Cinta Jalan-Jalan : Wisata Pulau Kumala, Tenggarong

Siapa sih yang tidak menyukai liburan? Saya rasa, semua orang suka jalan-jalan. Entah itu ke tempat wisata atau mall.

Liburan ke tempat wisata, memang memberikan pengalaman yang luar biasa menyenangkan. Sayangnya, ketika saat ini harga tiket pesawat melambung jauh terbang tinggi, banyak yang mengeluhkan.

Meski harga tiket sedang mahal-mahalnya, ada banyak cara untuk tetap bisa liburan tipis-tipis bersama keluarga.

Akhir pekan lalu, saat mengunjungi ibu mertua, saya juga mengajak ibu ikut berkunjung. Kali ini, buka sekadar kunjungan biasa, kami sekalian jalan-jalan ke Tenggarong. Awalnya tujuan kami ke Pulau Kumala dan Museum. Karena sudah terlalu siang, kami memutuskan ke Pulau Kumala saja. Lanjutkan membaca “Cinta Jalan-Jalan : Wisata Pulau Kumala, Tenggarong”

Thumbler Khusus Air Dingin

Benda apa yang selalu dibawa mamak-mamak dalam tasnya, selain dompet dan handphone. Pasti banyak ya. Dan tiap orang berbeda-beda.

Waktu belum menikah, saya hobinya bawa tas besar. Segala macam barang dibawa. Termasuk kosmetik yang belum tentu terpakai.

Begitu sudah punya anak, tentu saja peralatan kosmetik tergantikan oleh baju ganti si bayi. Saya yang juga pengguna clodi, makin menambah beban tas. Tak hanya satu atau dua. Saya suka bawa clodi 4 pcs. Setelah lulus toilet training. Beban tas saya mulai berkurang, tapi tetap saja baju ganti tidak pernah saya lupakan.

Lanjutkan membaca “Thumbler Khusus Air Dingin”

Ibu Profesional Balikpapan Raya : Playdate Cooking Class

Buat anak-anak apalagi hal yang paling menyenangkan selain bermain. Di masa sekarang ini, bermain bagi anak tidak hanya sekadar bermain, tapi juga memberikan pengalaman lain di masa tumbuh kembangnya.

Akhir pekan ini, Ibu Profesional Balikpapan Raya mengadakan playdate untuk anak-anaknya. Playdate kali ini, anak-anak diajak untuk menghias donat, kemudian jalan-jalan dan bermain di wahna Tran Studio mini.

Lanjutkan membaca “Ibu Profesional Balikpapan Raya : Playdate Cooking Class”

Jelajah Kota Balikpapan (Bagian 4) : Pemancingan Gitsrah

Ternyata penjelajahan di kolam pemancingan tidak menunggu waktu lama. Berselang tiga hari, saat suami libur bekerja, kami kembali blusukan ke pemancingan.

Kali ini, kolam pemancingan Gitsrah yang kami kunjungi. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pemancingan Rama Graha. Hanya saja Pemancingan Gitsrah lokasinya menuju kariangau. Tapi tidak terlalu jauh dari perumahan Graha Indah.

Suasana kolam pemancingan. Karena datang bukan di akhir pekan, pemancingan cukup sepi.

Lanjutkan membaca “Jelajah Kota Balikpapan (Bagian 4) : Pemancingan Gitsrah”

Jelajah Kota Balikpapan (Bagian 3) : Pemancingan Rama Graha

Saat membuat judul Jelajah Kota Balikpapan, yang saya pikirkan adalah jalan-jalan menjelajah kota Balikpapan. Blusukan. Ternyata sampai bagian ke 3, saya blusukannya ke kolam pemancingan ikan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Gak apa-apalah yaa, kan blusukan juga. Siapa tau penggemar mancing ada yang belum tau. Atau sebagai alternatif rekreasi keluarga lain.

Lanjutkan membaca “Jelajah Kota Balikpapan (Bagian 3) : Pemancingan Rama Graha”

Berat Badan Bikin Galau

Selama terjun di dunia mamak-mamak, ada banyak hal sensitif yang jangan coba-coba dibahas. Senggol dikit, bisa pecah susu sebelanga. πŸ₯ΊπŸ₯Ί

Sebenarnya bukan tidak boleh dibahas, hanya saja hal sensitif ini sering bikin mamak-mamak makin stress.

Soal apakah itu?

Jeng.. jeng..

Salahsatunya soal berat badan. Entah itu berat badan si mamak, atau anaknya. Kalau mamak-mamak sih penginnya berat badan berkurang yaa. Nambah seons aja, udah bikin mood berantakan. Sebaliknya, kalau berat badan anak yang stuck atau berkurang, moodnya makin berantakan. Belum lagi kalau dibanding-bandingkan dengan sepupu, tetangga atau anak-anak lainnya. πŸ˜”πŸ˜­πŸ˜”πŸ˜­πŸ˜”πŸ˜­πŸ˜”

Lanjutkan membaca “Berat Badan Bikin Galau”

Cerita Cinta yang Selalu Dirindukan

“Di dunia ini, kita hanya seseorang. Tapi di mata anak orangtua adalah DUNIANYA” – Dian Novianti

Begitulah sepenggal kalimat yang cukup mengena di hati saya kala membaca buku Ibu dan Sang Jagoan. Buku yang saya baca saat baru menjadi seorang istri pada 2016.

