Outlet Baru Gramedia di Balikpapan

Toko buku terbesar di Indonesia, Gramedia kembali membuka outlet baru di jalan MT Haryono Balikpapan. Tepatnya di eks Loka Market. Heboh! Tentu saja. Terutama aku. Ha-ha.

Saat melihat logo G besar di MT Haryono aku langsung terkesima. Meski tidak langsung berkunjung saat pembukaan, aku sudah membukatkan tekad untuk datang ke sana.

Lanjutkan membaca “Outlet Baru Gramedia di Balikpapan”

Awal Cerita 2024

Di hari ke 2 bulan Januari, apa yang sudah kamu lakukan? Apakah rasanya masih ingin liburan lebih lama? Ha-ha. Itu sih aku. Rasanya kurang puas menikmati waktu santai tanpa rutinitas menyiapkan bekal dan mengantar sekolah. Tapi aku juga merindukan saat aku kejar-kejaran waktu. Waktu diri sendiri untuk berolahraga dan menjadi ibu. 

Jujur saja, selama liburan anak sekolah rasanya ikut terlena di tempat tidur. Belum lagi agenda dadakan saat menemani suami ke luar kota. Hmmm🤧.

Lanjutkan membaca “Awal Cerita 2024”

Bagaimana 2023 mu?

2024 tinggal menghitung hari. Ini bisa kita manfaatkan untuk flashback. Kalau dirinci satu persatu sih, mungkin banyak banget yang belum tercapai. Tapi, mari kita fokus pada keberhasilannya. Yang belum tercapai, mari kita jadikan resolusi di 2024 nanti. Ha-ha.

Aku tidak pernah menyangka bisa membaca buku (ebook) baru sebanyak 12 buku. Artinya dalam satu tahun aku berhasil menyelesaikan 1 buku dalam 1 bulan. Itu buku baru saja. Tidak termasuk buku-buku lama yang sengaja aku baca ulang.

Lanjutkan membaca “Bagaimana 2023 mu?”

Tumbler, Penting Gak Sih?

Pertanyaan yang belum lama ini dilontarkan suami. “Gathering kantor nanti hadiahnya gelas. Kayak yang kuning itu. Padahal ngusulin tumbler. Tapi katanya gak bakal kepake. Emang beneran gk kepake? Kok kayaknya di rumah ini malah bukan gak kepake, tapi lagi nunggu antrian buat dipake,” kata suami.

Di rumah kami, jumlah tumbler malah lebih banyak dari pada jumlah gelas untuk minum. Kok bisa banyak? Alhamdulillah, sering dapat sovenir tumbler. Akupun punya tumbler khusus untuk jajan kopi dekat rumah.

Lanjutkan membaca “Tumbler, Penting Gak Sih?”

Review Sesuk – Tere Liye

Sesuk? Apakah ini bahasa jawa yang artinya besok? Mungkin saja. Saat melihat covernya di google playbook, jujur saja aku agak ngeri. Kenapa? Karena novel yang katanya bergenre horor ini menggambarkan orangtua dan anam kecil yang berdiri di atas tangga dengan mata berwarna merah.

Alhamdulillah di kindle, cover seperti itu gk muncul 😮‍💨. Males kan ya kalau buma perpustakaan, terus covernya terlihat seperti itu.

Sesuk. Misterius dan mendebarkan.
Lanjutkan membaca “Review Sesuk – Tere Liye”

Mommy Brain

Pernah dengar istilah mommy brain? Itu lho kondisi di mana seorang ibu akan mudah lupa. menurut mbak gugel, Para ahli menduga bahwa mommy brain berkaitan dengan adanya hormon oksitosin setelah melahirkan. Hormon ini dapat memengaruhi bagian otak yang berperan dalam pembentukan memori, sehingga wanita dapat melupakan memori tertentu yang dianggap otak tidak penting.

