Random

Apa yang dilakukan saat menghindari mual dan muntah di awal kehamilan? Biasanya para dokter akan memberikan obat jika mual dan muntahnya cukup parah. Kondisi setiap ibu tidak sama. Bidan Neny, sudah memberikan beberapa obat yang perlu dikonsumsi jika mual dan muntahnya berlebihan.  

Saat belum yakin hamil, aku sempat “menyalahkan” kol di telur dadar.  “Pagi ini kok perut begahya. Padahal sebelumnya aman aja,” tanyaku pada ibu. Di hari ke 9 ramadan, aku masih bisa berpuasa. Kemarin-kemarin, sebenarnya ada rasa tidak nyaman di badan. Tak hanya itu, saat mencoba minum kopi yang biasa aku nikmati, ada rasa tidak nyaman. Tubuh seperti menolak salah satu asupan yang aku suka. Aku pikir, mungkin karena sejak sebelum puasa, aku memang sudah mengurangi kopi dan saat puasa tidak minum sama sekali.

Lanjutkan membaca “Random”

Pahami Kenapa Harus Demo

“Katanya di Jakarta demo besar-besaran ya?” tanya ibu sepulang sholat terawih.
“Oh ya?” aku balik bertanya.
“Iya, tadi bude Tuti cerita pas di mesjid,” tambah ibu.
Aku tak menanggapi lagi. Selain karena tidak tahu, aku juga tidak tertarik dengan politik. Cukup yang paham-paham sajalah yang bersuara.

Tak lama kemudian, aku melihat postingan IG sebuah media cetak yang menperlihatkan salah satu korban demo hari ini.

Lanjutkan membaca “Pahami Kenapa Harus Demo”

Pengalaman Vaksin Covid-19 (1, 2 dan Boster)

Sudah vaksin kah Anda? Mudah mendapatkannya? Atau cukup kesulitan? Saat vaksin dosis pertama, aku dan ibu cukup kesulitan mendapatkannya. Perlu “perang” saat mendaftarkan diri. Padahal sudah sering berlatih “perang” saat belanja. Qadarullah, masih masuk dalam daftar antrian yang cukup jauh.

Alhamdulillah, tak terlalu lama aku dan ibu mendapatkan vaksin dosis pertama. Bagaimana efeknya? Setelah vaksin, aku sangat mengantuk. Dalam perjalanan pulang, aku tertidur di kursi penumpang. Memang sih, waktu vaksin bertepatan dengan jadwal aku tidur siang ✌🏻. Sedangkan ibu, langsung merasa lapar. Setelah sholat isya baru ibu merasa ngantuk dan tidur pulas sampai waktu subuh.

Lanjutkan membaca “Pengalaman Vaksin Covid-19 (1, 2 dan Boster)”

Zona O Pekan 2 : Dari Hexagon City Virtual Conference Lanjut ke Hexagon City Fair

Zona O pekan ke baru saja dilalui. Jika pekan lalu, hexagonia dibuat deg-degan, pekan ini dibuat agak santai. Setelah melalui Hexagon City Virtual Conference, aku sangat lega. Sehari setelahnya aku langsung curhat di blog. Tulisannya bisa di lihat di sini.

Lega, tentu saja. Bagaimana kalau gagal? Bagaimana kalau materi yang dibawakan tidak menarik? Bagaimana kalau nanti saat live terjadi trouble? Bagaimana kalau anak-anak tidak kooperatif? Bagaimana kalau suami tidak bisa menjaga anak? Bagaimana ini? Bagaimana itu? Dan masih banyak lagi. Pertanyaan-pertanyaan yang merajai, sirna sudah. Rasanya benang kusut, sudah terurai. Bahkan benangnya sudah rapi kembali.

Lanjutkan membaca “Zona O Pekan 2 : Dari Hexagon City Virtual Conference Lanjut ke Hexagon City Fair”

Pelajaran Manis

“Hei nyak, masih inget ini gak?” seorang teman mengirimkan pesan dan gambar melalui DM instagramku.