Saya sangat-sangat bersyukur, bangga (dan juga dag-dig-dug), karena banyak bertemu dengan para perempuan hebat di banyak profesi sejak masih bekerja -jomblo pula-. Mereka membuka mata dan hati saya, bahwa menjadi ibu adalah anugrah terindah. Sayapun berkenalan dengan beberapa komunitas yang berhubungan dengan para ibu. Salahsatunya FormASI Kaltim (sekarang AIMI Kaltim) dan FormASI Balikpapan. Ikut di kelas-kelas edukasi, hadir di kopdar ataupun talkshow juga saya jabani. Dengan dalih untuk keperluan berita, padahal saya yang ingin belajar. Hingga suatu hari, FormASI Balikpapan mengadakan event yang berkolaborasi dengan Komunitas Gentlebirth Family. Komunitas yang memberikan saya pengalaman berharga lainnya.

Perjalanan saya sebagai seorang ibu. Lanjutkan membaca “Cerita Cinta yang Selalu Dirindukan”

Yuk, Menabung

Bing beng bang
Yok kita ke bank
Bang bing bung
Yok kita nabung
Tang ting tung hey
Jangan dihitunh, Tau tau kita nanti dapat untung

Hayoo, siapa yang tahu lagu ini? Selamat itu artinya kita seumuran 🀣🀣🀣 **jebakan batmen**

Meski sejak kecil terbiasa mendengar lagu pentingnya menabung, ternyata menabung buat saya itu sangat-sangat-sangat susah. Eh tapi dulu waktu SMA, saya selalu menabung untuk membeli sesuatu sih. Meskipun selalu ditambahin lagi sama ibu biar cukup apa yang saya beli. πŸ˜…

Lanjutkan membaca “Yuk, Menabung”

Hamil dan Menyusui

Huaaaahhhh, akhirnya setelah sekian lama hibernasi saya punya semangat kembali menulis. Semoga bisa semangat terus yaaaaa..

πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻

Saya agak galau buat judul Menyusui Saat Hamil atau Hamil Saat Menyusui. Ya kalau dipikir-pikir sih sama aja yaa artinya πŸ˜…πŸ˜…. Jadi dari pada bingung, sata buat judul Hamil dan Menyusui saja. **penting dibahas**

Menyusui dan hamil secara bersamaan sebenarnya sudah masuk rencana saya sejak sebelum menikah. Namun, berjalannya waktu saya sempat mengubahnya. Saya ingin menyelesaikan menyusui Cinta hingga dua tahun. Maka untuk menyelesaikan tugas tersebut, saya menggunakan kontrasepsi berupa pil KB menyusui. Belum genap 2 tahun usia Cinta, eh saya dan suami bersepakat menghentikan konsumsi pil KB tersebut.

Lanjutkan membaca “Hamil dan Menyusui”

Perjalanan Menyapih dengan Cinta

Wah, gk kerass sudah mendekati akhir desember. Dannn, ternyata banyak yang duduk rapi di daft 😌😌.

Ngomong-ngomong desember adalah bulan kelahiran cinta. Bulan di mana sayya selalu teringat kembali momen membahagaikan bertemu dengan cinta. Dan di bulan ini saya mendapatkan kabar membahagiakan juga lho πŸ˜†πŸ˜†.

Sebelum ulang tahunnya, saya sudah sering mengatakan ke cinta prihal menyapih. Meskipun pada kenyataannya saya dan suami yang banyak latah menawarkan nenen. Menyapih dengan cinta memang butuh waktu. Drama? Mungkin tanpa tdrama, karena saya tidak menolak permintaan cinta.

Lucunya, si nenek juga ikutan galau. Tiap liat cinta mainan atau erlalu lama tidsk menyusu, nenek akan berkomentar “Kasiannya de, kalau dia minta nyusu kasih aja. Orang masih dua tahun, gk apalah lewat nyusunya.” Lah, saya dan suami tidak memang target kapan Cinta wajib berhenti. Saya yakin jika tiba saatnya dia akan percaya diri.

Entah karena tida, tega dengan cucunya atau ibu sudah mulai paham menyapih dengan cinta. Sampe setahun lalu ibu saya adalah tim sambiloto atau lipstick. Dan nenek adalah penghadang pertama ketika ibu-ibu atau nenek-nenek lain yang mulai merubah ekspresi wajahnya ketika tahu cinta masih menyusu. Kalau saya sih suka iseng bilang “SIAPA MAU MARAH” πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

Gk enakkan kalau lagi sayang-sayangnya terus ditinggalin. *eaaaaaa*

Tapi, sebenarnya drama bangak di saya. Saya malah susah tidur tanpa menyusui cinta. Atau saat terbanbun tengah malam dan cinta tidur pelukan dengan papahnya, saya malah merasa diabaikan. Lebay ya 🀣.