Dorayaki Ala Jepang

Mengajak anak berkegiatan di luar rumah tentu memerlukan persiapan. Misalnya pakaian ganti, tempat makan yang dituju, dan juga bekal cemilan. Saya yakin hampir semua ibu-ibu merasakannya. Mungkin pengin bawa rumahnya sekalian biar gk ada yang ketinggalan 😂😂. Lanjutkan membaca “Dorayaki Ala Jepang”

NHW #2 Martikulasi IIP Batch 6 : CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

Teroret roreeetttt…

Ngeblog kali ini jantung rasanya lompat-lompat, isi perutpun ikutan joget-joget. Yups, kali ini saya akan kembali menyelesaikan Nice Home Work (NHW) #2. Dibilang susah, kayaknya gak juga, cuma yaa gitu sih. *labil*. Akankah saya mampu menyelesaikan tantangan-tantangan pada setiap NHW? *doakan saya yaaaaa* *pasang ikat kepala*

NHW #2, membahas indikator Profesionalisme Perempuan. Berikut pengantar tugasnya.

Lanjutkan membaca “NHW #2 Martikulasi IIP Batch 6 : CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”

Es Kopi Susu “Roemahan”

Saya bukan pencinta kopi. Tapi, kadang-kadang pengin juga nyeruput kopi yang nikmat sambil ngelamun 😶. Siapa tau saya bisa dapat inspirasi 🤓. Ceeileeehhh.

Sayangnya, kopi sering kali membuat saya migren. Waktu itu pernah saya mencicipi kopi yang katanya ngehits, enak memang. Kelar minum saya kangsung migren seharian. Sedih kan 😌.

Beberapa minggu lalu, saat menghadiri Publik Talk, mbak-mbak di sebelah saya asyik nyeruput Es Kopi Susu. Duh, di seminar seperti itu tentu saja es kopi susu sangat-sangat menggiurkan. Saya pikir ada stand yng menjualnya. Ternyata tidak. Mungkin si mbak bawa dari rumah, pikir saya.

Minggu berikutnya, saat menghadiri Talk Show FormASI, Mak Jolav (teman, pengurus, dan owner Sparkling Babyshop yang sangat bersinar 😆) menawari saya ikutan beli es kopi susu. Karena gk ada yang jualan cemilan, sayapun ikutan beli. Jadilah saya menikmati Es Kopi Susu “Roemahan”. Enak! Daaaaannn saya gk sakit kepala habis minum sebotol Es Kopi Susu ini. Tapi saya butuh dan suka yang dingin banget 😂.

Beberapa hari kemudian, saya mendapatkan tugas menjadi Pahlawan. Yes Pahlawan! Pahlawan keponakan-keponakan saya. Menggantikan ibunya yang sakit 😌. Untuk mengapresiasi diri sendiri (karena kubukan pahlawan tanpa tanda jasa) saya kembali memesan es Kopi Susu Roemahan. Berkat itulah, saya makin semangat menjadi pahlawan. 🎉🎉

Pahit-pahit Nagih

Namanya juga kopi pasti pahit ya, tapi buat saya yang doyan manis ini pahitnya nagih. Dan gk pahit-pahit banget.

Susunya Pas

Kunci es kopi susu menurut saya ada di susunya. Kalau kebanyakan eneg. Kalau kurang, ehhmmmmm kayak nunggu Rangga ribuan purnama.

Harga

Untuk ukuran harga, Es Kopi Susu ini sama seperti kebanyakan. Tapi kalau suami saya bilang “lumayan juga”. Meski komentarnya begitu, tetap saja suami ikut menghabiskan jatah es kopi susu yang saya punya.

Ukuran

Buat saya pas, gk kebanyakan juga gk sedikit. Cuma emang sih banyakan nambahnya 😂.

Pengemasan

Botol yang digunakan sering saya temui saat membeli minuman-minuman sejenis. Branding logonya pun sederhana. Bener-bener rumahan.

Ngomong-ngomong, tulisan tentang es Kopi Susu ini memang ingin saya tulis. Bukan karena permintaan sama sekali. Dan ketika menulis blog ini, saya baru saja kembali memesan Es Kopi Susu Roemahan.

NHW#1 Martikulasi IIP Batch 6: Adab Menuntut Ilmu

Ketika beberapa teman mengatakan saya tipe yang ramah dan pandai bergaul, padahal sebenarnya saya tipe introvert. Teman akrab saya saat sekolah, bisa dihitung dengan jari. Aktif di kegiatan ektrakurikuler pun tidak. Bagi saya dulu berorganisasi itu seperti kurang kerjaan. Waktu kuliah, saya masih berpikir seperti itu. Sampai saat saya bekerja, saya secara tidak sengaja mengenal Forum Peduli ASI (FormASI) Kaltim. Bertemu dengan para ibu (baik ibu rumah tangga atau bekerja) telah membuka mata saya. Aktif dikegiatan komunitas adalah sesuatu yang berharga.