Hmmm, aku selama ini tidak terlalu memerhatikan. Karena aku hampir selalu menuliskan jadwal harianku di sebuah jurnal. Jadi kalau ada yang lupa, ya berarti aku gk mengecek jurnal atau kalender di Hp.

Lanjutkan membaca “Mommy Brain”

Review Rasa – Tere Liye

Apakah memaafkan itu mudah diberikan? Apakah melupakan itu ringan dilakukan? Sayangnya, itu sering kali lebih enteng diucapkan, tapi di hati terdalam tetap begitulah. Bagaimana caranya kita memeluk erat semua rasa marah, benci, sakit hati, ketika itu bahkan baru mulai dibicarakan saja sudah menyakitkan? Bagaimana berdamai dengan situasi tersebut?

Itulah yang tertulis di bagian cover buku. Eits, seperti biasa disclaimer dulu nih. Tulisan ini lagi-lagi mengandung bocoran. Kadang suka lupa kalau kebanyakan bocornya, he-he.

Tampilan cover depan jika menggunakan ereader
Lanjutkan membaca “Review Rasa – Tere Liye”

Gelas Custom, Ternyata Bikin Semangat Berbeda

“Ah, cuma gelas custom gini, apa sih istimewanya?”

Jujur saja, itu adalah suara hatiku bertahun-tahun silam. Aku gak merasa istimewa dengan gelas bergambar tertentu. Apalagi kalau gelas tersebut pemberian dan tidak punya keterikatan denganku. Ya udah, sesuai fungsinya saja. Gelas untuk minum.

Aku sebenarnya merasa aneh kalau ada yang memajang gelas-gelas custom. Atau gelas sovenir pernikahan. Kayak ibuku yang malah memajang gelas serta mangkok sovenir pernikahan sepupuku.Ha-ha.

Namun, beberapa bulan lalu, Cinta mendapat kenang-kenangan dari sekolahnya custom mug yang beruliskan nama-nama teman di sekolahnya. Gelas itu adalah favoritnya. Setiap menggunakan gelas itu Cinta akan mellow dan bersemangat dalam waktu yang bersamaan. Bingung ya.

Nah, seminggu lalu mbak Nurul, teman menggendong yang sekarang menjadi freelancer ilustrasi membuat desain gelas custom. Karena aku sudah punya gambar yang ku suka, aku hanya memasan cetak dan gelasnya. Dalam beberapa hari gelasnya datang. Ternyata seperti perasaan Cinta. Ada kepuasan yang berbeda saat menggunakan gelas ini.

Bergaya Sesuai Isi Dompet

“Bergayalah sesuai isi dompetmu.” kata ibuku suatu hari. Ibu bukan sedang marah padaku. Tapi hanya mengingatkan. Bahwa banyak hal bisa terjadi seketika. Kita tidak boleh merasa di atas angin. Masalahnya aku berat, angin semilir tak mungkin mampu mengangkatku 😌.

Tapi ada yang menggelitikku. Tampaknya petuah bergaya sesuai isi dompet tidak lagi cocok dengan keadaan saat ini. Di mana orang-orang yang menyukai cashless bermunculan. Dompet bisa jadi kosong, tapi isi rekeningnya gendut. 🤪🤣

Lanjutkan membaca “Bergaya Sesuai Isi Dompet”

Aku Baik-Baik Saja!

Sebagai ibu-ibu, tentu aku paham bagaimana mentalnya yang sering terjun payung. Mendengar kata-kata orang, mengurus anak-anak serta suami dan rumah.

Aku baik-baik saja kok.

Aku kenapa begini.

Aku cuma lagi capek!

Atau ada suara hati lain yang bersuara? Banyak! Ya gak? 😁

Tidak semua istri, punya kesempatan untuk dirinya sendiri. Ya karena memang tidak semua istri, diberi support system yang kuat.

Lanjutkan membaca “Aku Baik-Baik Saja!”