Ada emosi yang tidak pernah benar-benar pergi.
Ia tinggal diam, menunggu diberi ruang.
Bukan untuk disingkirkan, bukan untuk dilawan — hanya untuk disadari, pelan-pelan.
Tulisan ini adalah bagian dari upaya kecil itu:
belajar mendengar emosi,
belajar berdamai dengan inner child yang belum selesai,
tanpa terburu-buru ingin sembuh.
Lanjutkan membaca “Belajar Menerima Sedih dari Dalam Diri”