Pagi tadi, Puskesmas Kampung Baru Tengah, Balikpapan Barat diramaikan suara bayi dan balita. Ya namanya juga puskesmas, wajar ada suara riuh anak-anak kan! He-he. Namun, kami ini, keriuhan bukan karena ada anak yang sakit, tapi karena ada Lomba Balita Sehat tingkat Kelurahan. Sekitar 10 anak (bayi, batita, dan balita) mengikuti lomba ini. Cinta menjadi salahsatu pesertanya.
Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik mengikuti lomba untuk anak-anak. Tapi kali ini bu RT meminta langsung. Apalagi di RT kampung Sidomulyo tidak ada yang mau mengikut sertakan anak-anaknya. Karena saya juga penasaran bagaimana lombanya, makanya saya mau mengikutsertakan Cinta. PR buat saya adalah mengajak Cinta tidur cepat agar bangun pagi bisa segar. Alhamdulillah, saya berhasil mengajak tidur lebih cepat satu jam dari biasanya *nangis dibalik selimut*. Alhasil, pukul setengah 9 pagi, Cinta diangkut ke kamar mandi dengan mata masih terkantuk-kantuk. Yang membuat saya tambah bahagia, Cinta berhasil menahan pipis dari pukul 3 pagi sampai dia bangun. Pipis di kamar mandi deh. Yiipiiiii
Sesampainya di puskesmas, Cinta belum mau bergabung dengan anak-anak lain, mungkin karena masih belum terkumpul lengkap nyawanya, ha-ha. Tidak sampai sepulh menit, Cinta pun berbaur. Permainan yang sangat menarik perhatiannya adalah perosotan. Apalagi, Cinta sudah bisa naik turun tangga sendiri, makin semangatlah dia.

Ada beberapa tes yang mesti diikuti Cinta. Pertama Gizi, berat badan dan tinggi badan diukur. Kemudian KIA yang meliputi imuniasi yang sudah didapatkan, dan penggunaan kontarsespsi si ibu. Seharusnya, saya menyertakan surat KB. Tapi karena saya menggunakan KB Pil sejak 40 hari setelah persalinan, dan hanya konsul melalui Bidan Neny, saya pun tidak diberikan surat KB. Apalagi, setiap bulan membeli pil KB hanya melalui apotek. Tes selanjutnya adalah tes kesehatan gigi. Alhamdulillah, gigi Cinta masih baik dan terawat. Meski ini PR besar buat mamaknya bagaimana mengenalkan menyikat gigi yang baik dan benar.
Dan tes terakhir dilakukan dokter umum. Cinta diminta berlari, memberi benda, mengucapkan beberapa kata. Sedihnya ketika diminta mengucapkan Mama, Cinta malah bilang Papa. Huhuhuh. Hati seorang ibupun pilu sepilu-pilunya. *lebay*

Syukurlah Cinta sangat koperatif saat tes berlangsung. Meski sempat menangis karena gerah dan bosan plus mulai mengantuk. Tapi, semua bisa dilewati dengan baik. Lalu, bagaimana hasil lombanya? Saya tidak tahu, karena segera pulang sesaat setelah tes selesai. Menang atau kalah, bukan jadi poin utama buat saya. Yang saya nantikan adalah bagaimana lombanya dan bagaimana proses Cinta mengikutinya. Dan semua itu memuaskan saya.
