Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.
Tak pernah saya bayangkan pentingnya membuat kapsul waktu. Apa sih kapsul waktu? Buat apa? Ooh oohh.. setelah membaca materi di orientasi Komunitas Ibu Profesional, barulah saya paham tentang kapsul waktu.
Malahan, saya pernah melihat atau mendengar kapsul waktu dari komik doraemon. 🙈🙈
Saat ini beberapa aplikasi tidak hanya memudahkan kita dalam mengingatkan aktivitas yang kita lakukan. Tapi juga membantu kita menyelesaikannya.
Misalnya membayar atau kentransfer ke rekening lain. Jika berbeda bank, kita bisa memanfaatkan Flip. Aplikasi yang mentransfer sejumlah uanh yang kita perlukan dengan biaya yang jauh lebih murah dari pada mentransfer langsung.
Untuk mendapatkan keuangan yang jelas dan rinci, kita tentu harus rajin mencatat. Apa saja yang harus dan sudah kita keluarkan setiap harinya. Kalau mencatat di buku secara manual, boleh jadi sedikit kesulitan jika ingin langsung menulis.
Belum lagi hitungannya yang tidak tepat. Fiuuuhhh. Eits, tapi saat ini sudah banyak aplikasi pencatat keuangan kok. Salahsatu yang saya suka adalah Spending Tracker. Kenapa memilih ini? Karena backgroundnya papan tulis hitam. Jadi terlihat lucu. 🙈
Saya yang pelupa, sangat memerlukan bantuan jurnal untuk menuliskan agenda dan aktivitas harian. Bullet and jurnal ini adalah kegiatan yang paling saya sukai sejak sekolah.
Saat berhenti bekerja, saya sempat vakum melakukannya. Saya pikir, buat apa. Eh ternyata, meski saya berada diranah domestik, saya tetap memerlukannya. Salahsatu kegiatan yang bisa menjadi saluran emosi saya.
Saat ini, kita tidak bisa jauh-jauh dari gawai. Meskipun kita wajib mengurangi penggunaan gawai, tapi tak bisa dipungkiri beberapa aktivitas kita terbantu lewatnya.
Apalagi, banyak aplikasi yang lumayan bermanfaat. Hampir sebulan ini, saya menggunakan salahsatu aplikasi yang menurut saya sangat membantu. Namanya Water Minder.
Sudah lama rasanya saya tidak aktif kegiatan komunitas. Hingga masuk bulan ketiga 2020 ini, kalau tidak salah saya hanya satu kali berkegiatan di Gentlebirth Family, satu kali meeting dengan pengurus FormASI dan dua kali meeting dengan pengurus IP Balikpapan Raya.
Bukan mager sih sebenarnya, tapi memang ada beberapa urusan pribadi yang waktunya selalu bersamaan dengan playdate atau agenda meeting.
Ada yang berbeda dari materi di Kelas Bunda Sayang level 11 ini. Kami yang biasanya belajar bersama anak-anak di rumah, kali ini belajar dan berdiskusi bersama teman-teman sekelas. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok.
Sumber: Materi Kelompok 8 Kelas Bunda Sayang Kalimantan batch 5
Diskursus parafilia telah menjadi perhatian publik. Hampir setiap hari media massa memberitakan persoalan kejahatan seksual dan tragisnya sering menimpa anak di bawah umur. Untuk itu diperlukan penanaman amalan atau nilai-nilai agama yang kuat dan pendidikan seks sejak dini pada anak. Mulai dari mendidik pola prilaku yang dibenarkan agama hingga pengenalan organ tubuh (intim), dan bagaimana cara merawat serta menjaganya dari gangguan luar. Orang tua seharusnya tidak hanya memberikan larangan pada anak, tapi juga mengajarkan tentang bagaimana menjaga dan melindungi seksualitasnya, baik sisi kesehatan, gangguan orang lain, termasuk dari benda-benda. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya penyimpangan seksual atau perubahan orientasi seksual pada anak, serta membekali anak agar terhindar dari bahaya. Dogma Islam sudah jelas bahwa apapun jenis hubungan seksual yang tidak dilandasi oleh aturan syariat adalah haram. Diharamkannya orientasi seksual parafilia, setidaknya bertujuan untuk melindungi kelangsungan species manusia, melindungi keturunan, melindungi masyarakat dari dekadensi moral, melindungi masyarakat dari penyakit bahaya (AIDS/ HIV), serta menumbuhkan ketentraman rohani dan jiwa manusia. Dari sisi teologis maupun psikologis, parafilia ini ada yang given, tapi tidak semuanya. Bahkan yang lebih dominan adalah karena pengaruh didikan keluarga ataupun lingkungan (nurture). Jika demikian, parafilia bisa disembuhkan dengan semangat dari dalam jiwanya untuk berubah dan mengikut norma atau aturan agama