Game Level 5 Hari 2 : Pohon Literasi, Suara Apa Itu?

Buat saya membaca itu tidak perlu mengenal waktu. Kapanpun dan dimanapun kita bisa membaca buku.

Namun setelah kehadiran adik, kami jadi tau waktu. Ada saat-saat di mana kami harus mendahulukan kepentingan adik.

Seperti hari ini misalnya, saat saya harus membersihkan pub adik, Cinta mengajak membaca buku. Dengsn sigap suami mengambil alih peran membacakan buku.

“Pada suatu hari?” Ujar si papah membuka cerita. “Kok pada suatu hari!,” jawab Cinta. Papahnya melirik ke arah saya. “Jangan ngarang cerita sendiri. Dia tuh hapal sama isinya,” jawab saya. Papahnya pun melanjutkan membaca buku. Cinta debgan gembira menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.

Pemandangan yang sangat menyenangkan. 😍

Dan pohon literasi cintapun bertambah lagi daunnya.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar