Butterfly HCVH : Seru-Seruan dengan Kain Flanel

Selasa, 22 Februari 2022 lalu giliran Wartuwidyarini yang tampil sebagai speaker di Hexagon City Virtual Conference. Mahasiswa bunda produktif 2 dari regional Bali ini mengajak seru-seruan berkreasi dengan kain flanel. Perempuan yang akrab disapa Arin ini, memilih IG Live sebagai sarana berbaginya.

Apa itu kain flanel? Jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa tenun. Asyiknya kain flanel punya banyak warna. Jadi kita punya banyak pilihan saat menggunakannya.

Lanjutkan membaca “Butterfly HCVH : Seru-Seruan dengan Kain Flanel”

Butterfly HCVC : Melatih Anak Berpikir Komputasional Melalui Aktivitas Menggambar

Senin, 21 Februari lalu aku bertugas menjadi Butterfly di Hexagon City Virtual Conference. Speaker pertama yang kuhinggapi adalah Reni T. Wulandari dengan tema Melatih Anak Berpikir Komputasional Melalui Aktivitas Menggambar. Apa itu berpikir komputasional? Berpikir komputasional atau Computational Thinking adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer. Ini mendorong anak untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsep terstruktur.

Computational Thinking pertama kali dicetuskan oleh Syemour Aubrey Papert seorang ahli komputer dari MIT tahun 1980. Metode ini kemudian digencarkan oleh Jeannette Marie Wing dari Columbia University tahun 2006.

Lanjutkan membaca “Butterfly HCVC : Melatih Anak Berpikir Komputasional Melalui Aktivitas Menggambar”

Monopoli Dulu dan Sekarang

Pesatnya perkembangan teknologi membuat banyak permainan anak beralih. Yang tadinya aktivitas fisik, sekarang banyak duduk diam di depan layar. Namun, bukan berarti para orangtua membiarkan hal itu terjadi. Tak sedikit yang mencoba mengenalkan aneka permainan tradisional.

Mainan tradisional yang masih kulihat saat ini diantaranya asinan, gerobak sodor, cinaboy, petak umpet (ini termasuk permainan tradisional gak sih?). Atau permainan lain yang tidak menggunakan aktifitas fisik, seperti halma, ular tangga, catur dan monopoli.

Lanjutkan membaca “Monopoli Dulu dan Sekarang”

Beli Buku Atau Sewa?

Mana yang akan dipilih membeli buku bacaan baru atau menyewanya? Kalau dulu, pilihanku tentu akan jatuh pada membeli buku. Sejak dulu, aku bercita-cita memiliki perpustakaan sendiri. Sekarang, keinginan itu masih ada. Tapi karena keterbatasan tempat, aku harus bisa memilah-milah buku mana yang harus ditinggal dan mana yang harus dilepaskan setelah membaca.

Ingatanku masih sangat jelas, setiap akhir pekan toko buku adalah tempat kesukaanku dan bapak. Kami bisa menghabiskan waktu sangat lama di toko buku. Memilih buku yang akan kami beli. Genrenya tentu saja berbeda. Biasanya yang geleng-gelang kepala adalah ibu, menteri keuangan. Mau melarang, tapi presidennya sudah memberi izin. Ha-ha.

Lanjutkan membaca “Beli Buku Atau Sewa?”

Kehabisan Ide Menulis, Ini Tipsnya

Menulis merupakan kegiatan yang bisa mengasah daya pikir, ingatan dan mengembangkan imajinasi. Bahkan tak sedikit yang bisa menambah penghasilan lewat tulisannya. Berbakat atau tidak, setiap orang bisa menulis. Menulis itu perlu dilatih. Jika kita memiliki bakat menulis tapi tidak melatihnya, maka bakat itu akan percuma.

Tapi bagaimana jika tiba-tiba, kehabisan ide menulis. Sedangkan kebiasaan menulis tidak mau dilewatkan. Kamu tidak sendiri kok. Aku juga sering tiba-tiba hilang ide mau nulis apa. Padahal udah sering kali mencatat tema tulisan ketika idenya muncul. Memang sih, kadang ide itu muncul pas lagi tidak handphone, sehingga bisa terlupa. Lalu apa yang bisa dilakukan supaya ide itu muncul?