Dari situ, saya berkenalan dengan Mbak Dinari Lutfiana. Salahsatu yang juga menginspirasi saya. Keiinginan belajar di Institut Ibu Profesional sudah ada sejak lama. Sejak sebelum menikah. Sejak masih digalauin sama Surat Izin Menikah yang belum turun #ehcurhat🤭😌

Sampai akhirnya, ketika sudah memiliki anak usia 19 bulan, barulah saya belajar di Kelas Martikulasi Institut Ibu Profesional Batch 6. Saya masuk di kelas Kalimantan 2. Ternyata ada beberapa teman di komunitas yang menjadi teman sekelas saya.

Setelah mengikuti pembelajaran di tahap awal, kini saya dan teman-teman diberikan tugas pertama. Atau biasa disebut Nice Home Work (NHW) yang pertama.

Berikut saya salin tempel tugasnya.

NICE HOMEWORK# 1 

ADAB MENUNTUT ILMU

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch # 6, kini sampailah kita pada tahap intensif ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas. 

Tugas ini kami namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW. 

Dalam materi “ADAB MENUNTUT ILMU” kali ini, NHW nya adalah sbb: 

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini. 

2.Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut. 

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut? 

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia 

Salam Ibu Profesional, 

 / Tim Matrikulasi Ibu Profesional /

Ada banyak jurusan ilmu yang ingin saya tekuni. Dan semakin saya pikirkan, malah semakin galau. Yakinkah saya? Mampukah saya? Sampai-sampai tugas belum juga saya selesaikan.

Dan, inilah jawaban yang saya temukan. Setelah hampir satu minggu ini saya hadir di beberapa komunitas yang saya ikuti. Insya Allah dari lubuk hati yang terdalam.

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Ilmu berbagi. Berbagi apa saja. Terutama berbagi rezeki dan ilmu serta waktu yang saya miliki untuk bisa aktif di komunitas sosial yang saya ikuti.

2.Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

Aktif di komunitas sosial membuat saya lebih sadar pentingnya berbagi. Terutama Berbagi waktu, tenaga dan pengetahuan yang dimiliki. Dalam berbagi ini saya juga kerap mengajak suami dan anak. Agar mereka bisa terlibat dalam kegiatan yang saya lakukan.

Pengalaman kurang nyaman dari keluargalah yang membuka mata saya untuk aktif di komunitas, bahwa pentingnya informasi dan dukungan. Terutama para ibu, yang sering terkurung mitos-mitos yang membuatnya susah bergerak.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

Niat dan tekad yang kuat saya rasa jadi kunci utama dalam menuntut ilmu. Apalagi ada beberapa komunitas sosial yang saya ikuti. Tentu saya harus pandai mengatur waktu. Agar komunitas dan keluarga bisa berjalan beriringan dan seirama.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

⁃ Mengatur waktu sebaik mungkin dalam menjalankan tugas-tugas di komunitas.

⁃ Meluruskan niat untuk berbagi kepada banyak orang terutama anggota komunitas.

⁃ Menghilangkan rasa terbebani saat ada kegiatan atau tugas di komunitas.

⁃ Tidak merasa paling pandai dan lebih baik dari orang lain

Nama: Riska Fikriana Moerad_NHW#1

Absen: 42

Dan inilah NHW#1 saya. Rasanya plong setelah bisa menuliskan tugas pertama ini. Saya kembali bulatkan tekad. Belajar, belajar dan belajar. Karena semua akan indah pada waktunya.

Publik Talk : Simplycity Parenting – Waldorf Study Grup Balikpapan

To truly know the world, look deep within yourself. To truly know yourself, take a real interest in theworld.” Rudolf Steiner.

a4c9d25e-8587-42be-bf03-88a01398b861
Foto: Dokumentasi Waldorf Study Grup Balikpapan 

Bulan Juli ini banyak sekali kejutan untuk saya. Mulai dari yang membahagiakan, hingga menyedihkan. Juli adalah bulan lahir saya, namun di bulan ini juga saya harus kehilangan bapak untuk selama-lamanya.

Setelah lebaran, kondisi bapak memang drop. Tidak secara fisik, tapi psikologis. Saya sempat ragu setelah mendaftar Publik Talk ini. Apakah saya bisa datang? Bagaimana Cinta? Terakhir saya menitipkan Cinta pada kakak, hanya bisa bertahan 2 jam. Sebenarnya alasan terberat saya untuk tidak hadir karena kondisi bapak. Ternyata Allah SWT memanggil bapak tepat seminggu sebelum Publik Talk.

