Aliran Rasa Zona 2 : Fokus Pada Lawan Bicara

Wah, sudah hari terakhir nih. Oke ntar ngetiknya pas bayi tidur saja, jadi aku bisa lebih santai menuliskan jurnal hari ini. Pikirku kemarin. Ternyata saat bayi tidur siang, aku malah asik menyetrika pakaian yang sudah menunggu sejak hari Minggu. Yah, mau gimana panggilan jiwa menyetrika pakaian lebih menggoda.

Malamnya aku baru sadar kalau belum menuliskan jurnal sama sekali. Mau mencuri waktu sejenak untuk mengerjakan jurnal tidak mudah. Anak-anak sudah terbiasa habis magrib ngobrol dan membaca buku bersama-sama. Jika aku harus online malam hari, anak-anak sudah diberi tahu sejak siang. Jadi mereka dan aku sudah menyiapkan diri. 

Lanjutkan membaca “Aliran Rasa Zona 2 : Fokus Pada Lawan Bicara”

Tantangan Zona 2 Hari Ke 3, Tingkatkan Lagi

Sabtu, 29 Juni 2024 

Tantangan Zona 2 hari ke 3 

Emoticon untuk latihan feedback hari ini adalah :). Hari ini giliran anak tengah yang kebagian feedback. 

Cuaca yang sangat terik, migren ditambah semangat anak-anak dalam menjalani hari, sungguh luar biasa. Kalau saja tidak melakukan box breath aku mungkin melambaikan tangan ke kamera. 😀

Semua bermula saat Rangga melihat stand mewarnai. Ia meminta izin untuk dibolehkan mewarnai. Awalnya aku tidak setuju. Mewarnai kan bisa dimana saja ya. Tapi mengingat cuaca yang terik, aku memilih untuk mengizinkan. Anehnya bukan segera mengambil posisi, Rangga malah menangis. Aku tentu saja bingung. Bukannya sudah diizinkan? Sebelumnya pun dia tidak merengek berlebihan. 

Lanjutkan membaca “Tantangan Zona 2 Hari Ke 3, Tingkatkan Lagi”

Tantangan Zona 2 hari ke 2, Belajar Mendengarkan

Jumat, 28 Juni 2024 

Tantangan Zona 2 hari ke 2 

Hari ini sungguh berbeda dari kemarin-kemarin. Emoticon yang cocok untuk hari ini menurutku adalah ☺️. 

Hariku rasanya ringan sekali. Kenapa? Karena kali ini aku punya waktu ngobrol berduaan dengan mama mertua. Hal yang jarang sekali terjadi. Karena setiap aku berkunjung ke rumah mama di Samarinda, selalu dikelilingi bocah-bocah. Bukan hanya anak-anakku, tapi juga keponakanku. Jadi ngobrolnya minim efektif. Ha-ha. 

Lanjutkan membaca “Tantangan Zona 2 hari ke 2, Belajar Mendengarkan”

Tantangan Zona 2 Hari ke 1, Harus Bisa !

Kamis, 27 Juni 2024 

Saat membaca pertanyaan nomer satu, emoticon apa yang mewakili hari ini. Ini dia 😩 . Emoticon ini benar-benar ku munculkan di wajahku. 

Di hari pertama komunikasi produktif tantangan zona 2 ini, Cinta adalah orang pertama yang menjadi partner. Pilihan pertama dan utama memang dia sih. Hehehe 

Lanjutkan membaca “Tantangan Zona 2 Hari ke 1, Harus Bisa !”

Ternyata Aku …

Bunda Sayang #9 : Zona 1, Hari 14

Aku menemukan ternyata diriku, masih mau dan mencari kesempatan untuk belajar. Tidak mudah memang. Tapi aku yakin, aku mau dan aku mampu. Aku masih ingin mengembangkan potensiku tanpa meninggalkan kewajiban utamaku. Bukankah kita semua memang seperti itu? Hidup tidak hanya untuk diri sendiri.

Saat statusku dari single berubah menjadi seorang istri lalu seorang ibu, memang memberikan pengalaman yang sangat luar biasa. Rasanya semua berjalan dengan cepat. Apakah memang cepat? Atau otakku yang belum memprosesnya? Lalu apakah aku menyesal? Tentu saja tidak. 

