Menggendong Adik dan Kakak Bersama

Sudah sejak lama, saya ingin mencoba menggendong tandem, depan-belakang. Sayangnya, keinginan itu lama baru bisa direalisasikan. Billa, anak kakak saya yang ketiga, selalu menolak jika saya menawarkan menggendong dengan wrap. Bukan hanya dengan saya atau gendongan wrap, tapi dengan ibu atau ayahnya pun mau digendong ketika akan pulang saja. Karena anaknya sudah bisa berlari ke sana kemari, menggendongpun jadi berkurang. Lanjutkan membaca “Menggendong Adik dan Kakak Bersama”

Kapan Anak Bisa Minum Sendiri?

Mamak-mamak muda (tsaaahh) macam saya pasti sering bertanya, kapan sih anak bisa minum sendiri. Yups, pertanyaan serupa juga sering saya baca di grup whatsapp. Saat akan mendekati MPASI saya juga jadi penasaran. Kira-kira bayi sudah bisa minum pakai sedotan atau belum? Lanjutkan membaca “Kapan Anak Bisa Minum Sendiri?”

Rindu Pepohonan? Bercengkrama di Atas Rumput Jadi Pilihan

Sampai sekarang, saya masih belum bisa move on dari rumah dinas bapak. Bagaimana tidak, hampir 20 tahun saya terbiasa melihat pohon dan rerumputan. Sekarang saya hanya bisa bermain rumput (di tetangga) bersama Cinta. Meskipun tidak sering, saya kerap mengajak Cinta duduk di atas rumput, pagi atau sore hari. Lanjutkan membaca “Rindu Pepohonan? Bercengkrama di Atas Rumput Jadi Pilihan”

Berinteraksi dengan Bayi Lewat Buku

“Sebelum ingin anak bisa membaca, sebaiknya ajari anak untuk mencintai buku” — kalimat ini pernah saya baca, tapi lupa di mana.

Untuk saya yang punya anak masih bayi, tentu membaca bukan target utama saat mengenalkan buku. Saya memang berkeinginan Cinta menyukai buku. Tidak harus seperti saya. Tapi setidaknya, dia menjadi anak yang akan membaca tuntas, apapun itu. Biar kemakan hoax yang kadang suka ditaruh dijudul. Padahal isi dan judul jauh berbeda.
Lanjutkan membaca “Berinteraksi dengan Bayi Lewat Buku”

Review Buku : Cuma Emak Biasa

Yeay, selamat datang Oktober!!

Semoga semakin ceria dan bersemangat menjalani aktvitas di bulan ini dan bulan-bulan mendatang.

Ngomong-ngomong soal ceria, saya baru saja membaca buku Bukan Emak Biasa yang ditulis Fitri Ariyanti Abidin. *gak nyambung amat sama ceria 🙄*. Padahal, buku ini sudah lamaaaaa sekali dipinjamkan. Dan baru (ingat) dibaca. *lirik tumpukan buku yang belum disentuh* Lanjutkan membaca “Review Buku : Cuma Emak Biasa”

Anak Suka Melihat ke Depan Saat Digendong

Sejak mengenal ilmu babywearing, saya cukup tidak sabar untuk menggendong anak di punggung. Beberapa orang menyarankan di atas 6 bulan, saat anak mulai bisa duduk dan kepala tegak.

Saya mulai mencoba-coba gendong belakang di 5 bulan usia Cinta. Saat itu, waktunya hanya sebentar dan saya menggunakan gendongan jenis SSC (Soft Structure Carrier). Tidak lama. Kurang dari 5 menit saya menggendong dengan posisi tersebut. Kenapa? Saya masih belum percaya diri. Selain itu, saya jga kesulitan melihat Cinta, karena posisinya yang masih di bawah. Lanjutkan membaca “Anak Suka Melihat ke Depan Saat Digendong”

Front Wrap Cross Carry – Teknik Dasar Menggendong dengan Wrap

Front Frap Cross Carry atau yang biasa disebut FWCC merupakan teknik dasar dalam menggendong menggunakan wrap. Meski dasar, teknik ini palig sering saya gunakan dan paling nyaman (menurut saya).

Selain itu, satu lapis kain yang melilit anak tidak gampang membuat gerah. Apalagi untuk Balikpapan yang cuacanya suka gak santai 😎.

<
gar lebih cantik, FWCC bisa menggunakan beberapa ikatan akhir untuk mempercantik. Misal dengan slip knot atau tub (tied under bum).
Lanjutkan membaca “Front Wrap Cross Carry – Teknik Dasar Menggendong dengan Wrap”

Macaroni Schotel, Camilan untuk (mama) Bayi

Hari ini tepat 1 Muharam, kebetulan di kampung saya ada tradisi memasak bubur Asyura. Bubur ini dimasak bersama-sama oleh ibu-ibu dan bapak-bapak. Tujuan utamanya lebih pada memupuk rasa gotong royong dan kekeluargaan antar warga. Waktunya tidak harus tepat 1 Muharram. Hanya saja, banyak warga yang bisa mengerjakannya hari ini. Hari lain, masing-masing sudah punya agenda.

Nah, karena sudah pasti dibagikan bubur setiap rumah, sayapun memilih tidak masak. Lalu bagaimana dengan makanan si bayi?

Cinta kembali menunjukkan tanda-tanda malas makan. Palingan hanga 2-3 sendok, dia tidak mau buka mulut lagi. Berkaca dari pengalaman sebelumnya saya mulai menerka-nerka apa sih yang bikin dia malas makan? Lanjutkan membaca “Macaroni Schotel, Camilan untuk (mama) Bayi”

Liburan Istimewa di Daerah Istimewa Yogyakarta

IMG_20170719_130941

Liburan ke Yogyakarta, belum dua bulan berlalu. Tapi, rasanya sudah lamaaaaaa sekali *kode minta liburan lagi*.

Sebelumnya, saya tak pernah membayangkan akan liburan bersama Cinta di usianya yang masih bayi. Yaaah, dulu ngebayanginnya kalau liburan dia udah bisa lari sana sini. Karena belum pernah liburan (apalagi bersama bayi) sebelumnya, tentu saja saya menjadi repot sendiri. Bingung apa-apa saja yang harus dibawa. Lanjutkan membaca “Liburan Istimewa di Daerah Istimewa Yogyakarta”

Bebas Beraktivitas dengan Menggendong

Pagiku Cerahku,

Matahari Bersinar, 

Kugendong Cintaku, Di Pundak … 

*Sambil nyanyi*
Lanjutkan membaca “Bebas Beraktivitas dengan Menggendong”