di awal game level 4 ini, saya kembali menerka-nerka gaya belajar yang Cinta miliki. Meski saya hanya memberikan permainan atau belajar yang sederhana (Bisa jadi kudu dipecut lebih keras nih mamaknya, atau memang saya yang memaknai belajar lewat halhal sederhana. hala!) 
Lanjutkan membaca “Aliran Rasa Game Level 4 : Memahami Diri Lewat Gaya Belajar Anak”

Game Level 4 Hari 13 : Gaya Belajar, Cari Rainbow Yuk

Setelah 2 hari absen setoran karena sakit, akhirnya saya bisa kembali menuliskan gaya belajar yang kami lalui hari ini.

Hari ini saya memilih kembali belajar lewat lingkungan sekitar rumah.

Lanjutkan membaca “Game Level 4 Hari 13 : Gaya Belajar, Cari Rainbow Yuk”

GAME LEVEL 4 HARI 10 : GAYA BELAJAR, MENGENAL TEKSTUR

Akhir pekan ini, salahsatu kakak sepupu Cinta menginap di rumah. Nindy namanya. Sudah lama, Nindy sangat menyukai bermain slime. Bahkan, saya dan Nindy sempat praktik cara membuat slime sendiri.

Hari ini, ia ke ruma membawa slime yang sudah jadi. Ini membuat Cinta penasaran. Apalagi, di dalam botol slime tersebut, ada patung ikan. Wah, sekalian saja belajar hari ini menggunakan slime milik Nindy.

Lanjutkan membaca “GAME LEVEL 4 HARI 10 : GAYA BELAJAR, MENGENAL TEKSTUR”

Game Level 4 Hari 9 : Gaya Belajar, Berenang

Kebetulan di hari ke 9 tantangan, kami memutuskan untuk staycation dekat rumah. Bener-bener dekat rumah.

Meskipun sedang staycation, Cinta tetap bisa belajar lewat hal-hal sederhana yang kami temui.

Lanjutkan membaca “Game Level 4 Hari 9 : Gaya Belajar, Berenang”