Siapa yang Terfavorit?

Siapa orang-orang favorit yang Anda suka kehadirannya?

Kalau pertanyaan ini dilontarkan saat ini, jawabannya adalah anak-anak. Ya kan! Ya kan! Sejak dulu, aku selalu menyukai keriuhan anak-anak. Bahkan, dulu saat masih bekerja di ranah publik, aku bercita-cita akan menjadi guru di sebuah taman kanak-kanak.

Kenapa? Agar aku bisa bertemu dengan anak-anak setiap hari. Kok bisa? Mungkin karena saat kecil aku lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri.

Jarak usiaku dan kedua kakakku sedikit jauh. Ini membuatku lebih sering diabaikan saat bermain. Apalagi nih, saat itu keduanya seperti menganggapku musuh baru. Ditambah lagi, ternyata aku adalah makhluk introvert. Tidak berada didekat orang lain membuatku biasa-biasa saja.

Saat beranjak remaja, lagi-lagi aku sendiri. Keduanya tinggal dengan nenek dan embah. Maka, aku hanya berteman dengan sepi. Eh gk ding. Punya teman kok. Meski introvert aku punya teman sefrekuensi yang bisa diajak bermain.

Nah, karena introvert ini ketik aku tidak punya teman untuk bermain bersama, maka aku tidak merasa kesepian. Biasa saja.

Tapi nih, aku punya orang favorit yang selalu kutunggu kehadirannya. Dia adalah salah satu pamanku. Paman Budi. Seorang abdi negara, yang harus ikhlas jauh dari keluarganya sejak pertama kali bertugas. Paman budi selalu jadi panutan keluargaku. Baik, ramah. Kehadirannya di rumah selalu dinantikan.

Saat aku kecil lagu bintang kecil adalah lagu favorit yang menggambarkan kerinduan kami pada paman. Kok bisa?

Bintang kecil di langit yang tinggi

Amat banyak, menghias angkasa

Aku ingin, terbang dan menari

Jauh tinggi, ke rumah paman budi

🤣😂🤣😂🤣😂

Jika ingin bertemu kamu harus menempuh jarak 10-12 jam. Tidak hanya itu, kalau dulu rindu semakin menggebu karena tidak bisa mengadu. Kalau sekarang sih, tinggal video call. Kelar!

Meskipun Paman Budi adalah orang yang agak pendiam, ia selalu berusaha mencairkan suasana. Mencoba membuka obrolan agar tidak krik-krik. Aku curiga paman juga seorang introvert.

saat ini ketiga sahabat kecilkulah yang membuat hari-hariku berwarna. Saking penuh warnanya sampai sering oleng. Ya kan ibuk-ibuk! *sodorin mic*.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar