Sayur Favorit

Menu apa yang tidak membosankan dan masih suka dinikmati hingga saat ini? Kalau aku sayur bening bayam adalah menu paling aman. Untukku sendiri ya. Bukan anak-anak dan keluarga di rumah, he-he.

Saat aku kecil, dalam seminggu ibu bisa dua sampai tiga kali memasak sayur bening. Selain simple dan cepat dalam memasaknya, aku termasuk anak yang susah sekali menerima sayuran dalam menu makanku. Sebenarnya sayur bayam juga tak langsung aku makan. Tapi ibu selalu menyelipkannya dengan memotong kecil-kecil. Sehingga aku bisa makan tanpa rasa ragu.

Lanjutkan membaca “Sayur Favorit”

Perpustakaan

“Gara-gara TTM Perpustakaan, jadi ada yang tanya-tanya,”

Kurang lebih kalimat itulah yang kubaca melalui notifikasi grup telegram.

Lah, kapan ada TTM Perpustakaan, batinku. Aku pun segera membukan FBG. Dan ternyata, aku terlewat satu tema TTM. Belakangan aku memang tak banyak membuka sosmed. Untuk chat pribadi saja, aku harus membalas cukup lama. Hiks-hiks. Bukan tanpa alasan, anak-anak belakangan meminta jatah juga saat mamanya memang hp. Alhasil, harus mengalahkan jam online dulu, supaya mereka tak ikut-ikutan.

Lanjutkan membaca “Perpustakaan”

Banjir Oh Banjir

Banjir adalah kata yang sangat jarang kudengar saat kecil. Entah karena wilayah Balikpapan yang terdampak banjir sedikit atau karena zaman dulu tak ada media sosial. Sehingga berita banjir tak mudah didapat seperti sekarang.

Atau bisa juga karena perkembangan, banyaknya rumah dan gedung yang di bangun, berakibat banjir mudah ditemui di berbagai sudut kota. Seperti belakangan ini, banjir di Balikpapan mudah sekali terjadi. Meski waktu surutnya juga cepat, tapi tetap saja banyak rumah yang terdampak.

Lanjutkan membaca “Banjir Oh Banjir”

Cerpen : Terbanglah Tinggi, Mimpiku

“Kamu kok gak cari info Ty. Katanya mau kuliah di Jawa. Kalau diem-diem gini mending kuliah di sini aja.” Kalimat Om Rio membuatku dan Tya tersentak. Kedua orang tua Tya adalah perantauan dari pulau Jawa. Buat mereka, anak-anaknya harus bersekolah di pulau Jawa. Biar punya pengalaman jauh dari orang tua. Bertolak belakang dengan kedua orang tuaku. Bahkan menjelang ujian nasional, aku belum memutuskan akan melanjutkan di mana nantinya.

Lanjutkan membaca “Cerpen : Terbanglah Tinggi, Mimpiku”

Cerpen : Mading Sekolah

“Ayo pulang sekarang!”

Tia membuyarkan lamunanku. Sudah lima belas menit aku menunggunya di kantin sekolah. Aku menunggunya selama ini, bukan hanya karena ia sahabatku. Tapi karena rumah kami yang satu blok dan pagi ini aku menumpang untuk pregi sekolah.

“Gak nunggu Febri?” tanyaku sambil mengikutinya ke parkiran motor.

“Gak, dia diajak ikut lomba mading,” kata Tya sambil menyerahkan helmku.

Lanjutkan membaca “Cerpen : Mading Sekolah”

Mengelola Menu Sehat Sekeluarga – Sesi 1

Pernah kebingungan mau masak apa hari ini? Atau menunya itu-itu saja? Lalu apakah sudah yakin menu yang disajikan sehat untuk keluarga di rumah? Untuk menghilangkan rasa penasaran dan kegelisahan tersebut, sekaligus menyemarakkan beaThreeful – 3 Tahun IP Balikpapan Raya, HIMA IPBaRa mempersembahkan kelas zoom “Mengelola Menu Sehat untuk Sekeluarga”. Pematerinya adalah Pramita Sari, member IP Tangerang Selatan.

Untuk diketahui, Pramitha Sari adalah seorang dietisien. Selain itu, perempuan yang akrab disapa Mitha ini juga founder dari Ngasi Yuk, Keluarga Peduli ASI, Sisterhood, Bersama Atasi Stunting, dan Konselor Laktasi.

Lanjutkan membaca “Mengelola Menu Sehat Sekeluarga – Sesi 1”

Apa Cita-Citamu?

Bertanya mengenai cita-cita pada anak-anak, terutama di bawah lima tahun sungguh hiburan yang menyenangkan. Bagaimana tidak, kebanyakan dari mereka menjawab cita-cita karena kagum pada profesi tertentu. Aku sendiri punya banyak cita-cita saat kecil dulu.

Pernah suatu hari (eh sering sih) aku bertanya pada Rangga “Rangga, kalau sudah besar mau jadi apa?”. Tak ada harapan yang muluk pada jawaban yang akan dilontarkan Rangga. Aku hanya sekadar bertanya.

Lanjutkan membaca “Apa Cita-Citamu?”

Pengalaman Vaksin Covid-19 (1, 2 dan Boster)

Sudah vaksin kah Anda? Mudah mendapatkannya? Atau cukup kesulitan? Saat vaksin dosis pertama, aku dan ibu cukup kesulitan mendapatkannya. Perlu “perang” saat mendaftarkan diri. Padahal sudah sering berlatih “perang” saat belanja. Qadarullah, masih masuk dalam daftar antrian yang cukup jauh.

Alhamdulillah, tak terlalu lama aku dan ibu mendapatkan vaksin dosis pertama. Bagaimana efeknya? Setelah vaksin, aku sangat mengantuk. Dalam perjalanan pulang, aku tertidur di kursi penumpang. Memang sih, waktu vaksin bertepatan dengan jadwal aku tidur siang ✌🏻. Sedangkan ibu, langsung merasa lapar. Setelah sholat isya baru ibu merasa ngantuk dan tidur pulas sampai waktu subuh.

Lanjutkan membaca “Pengalaman Vaksin Covid-19 (1, 2 dan Boster)”

Ultra Moist MS Glow

Lama sudah aku tidak menggunakan cushion dalam pilihan rangkaian kosmetik yang kugunakan. Sejujurnya sejak 2017, kosmetik yang aku gunakan hanya liptint, lipstick dan eyeliner. Kenapa? Karena aku suka melihat teksture kulit asliku. Selain itu, wajahku yang normal cenderung kering tapi mudah keringatan ini sering membuat kosmetik mudah luntur. Sunscreen adalah jalan ninjaku. Ha-ha.

Lanjutkan membaca “Ultra Moist MS Glow”