Game Level 2 Hari 11 : Melatih Kemandirian, Bermain Bebas

Minggu pagi ini, sudah memasuki tantangan di hari 11. Saya, tidak merencanakan kegiatan apapun hari ini. Pokoknya cuma pengin leye-leye. Lah, tiap hari juga leye-leye kan?

Karena pengin leye-leye ini, saya tidak mempersiapkan target khusus. Tapiiii, saya tetap menjalani hari seperti biasa. Eh gimana sih maksudnya? Kalau 10 hari yang lalu, saya memikirkan apa saja yang harus saya dan cinta lakukan sebagai persiapan menjalani tantangan. Hari ini, saya menjalani hari seakan-akan tidak ada tantangan. Bebas deh. Bebas. Terserah mau gimana. Ini bawaan mood hamil atau gimana buk?

Yang saya pikirkan adalah 10 hari kemarin, Cinta sudah dilatih untuk mandiri. Jadi, di hari ke 11 ini seharusnya kemandirian sudah terbentuk. Meski mungkin tidak banyak.

Karena aktivitasnya bebas, Cinta bebas bermain apa saja. Corat-coret buku, main jenga, membaca dan bermain kemah jadi agenda kami seharian. Dan kalau kemarin-kemarin saya mengajak Cinta untuk membereskan mainnya. Kali ini, saya hanya diam. Dan tanpa disuruh, Cinta langsung sigap mengembalikan mainan usai bermain. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻

Bagaimana dengan makannya? Samaaaaa. Saya bahkan tidak membujuk. Cuma ya itu, gaya makan berubah-ubah. Sebentar terlentang. Sebentar jongkok. Ada saja yang dilakukan.

Hanya saja menjelang sore hari, Cinta enggan merapikan balok jenga yang ia mainkan. Katanya ia masih mau bermain lagi usia tidur. Dan ternyata benar. Bangun tidur yang kesorean, Cinta langsung bermain jenga.

Alhamdulillah. Semoga semakin terpupuk kemandirian Cinta.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar