Pagi ini, kami kedatangan Kakak Bila. Sejak beberapa hari lalu, Bila yang “dititipi” sekolah di Sevila, menginginkan sekolah di rumah Nenek.
Sekolah? Sekolah ala saya mah bebas. Pelajarannya kehidupan nyata sehari-hari. Haha.
Sesaat setelah kedatangan Bila, tanpa perlawanan dan tangisan Cinta menurut begitu saya ajak mandi dan sarapan. Tampaknya, ia memang butuh teman di setiap pagi. Teman seusianya.
Sebelum memulai kegiatan, kamipun sarapan pagi bersama. Menu sarapan kali ini sama. Donat. Bila bawa donat dari rumah. Dan cinta makan donat sisa semalam yang kami beli di sebuah mall.

Sejak awal, Cinta dan Bila tampak bersahabat. Merekapun selalu berbagi. Makanan dan mainan bermain bersama-sama. Kadang bergantian.
Karena saya mau merapikan dapur, merekapun ikut-ikutan juga. Beberapa gelas, botol minum, sendok dan perlengkapan makan jadi bahan permainan mereka.
Usai saya berberes dapur, saat nenek mau mencuci piring Cintapun segera berlari ke depan dan mengambil kursi plastik. Seperti yang kami duga, ia berniat membantu mencuci piring.
Jika biasanya si nenek suka melarang, kali ini nenek mengizinkan Cinta membantunya. Mungkin karena cucian piring jg tidak terlalu banyak dan berbahan plastik. Ternyata dengan dengan sedikit arahan, Cinta bisa mencuci dan membilas gelas serta sendok.
Tentu ini membuat si nenek bahagia dan bangga. Sayangnya, saat aktivitas ini berlangsung handphone saya sedang diisi dayanya. Jadi tidak terdokumentasikan. Fiuuhhh.