Belajar Puasa

Bagaimana ramadan kali ini? Apakah target yang ditentukan sudah mulai terlihat progresnya? Atau baru memulai? Buatku ada yang berbeda. Tahun ini, usia Cinta sudah 5,5 tahun. Aku dan suami sepakat untuk lebih semangat mengenalkan Cinta untuk berpuasa.

Tahun lalu, aku mengajak puasa, tapi tidak membangunkan Cinta sahur sama sekali. Jadi ketika tengah hari ia makan siang seperti biasa. Hanya saja, untuk camilan bolak balik diingatkan. Karena Bila, saat itu juga tidak berpuasa maka makin nyata kesulitan berpuasa. Sehari sebelum pemerintah menetapkan 1 ramadan, aku mendengar rencana Cinta dan Bila selama puasa.

“Bila nanti mau puasa satu hari lho Cinta,” kata Bila.

“Iyakah? Cinta mau puasa juga,” kata Cinta. Terkadang persaingan antar saudara ini bagus juga. Ha-ha.

Malamnya, sebelum tidur Cintapun berpesan untuk dibangunkan sahur. “Bangunin ya ma. Cinta mau puasa,” kata Cinta. Aku hanya sekadarnya menanggapi. Saat waktu sahur tiba, akupun mencoba membangunkan Cinta. Kalau susah dibangunin, ya udah gak usah sahur batinku. Eh ternyata dengan mudah Cinta bangun dan ikut makan sahur.

Rangga yang tidak masuk dalam rencana bangun sahur, ternyata ikut juga. Di hari pertama, Cinta hanya sanggup setengah hari dan kembali melanjutkan hingga magrib. Kebiasaan setiap sore memakan camilan, cukup membuatnya repot. Tapi setiap diingatkan kalau dia masih puasa, Cintapun menahan dirinya.

Di hari kedua, sahur dilakukan Cinta cukup berat. Ia masih sangat mengantuk karena tidur agak larut. Aku dan papanya tidak berekspetasi tinggi. Niat kami masih belajar dan mengenalkan saja. Tapi ternyata di luar dugaan, Cinta sanggup berpuasa satu hari penuh. Alhamdulillah. Awalnya Cinta sudah meminta makan di tengah hari, tapi sembari menunggu waktu dzuhur ia ketiduran dan baru bangun pukul 3 siang. “Kak, sekarang udah jam 3. Kalau kakak mau makan dan minum, boleh nanti kita lanjut lagi puasanya,” tawarku ke Cinta.

“Gak usah deh mah. Cinta sudah gak laper. Puasanya lanjut aja,” katanya.

“Bener? Gak haus?” aku bertanya lagi.

“Iya bener,” iapun segera bermain bersama adiknya yang sudah bangun tidur lebih dulu.

Saat mendengar azan magrib, Cinta sangat bahagia. Akhirnya hari ini dia bisa menyelesaikan puasanya hari ini dan berniat puasa lagi keesokan hari.

avatar Tidak diketahui

Penulis: Riska Fikriana Moerad

Ibu rumah tangga dan bloger di balik Ruang Cerita. Menulis tentang keluarga, literasi, dan hal-hal sederhana yang sering luput diperhatikan. Percaya bahwa cerita yang dibaca dan ditulis pelan-pelan bisa menjadi ruang untuk bernapas dan pulang.

Tinggalkan komentar