Penggunaan Bahasa Sehari-Hari

Sebagai orang yang besar dan lahir di Balikpapan, aku termasuk orang yang hanya bisa bahasa Indonesia. Padahal, sejak sekolah teman-temanku banyak yang berasal dari suku jawa, madura, bugis dan banjar. Suku-suku yang memang mudah ditemui di kota minyak ini. 

Namun, kebanyakan teman-teman sekolahkupun menggunakan bahasa Indonesia. Yang masih kental berbahasa daerah, hanya orang tua mereka. Teman-temankupun, akan berbahasa daerah, saat diajak ngobrol orang tuanya.

Lanjutkan membaca “Penggunaan Bahasa Sehari-Hari”

Menggambar dan Mewarnai Bersama Anak

Ketika memutuskan memiliki anak dengan jarak yang tidak terlalu jauh, tentu para ibu dan ayah sedang mengatur strategi. Bagaimana caranya agar anak-anak tidak merasa kasih sayang orang tuanya tidaklah berkurang.

Jujur saja, itu adalah yang sering aku khawatirkan. Kadang aku ingin punya waktu berduaan saja dengan Cinta. Tapi lebih sering, adiknya tidak mau ketinggalan ambil bagian. Belakangan ini, aku dan Cinta punya waktu berduaan di pagi hari atau menjelang siang. Saat waktunya antar jemput sekolah. Meski ini juga tidak selalu. Kalau Rangga ingin ikut, ya mau tidak mau dibawa.

Lanjutkan membaca “Menggambar dan Mewarnai Bersama Anak”

Pengki dan Sapu Mini, Benda Wajib Saat Staycation

Saat liburan atau staycation, benda wajib apa yang tidak pernah ditinggalkan. Sebagian mungkin memilih strika travelling, colokan tambahan atau apa lagi? Selain colokan tambahan,aku memilih mini pengki sebagai benda wajib lain yang harus masuk dalam koper keluargaku. Kok mini pengki?

Lanjutkan membaca “Pengki dan Sapu Mini, Benda Wajib Saat Staycation”

Semua Ibu Itu Hebat

Belum lama ini, seseorang yang aku follow di instagram berbagi rutinitas paginya sebagai ibu dalam membuat bekal sekolah. Tak hanya sekadar video, ia juga memberikan narasi opininya sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik. Sebenarnya saat mendengar pertama kali, reaksiku “wah, bisa ada yang komplen nih,” batinku.

Benar saja, beberapa hari kemudian ternyata ada yang mengkritik narasinya. Padahal maksud si pembagi, narasinya untuk penyemangat ibu-ibu yang bekerja di ranah domestik. Karena ada kalanya seorang ibu merasa jenuh dan “kepenuhan”. Bukan menyindir soal ibu bekerja di publik vs domestik. Ia pun pernah merasakan menjadi ibu yang bekerja di ranah publik. Otomatis ia tahu bagaimana rasanya dulu.

Lanjutkan membaca “Semua Ibu Itu Hebat”

Sharing Pijat Bayi di Rumba Ibu Profesional Balikpapan Raya

Pijat bayi sudah tidak asing lagi di telinga kita para ibu. Apalagi di kota Balikpapan dan kota-kota besar lainnya. Baby spa begitu mudah ditemui. Bahkan, ada baby spa yang menawarkan paket home care alias perawatan di rumah. Lalu, apakah tepat memilih pijat bayi di baby spa? Atau sebaiknya dilakukan ibunya sendiri.

Lanjutkan membaca “Sharing Pijat Bayi di Rumba Ibu Profesional Balikpapan Raya”

Serasa Coffee and Space

Saat ini, coffee shop begitu mudah kita temui. Dalam radius 1 kilometer, bisa jadi ada 2-3 coffee shop. Mulai dari yang harganya terjangkau sampai yang cukup terkenal seIndonesia Raya. 

Mulai dari mahasiswa sampai pekerja saat ini suka menikmati waktu di coffee shop. Tentu berbeda dengan zamanku kuliah bertahun-tahun lalu ya. Apalagi, aku bukan tipe anak yang sering nongkrong dengan teman-temanku.

Lanjutkan membaca “Serasa Coffee and Space”

Tas Favoritku, Kaynn by Meytanayu

Perempuan dan tas, tampaknya sedikit sulit dipisahkan. Kebanyakan perempuan, suka berganti-ganti tas. Meski tak sedikit juga, yang lebih memilih memakai tas tertentu samapai masa pakainya habis. 

Sayangnya, aku tidak masuk kategori perempuan yang seperti itu. Bisa jadi, karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ibuku suka sekali berganti tas dalam setiap kesempatan. Bukan harus tas baru ya. Hanya saja tas-tas di rumah, selalu diputar penggunannya. Kalau kemarin sudah memakan tas A, maka keesokannya pasti sudah berganto menjadi tas B atau tas C.

Lanjutkan membaca “Tas Favoritku, Kaynn by Meytanayu”

Putu Labu

Sebagai orang yang picky eater, Cinta cukup kesulitan menentukan makanan kesukaannya. Ayam goreng? Sosis? Telur. Jawabannya bisa jadi suka sih, tapi…. Yups, ada tapinya. Tapi gak gimana-gimana banget.

Hingga satu hari ketika kami berjalan ke alun-alun Kota Batu, Cinta secara tidak sengaja melihat seorang penjual putu labu. Cinta pun bertanya “Mah kue apa itu kok aromanya enak banget? Cinta jadi pengin,”

“Oh, itu putu labu. Enak lho! Mau?” jawabku sekalian bertanya. Ia langsung mengangguk.

Lanjutkan membaca “Putu Labu”

Meminjam Atau Membeli ?

Kalau diminta memilih, kamu lebih setuju pinjam atau membeli? Aku pribadi lebih memilih untuk membeli dari pada meminjam. Namun, perlu diperhatikan juga, penggunaan barang setelah dibeli apakah memang dipakai berkali-kali atau hanya sekali.

Salah satu penyesalan yang kulakukan dalam meminjam atau beli adalah memilih membeli kebaya untuk wisuda. Saat itu aku memutuskan untuk membeli saja, karena kebaya milik mbakku berwarna putih (yang memang ia pakai saat akad nikah). Dan tentu saja karena saat itu dres code wisuda masih terpaku pada kebaya. Tidak seperti sekarang yang bisa menggunakan gauh atau gamis. Apalagi nih ya, saat wisuda kebaya itu tertutup oleh toga dan kawan-kawannya. Ha-ha. Bahkan saat foto bersama calon suami, aku masih menggunakan toga lengkap.

Lanjutkan membaca “Meminjam Atau Membeli ?”

Cinta Karena Biasa

Ketika hati sudah tidak merasa nyaman, apakah masih tetap mencintai? Ah, ini terlalu mendayu-dayu dan sedikit berlebihan ya. Apalagi kecintaan pada pekerjaan domestik tidak ada yang sama.

Dari sekian banyak ibu rumah tangga, menyetrika mungkin pekerjaan yang paling sedikit disukai. Namun, aku salah satu dari segelintir orang yang ternyata menyukai pekerjaan ini. Awalnya bisa jadi dipaksa. Karena aku ingat benar, aku mulai menyetrika pertama kali saat aku kelas 1 SMP. Saat itu, aku beru saja mentruasi. Yang artinya beberapa tugas rumah harus bisa kukerjakan sendiri. Selain mencuci, tentu saja menyetrika. Biasanya pekerjaan ini memang saling melengkapi.

Lanjutkan membaca “Cinta Karena Biasa”