Sambutan di Tahun 2022

Apa yang Anda lakukan di awal tahun 2022 ini. Kalau saya bersyukur. Bersyukur akan banyak hal yang terjadi di tahun 2021. Tentu saja ya. Saya juga sangat bersyukur bisa melewati malam tahun 2022 ini di rumah. Di tempat tidur sendiri, setelah 4 menjelang akhir tahun saya Habiskan bersama keluarga di kota kelahiran suami.

Sebenarnya sudah terencana, namun ternyata waktu yang kami prediksi meleset jauh. Untung saja, sebelum keberangkatan suami sudah mengutarakan kegiatannya yang kemungkinan ada perubahan waktu. Dan benar saja.

Yang tidak saya prediksi adalah pakaian ganti anak-anak. Sebenarnya saya sudah membawa pakaian melebihi waktu, yang sesuai rencana atau kemungkinan. Yang saya lupa adalah anak-anak suka main air. Memutuskan menginap di hotel satu hari, artinya harus membawa pakaian ganti lebih banyak lagi. Karena mereka bolak balik minta berenang. Ditambah lagi, pemandangan kamar kami langsung ke kolam renang hotel. Tentu saja ini membuat mereka makin “gatel” untuk main air.

“Kesalahan” saya yang lain adalah membawakan Rangga celana dalam yang biasa digunakan untuk toilet training. “Kalau dia ternyata tidak bisa menahan kencing, setidaknya gak bikin saya ikutan basah,” pikir saya. Tapi ternyata menggunakan celana tersebut cukup merepotkan. Kenapa? Karena bentuknya yang agak kaku, sehabis kencing malah tetesannya sering terkena celana dalamnya. Alhasil, sayapun langsung menggantinya.

Mencuci di rumah ibu mertua tidak saya masukan dalam daftar “liburan”. Kenapa? Kan enak gak mikirin kurang baju. Iya sih, tapi kan saya pengin bebas selama liburan. Ha-ha. Sedangkan dicuci orang lain, buat saya dan ibu itu tersa janggal. Ada perasaan gak enak. Padahal ya gak apa-apa toh.

Saya jadi teringat yang lalu. Hampir selama 3 tahun saya mendelegasikan tugas menyetrika ke tempat laundry. Hanya menyetrika. Padahal menyetrika adalah pekerjaan favorit saya. Dan mencuci saya lakukan bergantian dengan ibu. “Kalau gak sempat ya udah, taruh laundry aja,” kalimat yang selalu diucapkan suami ketika melihat cucian yang menumpuk. Alhamdulillah, sekarang saya sudah paham ritmenya dan sudah menurunkan standar kebersihan rumah. Jadi tidak ada kata ngoyo.

Kalau ibu saya tiba-tiba standar kebersihannya kembali seperti dulu, cepat-cepat saya ingatkan diri.”Gak apa-apa, tiap orang kan standarnya beda-beda. Selow aja,”

Semoga di tahun 2022 ini makin banyak saya belajar dan hal baik yang saya lakukan.  

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar