Ultra Moist MS Glow

Lama sudah aku tidak menggunakan cushion dalam pilihan rangkaian kosmetik yang kugunakan. Sejujurnya sejak 2017, kosmetik yang aku gunakan hanya liptint, lipstick dan eyeliner. Kenapa? Karena aku suka melihat teksture kulit asliku. Selain itu, wajahku yang normal cenderung kering tapi mudah keringatan ini sering membuat kosmetik mudah luntur. Sunscreen adalah jalan ninjaku. Ha-ha.

Lanjutkan membaca “Ultra Moist MS Glow”

Ibuku, Sahabat Terbaikku

Pernah berpikir akan bersahabat dengan ibu sendiri? Aku tidak. Aku memang mengidolakan ibu sejak kecil. Tapi tak pernah berpikir akan menjadikan ibu sebagai sahabat. Yang kupahami dulu, orangtua tidak bisa menjadi sahabat anaknya.

Saat SMA, aku pernah memiliki teman yang sangat akrab dengan ibunya. Awalnya aku hanya mendapatkan ceritanya dari teman-teman yang lain. Sampai suatu hari, aku berkesempatan untuk berkunjung dan melihat sendiri bagaimana temanku dan ibunya sangat akrab. Temanku tak pernah ragu menceritakan apapun  pada ibunya. Soal temannya, sekolah, bolos bahkan pacar-pacarnya. Ibunya? Mendengarkan dengan seksama dan sesekali mengolok anaknya. Seakan mereka sebaya. Meski begitu, temanku tak pernah kehilangan kesopanannya. Tetap terlihat jelas kasih sayang dan sopan santunnya ke ibu. Melihat itu, aku tentu saja iri.

Lanjutkan membaca “Ibuku, Sahabat Terbaikku”

Tips Agar Keluarga Makin Akrab

Memiliki keluarga besar yang tinggalnya satu kota sangat menyenangkan. Apalagi jika tempat tinggalnya mudah dijangkau. Frekuensi bertemu akan lebih sering terjadi. Meski begitu, untuk menjaga ke akraban antar keluarga perlu dilakukan beberapa hal. Agar hubungan kekerabatan tetap mulus seperti kain sutra yang halus.

Apa saja yang bisa dilakukan?

Lanjutkan membaca “Tips Agar Keluarga Makin Akrab”

Putih yang Jadi Pilihan

Sejak tahun lalu, suami sudah menyuarakan untuk mengecat rumah. Alasannya karena dinding rumah sudah tidak ada ruang berkreasi lagi. Alias penuh dengan coretan anak-anak. Ha-ha. “Yakin mau di cat? Anak-anak masih kecil lho. Dan kita berencana nambah satu anak lagi. Mungkin Cinta dan Rangga sudah berhenti menggambar di dinding. Adiknya nanti, kan gak tau,” kataku pada suami. Aku sendiri senang sih, kalau ada nuansa baru di rumah. Tapi juga memahami kondisi yang mungkin akan terjadi.

Lanjutkan membaca “Putih yang Jadi Pilihan”

Lega

Setelah beberapa hari terakhir berpindah-pindah lokasi dan menyiapkan diri di zona Okelas Bunda Produktif batch 2, hari ini sudah bisa rabahan. Tampaknya badan dan otak perlu istirahat sejenak. Ha-ha. Kemarin-kemarin saat berada di awal zona O, banyak over thinkingnya. Bagaimana kalau gagal? Bagaimana kalau materi yang dibawakan tidak menarik? Bagaimana kalau nanti saat live terjadi trouble? Bagaimana kalau anak-anak tidak kooperatif? Bagaimana kalau suami tidak bisa menjaga anak? Bagaimana ini? Bagaimana itu? Dan masih banyak lagi.

Lanjutkan membaca “Lega”

Butterfly HCVC : Makrame I’m Fall in Love with You

Makrame adalah salah satu produk kerajinan yang berasal dari keahlian merangkai tali temali. Rabu, 23 Februari 2022 lalu aku kembali menjadi butterfly di HCVC. Yang mana Firda Rosiana menjadi speakernya. Judul yang dibawa adalah Step by Step Membuat Maceame Plan Hanger.