Lanjutkan membaca “Ternyata Aku …”

Read Aloud Rumin Literasi Ibu Profesional Balikpapan Raya

Hari ini, Minggu (19/02) Rumin Literasi Ibu Profesional Balikpapan Raya kembali mengadakan kegiatan. Kali ini kegiatannya adalah read aloud bersama Teh Lia yang berdomisili di Kalimantan Tengah. Buku yang dibacakan berjudul Aku Boleh Bilang “Tidak”. Aku dan warga kampung komunitas IP Balikpapan Raya, berbondong-bondong hadir ke acara ini secara virtual. Meski online, tidak mengurangi keseruan selama acara

Belakangan banyak sekali beredar berita penculikan anak. Meski saat itu hasilnya ada hoax tetap saja, kita harus waspada. Karena tidak tahu apa yang akan terjadi. Maka dengan read aloud ini pesan-pesan banyak diberikan ke anak-anak.

Lanjutkan membaca “Read Aloud Rumin Literasi Ibu Profesional Balikpapan Raya”

Penggunaan Bahasa Sehari-Hari

Sebagai orang yang besar dan lahir di Balikpapan, aku termasuk orang yang hanya bisa bahasa Indonesia. Padahal, sejak sekolah teman-temanku banyak yang berasal dari suku jawa, madura, bugis dan banjar. Suku-suku yang memang mudah ditemui di kota minyak ini. 

Namun, kebanyakan teman-teman sekolahkupun menggunakan bahasa Indonesia. Yang masih kental berbahasa daerah, hanya orang tua mereka. Teman-temankupun, akan berbahasa daerah, saat diajak ngobrol orang tuanya.

Lanjutkan membaca “Penggunaan Bahasa Sehari-Hari”

Posisi Bayi Sungsang? Lakukan Ini

Ada banyak sekali yang sering diungkapkan ketika mendengar posisi janin di dalam rahim sungsang. Hal ini membuat banyak ibu hamil jadi makin ketakutan dengan persalinannya nanti. Apa sih sungsang itu? Janin dinyatakan sungsang apabila posisinya di dalam rahim dengan posisi kepala di atas atau melintang. Karena biasanya pada persalinan normal, kepala bayilah yang keluar duluan. Sedangkan jika posisinya sungsang maka pantat atau kaki si Kecil yang akan keluar terlebih dahulu dibandingkan dengan kepala. Hal ini dapat di diagnosis oleh bidan atau dokter kandungan melalui bantuan USG.

Lanjutkan membaca “Posisi Bayi Sungsang? Lakukan Ini”

Pengki dan Sapu Mini, Benda Wajib Saat Staycation

Saat liburan atau staycation, benda wajib apa yang tidak pernah ditinggalkan. Sebagian mungkin memilih strika travelling, colokan tambahan atau apa lagi? Selain colokan tambahan,aku memilih mini pengki sebagai benda wajib lain yang harus masuk dalam koper keluargaku. Kok mini pengki?

Lanjutkan membaca “Pengki dan Sapu Mini, Benda Wajib Saat Staycation”

Semua Ibu Itu Hebat

Belum lama ini, seseorang yang aku follow di instagram berbagi rutinitas paginya sebagai ibu dalam membuat bekal sekolah. Tak hanya sekadar video, ia juga memberikan narasi opininya sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik. Sebenarnya saat mendengar pertama kali, reaksiku “wah, bisa ada yang komplen nih,” batinku.

Benar saja, beberapa hari kemudian ternyata ada yang mengkritik narasinya. Padahal maksud si pembagi, narasinya untuk penyemangat ibu-ibu yang bekerja di ranah domestik. Karena ada kalanya seorang ibu merasa jenuh dan “kepenuhan”. Bukan menyindir soal ibu bekerja di publik vs domestik. Ia pun pernah merasakan menjadi ibu yang bekerja di ranah publik. Otomatis ia tahu bagaimana rasanya dulu.

Lanjutkan membaca “Semua Ibu Itu Hebat”