Kopi Susu Itu Tidak Salah, Hanya Bukan Punyaku

Cerita ringan tentang kopi susu gula aren, selera yang berbeda, dan pelajaran kecil untuk jujur pada diri sendiri—bahwa tidak semua yang disukai banyak orang harus kita pilih.

“Sayang, kakak bawa kopi t**u,” kata suami sambil membuka pintu kamar.

Ia baru pulang dari Surabaya dan kali ini buah tangannya bukan oleh-oleh khas kota, melainkan sebotol kopi susu. Ha-ha.

Bukan karena istrinya penggemar kopi susu gula aren. Justru sebaliknya. Kopi itu titipan teman-teman kantor, dan entah bagaimana, aku ikut kebagian.

“Udah di dalam kulkas,” tambahnya.

“Oh ya? T**u apa?” tanyaku.

Di kotaku, merek kopi itu belum punya gerai. Aku hanya sering melihatnya lalu-lalang di media sosial—ditenteng orang-orang yang pulang dinas, dititipkan dengan penuh harap pada keluarga yang sedang bepergian.

Kopi susu itu tidak salah. Rasanya juga tidak buruk. Hanya saja, bukan punyaku.
Lanjutkan membaca “Kopi Susu Itu Tidak Salah, Hanya Bukan Punyaku”

Es Kopi Susu Rumahan

Es kopi susu, belakangan jadi minuman favorit saya. Awalnya karena suami yang tiba-tiba doyan ngopi di rumah. Saya yang awalnya tidak terlalu suka kopi malah jadi ketagihan. Meski cuma kopi sachetan, lumayan mengobati keingan saya untuk duduk manis nyeruput kopi di cafe.

Kopi susu yang cocok dengan saya dulu cuma mocca floatnya KFC. Gak bikin sakit kepalatau sakit lambung. Dulu setiap minum kopi saya selalu migren. Bikin susah tidur? Gak tuh. Alhamdulillah saya pelor. Nempel dikit langsung molor. Minum kopi emang bikin saya lebih mudah terjaga, tapi bukan berarti bikin saya gak bisa tidur. Ha-ha. Pokoknya pejamkan mata, gak sampai hitungan ke 20 saya akan terlelap.

Lanjutkan membaca “Es Kopi Susu Rumahan”