Ayam Betutu – LatBar Virtual BakerHouse.id

Berhasil menantang diri sendiri untuk ikut kursus memasak adalah hal yang membanggakan buat saya. Kenapa? Karena saya diberi kelonggaran urusan dapur oleh suami. Ditambah lagi, ibu saya masih ingin mendapatkan kepercayaan di dapur.

Maka, jika saya turun ke dapur murni karena ingin dan bermain bersama anak-anak. Sayapun memilih membuat cemilan. Bahannya lebih sederhana dan anak-anak pun lebih senang terlibat dalam proses pembuatannya.

Sejak Oktober lalu, saya mengikuti latihan masak bersama beberapa teman secara virtual. Latihan memasak ini, garapan mbak Elok, mentor Rumin Boga IP Balikpapan Raya.

Karena namanya latihan bareng, maka masak-masaknya pun dilakukan bersama-sama, di dapur masing-masing. Lah, kan banyak tuh rese gratisan di dunia maya? Yui, tapi di sini kita bebas bertanya sama muyak 😛. Pokoknya dilarang memendam pertanyaan. Tanya aja terus. Dan saat memasak bersama-sama ini, ada aja yang perlu ditanyakan.

Jika dua bulan sebelumnya cemilan yang dijadikan menu belajar, Desember ini kami diajak membuat menu makanan. Mbak Elok memberikan beberapa pilihan menu. Kami para peserta diminta untuk memilih. Pilihan terbanyaklah yang akan kami buat bersama-sama.

Dan menu pertama di bulan Desember, ayam betutu. Hmmmmm, terdengar menggiurkan ya. Apalagi kalau melihat gambar-gambar miliki orang di mbah google, bikin mendadak laper deh.

Karena masak barengnya kami mulai pukul 10 WITA, ibu sayapun memutuskan tetap memasak menu lain. Dari pada pas waktnya makan, tapi ayam betutunya belum siap. Eh benar saja, pilihan ayam kampung sebagai bahan utama membuat proses masak lebih lama.

“Makan yuk,” ajak saya ke suami. “Sudah matang?” tanyanya balik.

“Belum sih. Tapi ada pilihan lain kok,” jawab saya.

“Gak ah. Mau nunggu ayam betutu aja,” kata suami. Lah, ini sebuah pencapaian luar biasa, karena suami menunggu masakan saya 🥲🥲🥲. Biasanya, cemilan-cemilan latbar yang saya buat, dinikmati sih, tapi tidak dinanti 🤣. Mungkin karena suami emang gk hobi nyemil dan kurang tertarik dengan menu-menu baru.

Oh iya, di setiap latbar kami memiliki kesempatan untuk mempersiapkan bahan cukup lama. Dan yang menyenangkan kagi, jika tidak bisa mengerjakan menu saat itu, kita bisa menyusul.

Proses masak ayam betutu saat Latbar virtual

Setelah matang, ternyata hasilnya melebih ekspetasi saya. Semua orang rumah sampai terus-terusan tambah. Bahkan pada kompak bilang “lah, sudah habis. Padahal masih pengin,”

Betapa bahagianya saya mendengar reaksi orang-orang rumah. Terima kasih banyam mbak elok, terima kasih banyak latbar virtual bakerhouse.id.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

2 tanggapan untuk “Ayam Betutu – LatBar Virtual BakerHouse.id”

Tinggalkan Balasan ke Riska Fikriana Moerad Batalkan balasan