Lanjutkan membaca “Kehabisan Ide Menulis, Ini Tipsnya”

Berburu Kuliner Lokal

Jalan-jalan ke suatu daerah, tak lengkap rasanya kalau tidak menikmati kuliner lokal. Mungkin saja, kuliner daerah tersebut bisa kita temukan di daerah kita. Tapi, soal rasa belum tentu samakan? Makan makanan khas dearah menjadi sebuah kewajiban untuk suamiku. Jangan harap, kita bisa menikmati makanan yang biasa-biasa saja. Mau sih, asal kepepet. Ha-ha. Waktu belum punya anak, aku sih gak masalah. Tapi setelah punya anak, sering khawatir anak-anak tidak mau makan makana kha daerah Padahal, harusnya aku membiasakan mereka.

Lanjutkan membaca “Berburu Kuliner Lokal”

Pemandangan Hutan di Kalimantan

Beberapa waktu lalu, warga Kalimantan sempat dibuat murka, oleh seseorang yang mengomentari Kalimantan. Yang kesal, bukan hanya warga Kalimantan Timur, tapi juga wilayah lain yang ada di pulau Kalimantan. Bahkan, daerah lain juga tak suka dengan pendapat itu. Aku juga tak setuju. Tapi tak mau ikut-ikutan geram.

Perjalanan ke Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu, sempat membuatku berkata “Mungkin sesebapak, dilihatkan pemandangan ini. Makanya sampai terlontar perkataan seperti itu.” Pemandangan apa? Hutan yang masih sangat lebat. Ya, meski banyak perkampungan dan dilewati jalan aspal, di kanan kiri kami masih terbentang luas hutan yang sangat lebat.

Lanjutkan membaca “Pemandangan Hutan di Kalimantan”

Kuburan Tak Selalu Menyeramkan

Di beberapa daerah kuburan identik dengan kesan menyeramkan. Apalagi di film-film horor, biasanya kuburan yang gelap sering muncul di beberapa adegan.

Untuk kuburan di Balikpapan mulai tertata. Jika berada di dekat jalan raya, maka sekelilingnya akan diberi tembok. Mungkin tujuannya untuk menghilangkan kesan seram.

Selama 17 tahun, kemanapun pergi dari rumah aku harus melewati kuburan yang berada di depan komplek perumahanku. Tampaknya paket komplit deh. Rumah dikelilingi hutan dab ada kuburan depan komplek. Bonusnya, pernah ada warga yang gantung dirii di gerbang depan komplek, yang juga depan kuburan.

Lanjutkan membaca “Kuburan Tak Selalu Menyeramkan”

Cuma Ibu yang Tau Rasanya

“Mamaaaaa, mau sama mamaaaaa,” teriak Rangga dari luar kamar mandi. Errrrr. Panggilan alampun mendadak dihentikan. Jika banyak ibu yang bisa tetap BAB sambil ditemani anaknya, aku termasuk yang tidak bisa. Perut yang mules, seketika hilang. Cuma ibu-ibu yang tau rasanya.

Lagi makan siang tiba-tiba anak minta cebok. Atau harus menikmati makan siang sambil menggendong. Kalau dipikir-pikir, lelah. Tapi setelah berlalu, kadang rasa rindu menyelimuti kalbu. halah

Lanjutkan membaca “Cuma Ibu yang Tau Rasanya”

Ok Google, Nyasarpun It’s Oke

Aku pernah membaca, seorang praktisi sekaligus peneliti neuroscience, dr Aisyah Dahlan mengatakan bahwa kurang lebih hanya 8 persen perempuan yang bisa membaca peta. Entah karena tomboy atau terbiasa. Beruntunglah aku yang masuk dalam kategori 8 persen itu. Mungkin karena terbiasa.

Sejak kecil aku dan bapak memang suka sekali membaca peta. Peta dunia ataupun peta jalan. Dulu bapak pernah mengikuti kursus dari kantor ke Jakarta. Dari Balikpapan, bapak berbekal peta dan tentu uang saku juga. Sekembalinya ke Balikpapan, Peta Jakarta jadi hiburan kami. Bapak sering menunjukkan tujuan bapak selama di Jakarta. Tidak langsung ke tujuan, tapi di arahkan melalui jalan yang bapak lalui sambil menceritakan pemandangan yang dilihat. Aku bisa membayangkan seakan sedang berada di Jakarta bersama bapak.

Lanjutkan membaca “Ok Google, Nyasarpun It’s Oke”