“Tempat yang baik tidak hanya memberi pemandangan indah, tapi juga rasa nyaman untuk berlama-lama.”
Menemukan Ruang Bersantai Tanpa Harus Keluar Kota
Kadang aku merasa, yang paling kami butuhkan sebagai keluarga bukan liburan jauh atau itinerary yang padat, tapi waktu untuk benar-benar berhenti sejenak. Duduk tanpa terburu-buru, mengobrol tanpa melihat jam, dan tidur tanpa alarm. Di tengah rutinitas harian, momen seperti itu terasa mewah.
Kami punya kebiasaan kecil saat harus ada tempat untuk (mancing) menenangkan pikiran, suasananya tidak terlalu ramai, dan setiap anggota keluarga bisa menikmati hobinya masing-masing. Ada yang bahagia cukup dengan memancing, ada yang senang berenang, ada juga yang hanya ingin rebahan sambil menikmati pemandangan. Sederhana, tapi itu yang kami cari.
Biasanya, untuk mendapatkan suasana seperti itu, kami memilih pergi sedikit lebih jauh ke luar Kota Balikpapan. Rasanya lebih “dapet” saja tenangnya. Apalagi aku yang sangat menikmati perjalanan darat. Tapi kali ini berbeda. Aku justru menemukan tempat yang mampu menghadirkan rasa liburan tanpa harus pergi jauh dari rumah. Liburan di Balikapan kali ini terasa beda.
Deboekit Riverside Resort di Balikpapan Timur memberi kejutan kecil buatku. Dari suasananya yang tenang, aliran Sungai Manggar yang mengalir pelan, sampai konsep wisatanya yang terasa ramah untuk keluarga. Tempat ini mengajarkan aku satu hal: ternyata, untuk merasa rehat, kita tidak selalu harus pergi jauh. Kadang, yang kita butuhkan hanya tempat yang tepat. Tempat yang tenang, tidak terlalu ramai, dan bisa mengakomodasi hobi masing-masing anggota keluarga.
Gak terasa lebih dari 1 bulan semangat menulis alias curhat colongan memudar. Aku seperti kehilangan arah dan tujuan. halah!
Tapi ada yang berbeda di awal Juli 2025 ini. Setelah empat tahun tidak menginjakkan kaki ke kota Sangatta, aku dan keluarga kecilku kembali mengunjungi Paman, adik kedua ibuku.
Beberapa minggu sebelumnya, kami sudah bertemu di Balikpapan. Apalagi anaknya juga sempat tinggal di Balikpapan selama beberapa bulan. Namun kunjungan kali ini memang sudah lama kami rencanakan. Hanya saja, kakak, keponakan dan sepupu yang biasa ikut jalan-jalan, tidak bisa ikut karena sibuk dengan daftar-daftar sekolah (yang ikut bikin aku pusing).
Penangkaran Rusa, di Desa Api-Api, kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur adalah salah satu tempat wisata yang patut untuk dikunjungi.
Aku pertama kali mengetahui penangkaran rusa ini dari almarhum Ichal yang mengirimkan tulisan liburannya di edisi Leisure. Saat itu keinginan untuk berkunjung ke sana sangat besar. Apalagi foto-foto Ichal yang bagus. Makin bersemangatlah. “Tapi bukan tempat wisata yang seperti di pulau Jawa ya Ris,” pesannya kala itu.
Sebagai keluarga yang hobinya memancing, Balikpapan adalah surganya. Bagaimana tidak, tempat pemancingan begitu mudah ditemukan. Tinggal menyesuaikan lokasi, budget dan ikan yang diinginkan.
Meski banyak tempat pemancingan, aku dan keluarga tidak selalu mencari yang baru. Kebanyakan menyesuaikan dengan jarak yang tidak begitu jauh dari rumah dan tentu jenis ikan yang diinginkan suami. Sebenarnya sih, rata-rata kolam pemancingan selalu memiliki ikan nila, patin dan lele.
Setelah mantan Presiden Jokowi mengumumkan akan memindahkan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan, ada banyak sekali pro dan kontra yang muncul. Namun, kali ini kesampingkan dulu pro dan kontranya.
Aku salah satu warga Kalimantan, yang belum lama berkunjung ke Ibu Kota Nusantara. Kok baru sekarang? Selain belum menemukan waktu yang tepat, ada banyak pertimbangan. Salah satunya keinginan kami sekeluarga menginap di sana. Bukan sekadar datang lalu pulang.
Sudah hampir tiga bulan lamanya Milky Verse Balikpapan dibuka, baru hari ini aku dan anak-anak datang untuk bermain. Selain karena bulan Ramadan, bermain di playground mall adalah pilihan paling terakhir. Apalagi mall bukan tempat favoritku. Kalau bukan karena permintaan anak-anak bermain di mall, maka tidak akan jadi pilihan.
Milky Verse Balikpapan mulai dibuka pada pertengahan Januari 2025. Lokasinya berada di Mall Ramayana, Rapak Plaza Balikpapan. Sebelum menjadi Milky Verses, sependek yang aku tahu sebelumnya juga tempat bermain. Hanya saja, lokasinya yang berada di paling atas mall dan sangat panas, membuat para orang tua tidak ingin mengajak anaknya bermain di sana.
Siapa nih, anak Balikpapan yang baru dengar nama Pantai Brimob? Akulah! Ha-ha. Hampir 36 tahun hidup di Balikpapan, aku baru mendengar nama Pantai Brimob tadi pagi. Saat suami mengabari untuk menjemputnya di sana.
Akupun bertanya-tanya, di mana letak pantai itu. Suami yang kelahiran kota tetangga, tentu saja tidak tahu. Tapi aku menduga-duga, kalau pantai tersebut terletak di dekat lapangan SPN. Lewat om google, aku mendapatkan lokasinya secara presisi. Hanya saja, tidak ada foto yang menyertai.
Anak-anak makan yang tidak suka bermain di playground? Aku rasa semua anak pasti menyukainya. Karena apalagi yang bisa mereka nikmati saat jalan-jalan ke mall? Windows shopping? Tidak mungkin sih. Orang dewasa saja banyak yang tidak menikmati windows shopping.
Di Mal Pentacity Balikpapan ada banyak pilihan playground untuk anak-anak. Serunya, orang dewasa tidak perlu khawatir ikut menemani. Selain tempatnya aman, semua peralatan bermain juga dijaga kebersihannya. Selain itu, orang dewasa juga bisa mengikuti anak-anaknya saat memanjat di sana sini. Tidak perlu khawatir pijakannya patah. Ha-ha.
Jalan tol adalah jalan yang dikenakan tol. Tol sendiri artinya tax on location, artinya biaya yang dikenakan saat menggunakan suatu jalan. Biasanya biaya tersebut digunakan untuk perawatan jalan tersebut.
Di Indonesia, sejak tahun 2017, pembayaran tol sudah menggunakan uang elektronik. Untuk penetapan tarifnya tentu saja berbeda, tergantung golongan kendaraan yang melewatinya.
Aku sih dulu mengira tol merupakan jalan bebas hambatan. Tapi nyatanya, di saat arus mudik jalan tol kerap ramai. Terutama di pintu tol ya.