Selain Donatur, Dilarang Mengatur

Selain donatur, dilarang mengatur !

Sebuah kalimat yang tampak sederhana, tapi ternyata sering sekali aku dengar melalui konten-konten di media sosial yang aku ikuti. Awalnya, aku tidak pernah merasa ada keanehan sama sekali dengan pernyataan tersebut. Malahan, aku sangat setuju. Karena kebanyakan dari konten-konten yang beredar itu, beberapa netizen selalu mengatur si pemilik akun. Padahal kontribusinya ya hanya sebatas menonton. Tidak ada kritik dan saran yang membangun sama sekali. 

Sumber : Canva

Namun, beberapa hari lalu ada sebuah konten yang berhubungan dengan renovasi rumah. Si istri meminta tukang untuk mengecat bangku di taman seperti warna batu atau semen. Keesokan harinya, saat kembali ke rumah yang sedang di renovasi, si istri terkejut karena bangku yang kemarin di cat warna semen, sudah berubah menjadi warna coklat kayu. 

“Ya sudahlah, donatur bebas mengatur,” kata sang istri. Lucu! Karena saat proses pembangunan rumah, kebanyakan yang ingin mengatur adalah istri. Tentu saja, rumah adalah istananya. Wajar kalau sang ratu menginginkan semua sesuai harapannya. Tapi ratu tidak boleh lupa, ada peran raja yang utama. 

Tidak ada amarah atau rasa kesal dari ucapan si istri. Dari perkataan itu, aku akhirnya malah terdiam dan meratapi kata-kata si istri. Apakah selama ini aku sering terlalu mengatur? Apakah aku sering memaksakan keinginanku pada suami? Tentu saja ada rasa khawatir karena aku melakukan kesalahan tanpa kusadari. 

Dalam berumah tangga, memang tidak mudah menyelaraskan komunikasi. Apalagi suami istri berasal dari orang tua dan pola asuh yang tidak sama. Jika selalu mencari kesalahan dan kekurangan, setiap hari aku yakin selalu saja ada pertengkaran. Hal-hal kecil selalu bisa menjadi pemicu. 

Sudah sewajarnya saat ada diskusi dalam keluarga, salah satu harus bisa menahan diri untuk tidak meninggi. Selain itu menahan ekspektasi menurutku juga dibutuhkan. Karena kadang emosi suka lupa diri. 

Istri yang bahagia akan mengasuh anak-anak dengan sepenuh hati. Maka bukan hanya istri yang bahagia. Tapi juga anak-anak. Marilah saling melengkapi di bahtera rumah tangga. 

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar