Game Level 6 Hari 7 : Temukan Matematika di Sekitarmy, Membangun dengan Pasir

Bermain pasir buat sebagian orang dewasa tidaklah menyenangkan. Lengket dan susah dibersihkan biasa menjadi alasannya.

Namun, berbeda dengan anak-anak. Bermain pasir adalah hal yang sangat menggembirakan. Apalagi, saat ini bermain pasir tidak harus ke pantai. Pasir masa kini, bisa dimainkan di rumah dan tidak mudah berantakan.

Tapi, bisa bermain pasir di pantai langsung tentu lebih menyengkan kan. Lanjutkan membaca “Game Level 6 Hari 7 : Temukan Matematika di Sekitarmy, Membangun dengan Pasir”

Game Level 6 Hari 5 : Temukan Matematika di Sekitarmu

Menyenangkan rasanya, jika kita bisa bermain tapi secara tidak langsung juga belajar. Belajar lewat lingkungan sekitar kita.

Saya, yang sebelumnya beranggapan belajar itu ya di sekolah, ketika menemukan pelajaran lewat hal-hal sederhana sering merasa takjub. Mungkin buat orang lain terlalu receh, he-he.

Lanjutkan membaca “Game Level 6 Hari 5 : Temukan Matematika di Sekitarmu”

Game Level 6 Hari 4 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Gotong Royong

Di kampung tempat tinggal saya selalu ada agenda tahunan yang selalu dilakukan. Ada banyak sebenarnya. Salahsatunya adalah membuat bubur asyura.

Entah sejak kapan tradisi ini dilakukan. Yang pasti tujuannya memperat kekeluargaan antar tetangga. Semua warga bergotong royong membuatnya. Bahannya pun dari setiap rumah.

Lanjutkan membaca “Game Level 6 Hari 4 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Gotong Royong”

Game Level 6 Hari 3 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Bermain di Kapal

Tinggal di daerah yang dekat dengan teluk Balikpapan, membuat kami mudah menemukan kapal. Ini menjadi salahsatu hiburan kami, ha-ha. Kebetulan, dekat rumah kamipun ada banyak tambak dan hutan bakau.

Sore ini, Cinta dan papahnya kembali jalan-jalan ke tambak untuk melihat kapal yang sedang diperbaiki.

Lanjutkan membaca “Game Level 6 Hari 3 : Temukan Matematika di Sekitarmu, Bermain di Kapal”

Aliran Rasa Game Level 5 : Pohon Literasi Menyelamatkan Kedekatan Kami

Hadirnya anggota baru, Rangga, dalam keluarga kami memang tidak mengejutkan. Saya, suami dan nenek memang sudah mempersiapkannya sejak jauh hari. Ya, meski sampai sekarang belum juga berhasil menyapih Cinta sih 😅.

Tapi, siapa sangka meski sudah disiapkan menjadi kakak, ada saja hal-hal yang membuat Cinta belum terbiasa.

Lanjutkan membaca “Aliran Rasa Game Level 5 : Pohon Literasi Menyelamatkan Kedekatan Kami”

Game Level 5 Hari 12 : Pohon Literasi, Majalah Bobo

Akhirnya setelah melewatkan dua minggu tanpa membaca majalah Bobo, hari ini majalah tersebut menjadi pilihan. Padahal saya sudah sering menawarkan, tapi baru hari ini ia tertarik pada cerita si Paus Biru.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 12 : Pohon Literasi, Majalah Bobo”

Game Level 5 Hari 11 : Pohon Literasi, Aku Suka Berolahraga

Dalam suasana kemerdekaan ini, tentu saja aneka perlombaan diadakan. Untuk anak-anak, dan juga dewasa.

Hari ini, bersama Nindy Cinta melihat perlombaan di RT rumah kami. Tanpa ekspetasi apa-apa, saya mengizinkan Cinta menuju lapangan. Saya pikir, ia hanya akan menjadi penonton. Tapi siapa sangka, kalau ia akan mengikuti beberapa perlombaan.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 11 : Pohon Literasi, Aku Suka Berolahraga”

Game Level 5 Hari 10 : Pohon Literasi, Rapelan Baca Buku

Alhamdulillah, hari ini kondisi saya lebih baik dari kemarin. Sehingga bisa kembali beraktivitas ringan.

Kakak sepupu Cinta, hanya seorang yang menginap. Tentu saja, ini kemudahkan saya mengajak mereka membaca buku.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 10 : Pohon Literasi, Rapelan Baca Buku”

Game Level 5 Hari 6 : Pohon Literasi, Membaca Buku yang Sama

Memasuki hari ke enam, saya menyiapkan beberapa buku untuk dijadikan pilihan membaca. Namun, sejak pagi hari Cinta hanya mau membaca buku Suara Apa Itu dan Aku Suka Belajar.

Saya pikir, malam hari menjelang tidur -waktu biasa kami membaca buku- Cinta akan mau memilih buku “barunya”.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 6 : Pohon Literasi, Membaca Buku yang Sama”

Game Level 5 Hari 4 : Pohon Literasi, Cerita Si Ayam

Suara yang nulai parau ternyata tidak menyurutkan minat bercerita Cinta. Ia tetap lancar ngobrol meski harus tertahan-tahan batuk. Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 4 : Pohon Literasi, Cerita Si Ayam”