“Ya ampun, kangennya,” balasku.

“Pengin balik ya, ha-ha.” balasnya lagi

“Wkwkwkw.”

Gambar yang dikirimkan adalah kliping dari sebuah koran. Aku yang menulis artikelnya. Seketika aku kembali teringat pengalaman liputan beberapa tahun lalu.

Lanjutkan membaca “Pelajaran Manis”

Pengganti

“Bi, tolong dong buka kepala selang ini. Tabung gasnya mau di masukkan ke lemari,” kata ibuku pada adik ketiganya. Lelaki yang bedanya hanya enam tahun dengan ibuku ini aslinya bernama Agus. Tapi di kampung kami Abi akrab disapa Agus Bagong. Dan setelah memiliki anak 18 tahun lalu, panggilan pamanpun berubah menjadi Abi. Karena anaknya memanggil Abi. Kamipun mengikuti, untuk membiasakan anaknya. Bahkan anak-anakku dan anak kakak-kakakku juga memanggil yang sama. Jarang menyematkan kata embah di depannya.

Sejak aku kecil, abi adalah pengganti sosok bapak. Bapak sakit sejak aku umur 7 tahun. Beberapa perkerjaan rumah yang berat mau tidak mau dilimpahkan ke abi. Mengantar jemput sekolah, memperbaiki atap yang bocor, memperbaiki intalasi listrik di rumah. Pokoknya apapun.

Bahkan, sampai saat aku mengadakan resepi pernikahan abi dan umi istrinya yang menggantikan tempat ibu dan bapak. Sesuai permintaan ibu dan bapakku. Abi adalah sosok yang mirip embah. Terutama rasa sayangnya pada anak dan cucu-cucu. Jika anak-anakku sakit atua menangis, abi dengan sigap menghibur mereka. Mengajak jalan keliling kampung. Persis yang embah lakukan untukku dulu.

Jelajah Kota : Lampion Garden Samarinda

Kota Samarinda. Kota yang terkenal dengan sebutan kota tepian. Samarinda memang berada di tepian sungai Mahakam. Sungai terpanjang di Kalimantan Timur. Samarinda sendiri memiliki memiliki banyak sungai. Menurut wikipedia, ada 27 sungai alam di Samarinda.

Samarinda punya ciri khas sendiri. Di kota ini, kebudayaannya cukup kental. Meski berbahasa Indonesia, masyarakatnya biasa dengan logat banjar. Jadi kalau berkunjung ke Samarinda dan Kalimantan Selatan, hampir tidak ada bedanya.

Lanjutkan membaca “Jelajah Kota : Lampion Garden Samarinda”

Jangan Malas Buang Sampah

“Ih, ini pasti karena bapak jadi kayak gini!”

“Coba aja bapak gak gitu, pasti gak akan terjadi kaya gini!”

Ini, itu dan masih banyak ketidak berhasilan yang menurutku sumbernya dari bapak. Hingga suatu hari, beberapa tahun lalu, seorang teman berbagi pengalamannya setelah mengikuti sebuah kelas privat tentang pelepasan sampah batin. Ia bercerita ada banyak efek positif yang ia dan teman-temannya rasakan.

Lanjutkan membaca “Jangan Malas Buang Sampah”

Tragedi Paket

Pakeeet

Apakah tampak menyenangkan ketika mendengar kata-kata itu? Kebanyakan akan kegirangan mendapatkan notifikasi paket dari kurir. Tapi ada juga yang deg-degan. Takut dimarahin suami karena kemarin sudah ada paket yang datang. Atau tidak enak sama tetangga, karena sering dititipin paketan pas tidak ada di rumah. Atau semua pernyataan itu benar. Ha-ha.

Apappun yang kita check out dari keranjang belanja market place, pasti tidak sabar kita nanti. Aku termasuk yang beruntung, selalu bertemu kurir yang baik dan penyabar. Apapun ekspedisinya.

Lanjutkan membaca “Tragedi Paket”