Anak-anak sekolah sudah pada masuk ya? Gimana ibu-ibu apa sudah mulai waras?
Tulisan tersebut muncul di status sosial media salah seorang teman. Rumahku yang tidak jauh dari Sekolah Dasar, memang sudah mulai ramai di pagi hari dan menjelang siang. Sependek yang aku tahu, jam belajar mereka masih belum normal seperti dulu. Errr, atau ini jam belajar new normal ya?
Yang jelas, keponakanku, sepupu dan teman-teman bermain Cinta yang biasa ke rumah, sekarang tak ada. Kalaupun ada yang bermain, saat sore hari. Sepi. Tentu saja. Tak hanya Cinta dan Rangga yang kesepian, aku juga. Haha
Karena saat Cinta dan Rangga ada teman bermain, aku punya waktu sejenak untuk mengerjakan pekerjaan yang kuinginkan. Tapi bukan berarti tidak bisa. Kedua kakak beradik ini, sudah mulai bisa bermain secara mandiri atau bersama. Di waktu-waktu tertentu saja mereka mengharuskanku ada disamping mereka.
Namun, mulai sekarang aku sudah harus mengatur waktu. Tadinya bebas olahraga dan beraktivitas di pagi hari. Sekarang, olahraga masih di pagi hari tapi ada beberapa aktivitas yang harus digeser waktunya. Kenapa? Karena beberapabulan lagi Cinta akan sekolah. Maka, pagi hari bukan lagi menjadi waktuku sendiri. Ha-ha.
Apakah anaknya antusias? Belum terlalu. Cinta masih menikmati hari-harinya di rumah. Meski sesekali ia bertanya “bulan berapa Cinta sekolah?”
Berbeda dengan Bila, sepupunya. Bila tahun ini akan sekolah SD. Pendaftaran dan pembayaran sudah dilakukan. Bila hanya tinggal menunggu kapan waktunya sekolah. Dia sangat antusias. Karena akan bersekolah dengan kakaknya. Malahan, Bila sudah menentukan tarif uang sakunya. Supaya dia bisa jajan setelah pulang sekolah.
Untuk Sekolah Dasar, aku masih belum memutuskan secara bulat. Ingin menyekolahkan Cinta di SD negeri dekat rumah, yang juga sekolahku dulu atau di SD yang sedikit jauh. Entah mengapa, aku masih merasa berat untuk menyekolahkan di sekolah dekat rumah. Bukan karena sekolah negeri, tapi aku masih belum merasakan kemajuan dari sekolahnya, kecuali bangunannya. He-he.
Bahkan, guruku dari sebelum aku sekolahpun masih mengajar di sana. Bukan apa-apa, menurut cerita anak-anak SD sekarang, cara mengajar gurunyapun masih sama. Meski aku tidak mendapatkan perlakuan buruk dari beliau, tapi tetap saja mengkhawatirkan.
Mencari sekolah memang tidak mudah. Kita orang tua, perlu sejalan dengan visi misinya. Untuk sekolah TK Cinta ini, aku sudah mencari infonya sejak 2012. Dan keputusan itu makin bulat sejak 2018. Semoga TK pilihanku ini bisa membantuku dan cinta belajar menjalani kehidupan kami.