Kenapa Harus Takut?

“Mbak, desainkan baju dong!” kata seorag teman belum lama ini. 

“Hah? Baju apa mbak?” tanyaku balik. 

“Baju buat posyandu di RTku,” katanya singkat. 

“Mbak, aku tuh gk bisa gambar. Cuma bisa main tempel-tempel gambar,” jelasku. 

“Gak apa-apa mbak. Pokoknya sebisanya aja. Poster-poster yang sering mbak bikin bagus kok. Suamiku aja kemarin bilang hal serupa!” terangnya.

Lanjutkan membaca “Kenapa Harus Takut?”

Salted Caramel Kopi Kenangan Mantan, Ada Lagi

Yeay, sauce salted caramel Kopi Kenangan sudah kembali. Siapa yang suka ngopi tapi pengin ada rasa manis gurihnya. Nah, saus salted caramel bisa dijadikan pilihan. Saat awal dibukanya Kopi Kenangan Mantan di Balikpapan, menu yang selalu aku pilih adalah iced salted caramel machiatonya. Sayangnya pilihan salted caramelnya sempat menghilang. Caramel sausnya masih ada sih, tapi gak ada saltednya. Jadi cuma caramel machiato. Sama gak sih? Menurut lidahku sih beda. Aku pernah tanya ke baristanya “mas, masih ada gak sih salted caramel,” 

“Ada bu,” jawab si barista. Tapi yang dikasih tetap aja caramel biasa. Komplen? Ya gak lah. Ha-ha.

Lanjutkan membaca “Salted Caramel Kopi Kenangan Mantan, Ada Lagi”

Beradaptasi

Pernah suatu waktu aku melihat sebuah konten, dimana sang suami sengaja mengendurkan bohlam lampu di rumah, mencabut selang gas elpiji, dan menghabiskan isi air galon dispenser. Tujuannya sebenarnya sederhana, agar istrinya yang sedang mengambek, mau menegur suaminya untuk minta bantuan. Karena kebanyakan para suami, sebenarnya juga tidak tahan diam-diaman dengan istrinya.

Lanjutkan membaca “Beradaptasi”

Buku Fisik, E-reader atau Tablet?

Kalau ditanya, enak mana membaca buku fisik, e-reader atau komputer tablet? Pemenang utamanya tentu saja buku fisik. Karena sensasi menyentuh dan aroma kertas tidak ada tandingannya. Sayangnya setelah menjadi ibu tiga anak, ada banyak tantangan saat membaca buku. Tidak mudah membaca buku fisik dengan anak-anak yang juga penasaran pada buku yang dipegang. Anak 1 dan 2, sudah bisa mengontrol tangan mereka. Sehingga kertas-kertas buku masih bisa mulus. Namun anak ketiga yang statusnya bayi, lebih senang dengan suara kreeekkkkk.  

Hiks-hiks.

Lanjutkan membaca “Buku Fisik, E-reader atau Tablet?”

Outlet Baru Gramedia di Balikpapan

Toko buku terbesar di Indonesia, Gramedia kembali membuka outlet baru di jalan MT Haryono Balikpapan. Tepatnya di eks Loka Market. Heboh! Tentu saja. Terutama aku. Ha-ha.

Saat melihat logo G besar di MT Haryono aku langsung terkesima. Meski tidak langsung berkunjung saat pembukaan, aku sudah membukatkan tekad untuk datang ke sana.

Lanjutkan membaca “Outlet Baru Gramedia di Balikpapan”

Awal Cerita 2024

Di hari ke 2 bulan Januari, apa yang sudah kamu lakukan? Apakah rasanya masih ingin liburan lebih lama? Ha-ha. Itu sih aku. Rasanya kurang puas menikmati waktu santai tanpa rutinitas menyiapkan bekal dan mengantar sekolah. Tapi aku juga merindukan saat aku kejar-kejaran waktu. Waktu diri sendiri untuk berolahraga dan menjadi ibu. 

Jujur saja, selama liburan anak sekolah rasanya ikut terlena di tempat tidur. Belum lagi agenda dadakan saat menemani suami ke luar kota. Hmmm🤧.

Lanjutkan membaca “Awal Cerita 2024”

Bagaimana 2023 mu?

2024 tinggal menghitung hari. Ini bisa kita manfaatkan untuk flashback. Kalau dirinci satu persatu sih, mungkin banyak banget yang belum tercapai. Tapi, mari kita fokus pada keberhasilannya. Yang belum tercapai, mari kita jadikan resolusi di 2024 nanti. Ha-ha.

Aku tidak pernah menyangka bisa membaca buku (ebook) baru sebanyak 12 buku. Artinya dalam satu tahun aku berhasil menyelesaikan 1 buku dalam 1 bulan. Itu buku baru saja. Tidak termasuk buku-buku lama yang sengaja aku baca ulang.

Lanjutkan membaca “Bagaimana 2023 mu?”

Tumbler, Penting Gak Sih?

Pertanyaan yang belum lama ini dilontarkan suami. “Gathering kantor nanti hadiahnya gelas. Kayak yang kuning itu. Padahal ngusulin tumbler. Tapi katanya gak bakal kepake. Emang beneran gk kepake? Kok kayaknya di rumah ini malah bukan gak kepake, tapi lagi nunggu antrian buat dipake,” kata suami.

Di rumah kami, jumlah tumbler malah lebih banyak dari pada jumlah gelas untuk minum. Kok bisa banyak? Alhamdulillah, sering dapat sovenir tumbler. Akupun punya tumbler khusus untuk jajan kopi dekat rumah.

Lanjutkan membaca “Tumbler, Penting Gak Sih?”

Review Sesuk – Tere Liye

Sesuk? Apakah ini bahasa jawa yang artinya besok? Mungkin saja. Saat melihat covernya di google playbook, jujur saja aku agak ngeri. Kenapa? Karena novel yang katanya bergenre horor ini menggambarkan orangtua dan anam kecil yang berdiri di atas tangga dengan mata berwarna merah.

Alhamdulillah di kindle, cover seperti itu gk muncul 😮‍💨. Males kan ya kalau buma perpustakaan, terus covernya terlihat seperti itu.

Sesuk. Misterius dan mendebarkan.
Lanjutkan membaca “Review Sesuk – Tere Liye”

Mommy Brain

Pernah dengar istilah mommy brain? Itu lho kondisi di mana seorang ibu akan mudah lupa. menurut mbak gugel, Para ahli menduga bahwa mommy brain berkaitan dengan adanya hormon oksitosin setelah melahirkan. Hormon ini dapat memengaruhi bagian otak yang berperan dalam pembentukan memori, sehingga wanita dapat melupakan memori tertentu yang dianggap otak tidak penting.

Hmmm, aku selama ini tidak terlalu memerhatikan. Karena aku hampir selalu menuliskan jadwal harianku di sebuah jurnal. Jadi kalau ada yang lupa, ya berarti aku gk mengecek jurnal atau kalender di Hp.

Lanjutkan membaca “Mommy Brain”