Game Level 5 Hari 10 : Pohon Literasi, Rapelan Baca Buku

Alhamdulillah, hari ini kondisi saya lebih baik dari kemarin. Sehingga bisa kembali beraktivitas ringan.

Kakak sepupu Cinta, hanya seorang yang menginap. Tentu saja, ini kemudahkan saya mengajak mereka membaca buku.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 10 : Pohon Literasi, Rapelan Baca Buku”

Game Level 5 Hari 6 : Pohon Literasi, Membaca Buku yang Sama

Memasuki hari ke enam, saya menyiapkan beberapa buku untuk dijadikan pilihan membaca. Namun, sejak pagi hari Cinta hanya mau membaca buku Suara Apa Itu dan Aku Suka Belajar.

Saya pikir, malam hari menjelang tidur -waktu biasa kami membaca buku- Cinta akan mau memilih buku “barunya”.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 6 : Pohon Literasi, Membaca Buku yang Sama”

Game Level 5 Hari 4 : Pohon Literasi, Cerita Si Ayam

Suara yang nulai parau ternyata tidak menyurutkan minat bercerita Cinta. Ia tetap lancar ngobrol meski harus tertahan-tahan batuk. Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 4 : Pohon Literasi, Cerita Si Ayam”

Game Level 5 Hari 3 : Pohon Literasi, Eksiklopedia Junior Tubuh Manusia

Di tengah keriuhan hari ini, saya sempat merasa tak mungkin memenuhi setoran hari ini. Tapi siapa menyangka, jika kebiasaan membaca sudah mulai tumbuh di Cinta.

Meski banyak teman bermain yang hadir di rumah, Cinta tetap meminta waktu saya untuk membacakan buku. Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 3 : Pohon Literasi, Eksiklopedia Junior Tubuh Manusia”

Game Level 5 Hari 2 : Pohon Literasi, Suara Apa Itu?

Buat saya membaca itu tidak perlu mengenal waktu. Kapanpun dan dimanapun kita bisa membaca buku.

Namun setelah kehadiran adik, kami jadi tau waktu. Ada saat-saat di mana kami harus mendahulukan kepentingan adik.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 2 : Pohon Literasi, Suara Apa Itu?”

Game Level 5 Hari 1 : Pohon Literasi, Membaca Majalah

Sudah hampir tiga bulan ini, saya kembali langganan majalah Bobo. Majalah yang menemani saya sejak kecil. Kembali langganan majalah bobo ini, saya lakukan saat Cinta mulai kecanduan gadget. Memberikan bacaan lain selain yang tersedia di rak buku menurut saya perlu dilakukan, agar Cinta benar-benar teralihkan.

Lanjutkan membaca “Game Level 5 Hari 1 : Pohon Literasi, Membaca Majalah”

Aliran Rasa Game Level 4 : Memahami Diri Lewat Gaya Belajar Anak

Memahami diri sendiri lewat gaya belajar anak? Kok bisa? Bisa dong! Karena sudah seusia sekarang saya baru memahami gaya belajar saya sendiri.

Di awal game level 4 ini, saya kembali menerka-nerka gaya belajar yang Cinta miliki. Meski saya hanya memberikan permainan atau belajar yang sederhana (Bisa jadi kudu dipecut lebih keras nih mamaknya, atau memang saya yang memaknai belajar lewat halhal sederhana. hala!) 
Lanjutkan membaca “Aliran Rasa Game Level 4 : Memahami Diri Lewat Gaya Belajar Anak”

Game Level 4 Hari 5 : Gaya Belajar, Menyusun Gelang

Kemarin sore, secara tidak sengaja Cinta melihat video permainan yang menggunakan kain flannel. Kain tersebut dibentuk menyerupai gelang. “Cinta mau ini mah,” katanya. “Oke, besok ya kita buat,” jawab saya.

Lanjutkan membaca “Game Level 4 Hari 5 : Gaya Belajar, Menyusun Gelang”

Game Level 4 Hari 3 : Gaya Belajar, Menyusun Warna

Hari ini, saya dan Cinta kembali bermain sambil belajar mengenalkan warna. Pengenalan warna, sejauh ini saya lakukan saat membaca buku atau ketika kami jalan-jalan.

Kali ini, kami memggunakan balok kayu bermagnet untuk pengenalan warna. Konon, selain mempermudah anak melatih motoriknya, mengenalkan warna juga sebagai media ekspresi emosi dan melatih kreativitas.

Lanjutkan membaca “Game Level 4 Hari 3 : Gaya Belajar, Menyusun Warna”

Game Level 4 Hari 2: Gaya Belajar, Membaca Buku

Membaca adalah salahsatu agenda wajib Cinta dan saya. Dengan membaca, saya berhasil mengalihkan keinginannya untuk menikmati gadget.

Pada hari kedua ini, saya memasukan kegiatan membaca sebagai tantangan. Meski sebenarnya, membaca selalu kami lakukan setiap hari.

Lanjutkan membaca “Game Level 4 Hari 2: Gaya Belajar, Membaca Buku”