Meski masih dalam suasana berkabung, suami, ibu dan kakak mendukung penuh kehadiran saya di Publik Talk ini. Selain itu, yang menguatkan saya adalah karena saya yakin bapak ingin saya hadir. Demi diri saya, demi anak-anak dan demi cita-cita saya dan bapak. Ya, saya dan bapak punya pemikiran yang sama tentang menjadi istri dan ibu. Beruntung, suami juga sejalan.

Maka, hadirlah saya di Publik Talk diantar Suami, Cinta, Nindy dan Cicah.

Lanjutkan membaca “Publik Talk : Simplycity Parenting – Waldorf Study Grup Balikpapan”

Review Skincare : Whamisa Organic Flowers Toner – Deep Rich (Natural Fermentation)

Awal April lalu, saya berkenalan dengan Whamisa Organic Flowers Toner – Deep Rich (Natural Fermentation). Tidak sengaja. Sebenarnya karena saya penasaran dengan banyak review yang beredar. Padahal, saya sudah cukup puas menggunakan Klairs Preparation Toner. Tapi apalah daya saya yang tidak kunjung puas ini. Karena harganya cukup mahal dan saya takut tidak cocok, maka saya memilih mencoba botol ukuran jalan-jalan alias travel size. Saya membelinya di Toko Online langganan saya di Instagram. Meskipun membeli ukuran kecil, nyatanya saya malah membeli dua botol sekaligus. Ha-ha. Ngomong-ngomong, untuk ukuran 2 botol travel size 20 ml, saya menggunakannya sekitar 3 bulan. Menurut saya cukup awet. Karena itu, ketika persediaan menipis saya tak ragu membeli ukuran regulernya. Lanjutkan membaca “Review Skincare : Whamisa Organic Flowers Toner – Deep Rich (Natural Fermentation)”

Yeay, Okik Sunat

Dalam agama Islam, salahsatu tanda kedewasaan laki-laki adalah dilakukannya penyunatan. Namun, apakah semua anak laki-laki dengan mudah mau begitu saja menerima tawaran sunat. Biasanya, yang mereka khawatirkan bukan menjadi dewasa, tapi rasa sakit yang ditimbulkan setelah sunat.

Saya yang berasal dari tiga bersaudra perempuan, tentu tidak pernah tau bagaimana proses sunat. Punya sepupu dan keponakan laki-laki pun tinggalnya berjauhan. Nah, karena kebetulan sekarang saya tinggal bersebelahan dengan paman yang punya anak laki-laki, maka saya memiliki kesempatan (dan mungkin pengalaman untuk anak laki-laki (amin) saya nanti).

Lanjutkan membaca “Yeay, Okik Sunat”

Penjelajah Kecil di Taman Tiga Generasi

“No one in this world can love a girl more than her father” – Michael Ratnadeepak

==DSCN4684

Hari ini di beberapa daerah di Indonesia serentak sedang melakukan Pemilihan Kepala Daerah. Semoga saja, Kepala Daerah yang terpilih bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan bersih. Amin. Ngomong-ngomong, tulisan kali ini tidak akan membahas tentang politik dan teman-temannya kok. Selain karena saya tidak paham-paham banget, juga bukan saya banget kan, ha-ha.

Setelah galau memutuskan libur di hari apa, selasa sore kemarin bapaknya Cinta mendadak memutuskan libur. Benar-benar mendadak. Pukul 16.30 WITA, sesaat setelah anaknya selesai mandi dan mengajak jalan-jalan sore keliling kampung. Tentu saja, jalan-jalan keliling kampung kami pindah. Seperti biasa, pilihan jalan-jalan sore atau pagi adalah lapangan merdeka. Tapi kali ini suami pengin jalan-jalan ke DOME. Tapi keyataannya, ketika sudah dekat dengan tempat yang dituju, kami malah berbelok arah.
Lanjutkan membaca “Penjelajah Kecil di Taman Tiga Generasi”

Kopdar dan Halal Bihalal Gentlebirth Family

Sometimes, a hug is all you need to make you feel better – anonim “

Sabtu, 23 Juni kemarin saya menghadiri Kopdar dan Halal Bihalal Gentlebirth Family di Griya Bunda Sehat. Kopdar kali ini lebih santai dari biasanya (meski biasanya pun juga santai, hehe).

Dimulai dengan sedikit informasi mengenai komunitas, Bidan Neny Rahmawati (Founder dan Pengampu Gentlebirth Family) berbagi cerita tentang pengalamanya saat mengikuti kegiatan di Bali. Di mana kegiatan tersebut diikuti oleh bidan-bidan dari beberapa negara. Sungguh pengalaman yang menyenangkan ya.

Lanjutkan membaca “Kopdar dan Halal Bihalal Gentlebirth Family”