Di antara banyak konferens yang diadakan, materi ini yang paling membuatku berbinar. Tahun lalu, aku sudah berniat belajar membuat makrame. Alat dan bahan sudah disiapkan. Eh, niatnya gak terkumpul sempurna. Ketika flyer acara ini dibagikan, aku sangat bersemangat mengikutinya. Langsung daftar dan set pengingat kalender.

Lanjutkan membaca “Butterfly HCVC : Makrame I’m Fall in Love with You”

Butterfly HCVC : Melatih Anak Berpikir Komputasional Melalui Aktivitas Menggambar

Senin, 21 Februari lalu aku bertugas menjadi Butterfly di Hexagon City Virtual Conference. Speaker pertama yang kuhinggapi adalah Reni T. Wulandari dengan tema Melatih Anak Berpikir Komputasional Melalui Aktivitas Menggambar. Apa itu berpikir komputasional? Berpikir komputasional atau Computational Thinking adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer. Ini mendorong anak untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsep terstruktur.

Computational Thinking pertama kali dicetuskan oleh Syemour Aubrey Papert seorang ahli komputer dari MIT tahun 1980. Metode ini kemudian digencarkan oleh Jeannette Marie Wing dari Columbia University tahun 2006.

Lanjutkan membaca “Butterfly HCVC : Melatih Anak Berpikir Komputasional Melalui Aktivitas Menggambar”

Monopoli Dulu dan Sekarang

Pesatnya perkembangan teknologi membuat banyak permainan anak beralih. Yang tadinya aktivitas fisik, sekarang banyak duduk diam di depan layar. Namun, bukan berarti para orangtua membiarkan hal itu terjadi. Tak sedikit yang mencoba mengenalkan aneka permainan tradisional.

Mainan tradisional yang masih kulihat saat ini diantaranya asinan, gerobak sodor, cinaboy, petak umpet (ini termasuk permainan tradisional gak sih?). Atau permainan lain yang tidak menggunakan aktifitas fisik, seperti halma, ular tangga, catur dan monopoli.

Lanjutkan membaca “Monopoli Dulu dan Sekarang”

Beli Buku Atau Sewa?

Mana yang akan dipilih membeli buku bacaan baru atau menyewanya? Kalau dulu, pilihanku tentu akan jatuh pada membeli buku. Sejak dulu, aku bercita-cita memiliki perpustakaan sendiri. Sekarang, keinginan itu masih ada. Tapi karena keterbatasan tempat, aku harus bisa memilah-milah buku mana yang harus ditinggal dan mana yang harus dilepaskan setelah membaca.

Ingatanku masih sangat jelas, setiap akhir pekan toko buku adalah tempat kesukaanku dan bapak. Kami bisa menghabiskan waktu sangat lama di toko buku. Memilih buku yang akan kami beli. Genrenya tentu saja berbeda. Biasanya yang geleng-gelang kepala adalah ibu, menteri keuangan. Mau melarang, tapi presidennya sudah memberi izin. Ha-ha.

Lanjutkan membaca “Beli Buku Atau Sewa?”

Kehabisan Ide Menulis, Ini Tipsnya

Menulis merupakan kegiatan yang bisa mengasah daya pikir, ingatan dan mengembangkan imajinasi. Bahkan tak sedikit yang bisa menambah penghasilan lewat tulisannya. Berbakat atau tidak, setiap orang bisa menulis. Menulis itu perlu dilatih. Jika kita memiliki bakat menulis tapi tidak melatihnya, maka bakat itu akan percuma.

Tapi bagaimana jika tiba-tiba, kehabisan ide menulis. Sedangkan kebiasaan menulis tidak mau dilewatkan. Kamu tidak sendiri kok. Aku juga sering tiba-tiba hilang ide mau nulis apa. Padahal udah sering kali mencatat tema tulisan ketika idenya muncul. Memang sih, kadang ide itu muncul pas lagi tidak handphone, sehingga bisa terlupa. Lalu apa yang bisa dilakukan supaya ide itu muncul?

Lanjutkan membaca “Kehabisan Ide Menulis, Ini Tipsnya”