Hari Pertama Sekolah

Bagaimana hari pertama masuk sekolahnya buk ibuk? Aman? Atau buk ibuk pusing tujuh keliling? Ha-ha. 

Sejak beberapa hari sebelumnya, aku sudah mencoba mempersiapkan diri. Karena di tahun ini ada dua anak yang bersekolah. Yang aku khawatirkan tentu saja moodku yang suka kayak air. Mengalir mengikuti hari. Mulai dari hari Kamis, aku kembali berolahraga di jam biasanya. Sebelum sholat subuh. Supaya apa, supaya di hari-hari pertama masuk sekolah aku tidak lagi terkejut atau bad mood karena batal olahraga. 

Lanjutkan membaca “Hari Pertama Sekolah”

Pasar Beringharjo, Pusat Batik Cocok untuk Oleh-Oleh

Kota Jogja, tampaknya selalu berkesan di hati banyak orang. Wisatawan asing ataupun lokal. Ramai tapi tidak sumpek. Ramai tapi semua terasa tidak terburu-buru. 

Ada banyak tempat wisata yang bisa dijadikan pilihan saat liburan ke kota Jogja. Wisata sejarah dan edukasi terbentang di seluruh sudut Jogja. Kayaknya semua tempat punya cerita yang indah. 

Nah, kawasan Malioboro biasanya jadi salah satu pilihan wisata. Meski tidak berbelanja, di Malioboro kita bisa menikmati sekeliling. Ada banyak kesibukan yang dilakukan orang-orang di sana. 

Lanjutkan membaca “Pasar Beringharjo, Pusat Batik Cocok untuk Oleh-Oleh”

Read Aloud, Membaca Nyaring Adalah Kegiatan yang Menyenangkan

Read aloud merupakan salah satu metode membacakan buku untuk anak. Metode ini diperkenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya The Read Aloud Handbook. Read Aloud sebaiknya dimulai sejak dini. Bahkan sejak usia kehamilan. Semakin dini buku dikenalkan, maka hasilnya akan semakin optimal dalam upaya menumbuhkan kecintaan anak pada buku. Ini menciptakan pengetahuan dasar bagi si anak untuk membangun kosakata. 

Gemar membaca adalah salah satu cita-cita yang ingin kuwariskan ke anak-anak. Aku khawatir hobi membaca itu berhenti di aku saja. 

Lanjutkan membaca “Read Aloud, Membaca Nyaring Adalah Kegiatan yang Menyenangkan”

Tumpuk Dulu atau Langsung Eksekusi ?

Tidak semua perempuan menyukai pekerjaan di dapur. Bener gak? Salah? Tentu saja tidak. Pada kenyataannya lebih banyak laki-laki yang menjadi koki dari pada perempuan. Artinya memasak tidak identik dengan perempuan. 

Seharusnya kita sudah paham kalau memasak adalah life skill yang harus dimiliki setiap orang. Mungkin untuk orang tua dulu, memasak atau di dapur harus dilakukan seorang perempuan. Pokoknya semua urusan rumah harus perempuan. 

Lanjutkan membaca “Tumpuk Dulu atau Langsung Eksekusi ?”

Pantai atau Gunung? Di Balikpapan Ada Keduanya

Kamu pilih yang mana, pantai atau gunung? Hmmm. Pertanyaannya tidak sulit sebenarnya, tapi agak bingung mau jawabnya. Ha-ha. 

Untuk diketahui, Balikpapan yang terkenal dengan sebutan kota Minyak ini berada di pinggir pantai. Maka, tentu saja kami warganya dengan mudah menemukan pantai. Kami tidak perlu pergi terlalu jauh, untuk menikmati pantai di Balikpapan. Yang namanya kawasan di tepi pantai, pasti panas ya. Ditambah lagi nih, Balikpapan juga agak dekat dengan garis khatulistiwa. Jadi soal suhu, wuih kombo deh. Dan entah mengapa, rasa panas yang dihasilkan itu terasa lengket di kulit. Kalau kata orang-orang zaman dulu, ini karena ada kilang minyak. Makanya suhunya bakal jadi triple. 🥵🥵🥵🥵

Lanjutkan membaca “Pantai atau Gunung? Di Balikpapan Ada Keduanya”

Sahabat

Seperti yang banyak kita ketahui, sahabat biasanya lebih dekat dari seorang teman. Dan biasanya sahabat jauh mengenal karakter kita dibandingkan teman. Lalu apakah semua orang memiliki sahabat? Mungkin iya, tapi mungkin saja tidak. 

Jika jalan-jalan kembali ke memori masa kecil, tampaknya aku memiliki beberapa sahabat perempuan dan laki-laki. Sayangnya yang perempuan, sering kali membicarakanku di balik wajah manisnya. Aku marah? Tidak. Tampaknya riska kecil sadar, tidak ada gunanya marah pada orang-orang yang manis di depan. Lucunya aku selalu mengatakan ke orang-orang, bahwa mereka sahabatku. Tapi hanya di mulut saja. Tidak dari hati. Saat remaja, juga tidak jauh berbeda. Hanya saja, aku tidak perlu memberikan pernyataan siapa saja sahabatku. 

Lanjutkan membaca “Sahabat”

Perempuan Punya Sifat Maskulin, Emang Boleh?

Perempuan akan jadi maskulin saat tidak ada sosok laki-laki yang jadi andalan. Kalimat itu pernah mampir di beranda media sosialku. Menurut laman wikipedia, maskulin tidaklah sama dengan jenis kelamin. Baik laki-laki dan perempuan dapat memiliki sifat maskulin. Contohnya keberanian, kemandirian dan ketegasan. 

Lalu apakah salah saat perempuan memiliki sifat maskulin? Menurutku tidak. Karena seperti yang dijelaskan di atas, maskulin tidak sama dengan jenis kelamin. 

Lanjutkan membaca “Perempuan Punya Sifat Maskulin, Emang Boleh?”

Legging Mahal atau Legging Affordable

Pernah gak sih bertanya-tanya, kenapa orang-orang yang berolahraga kebanyakan menggunakan legging. Terutama yang berlari atau ngegym. Bertahun-tahun lalu, saat ikut yoga di studio, legging yang kugunakan bukan khusus olahraga. Legging yang kugunakan adalah legging untuk dalaman rok atau gamis. Bahannya ada yang kaos ada juga yang spandex.  

Waktu awal mulai berolahraga, aku menggunakan celana dan kaos rumah saja. Bergerak dulu baru alat menyusul, pikirku. Setelah mulai konsisten, aku pelan-pelan menambahkan penunjangnya. Seperti alat dan pakaian olahraga. 

Lanjutkan membaca “Legging Mahal atau Legging Affordable”

Berkemah

Apakah Anda pernah berkemah?

Berkemah adalah sebuah kegiatan yang terlihat seru dan menyenangkan. Setidaknya itulah gambaran yang ada di otakku. Aku melihat pengalaman berkemah saat masih sangat kecil. Mungkin usiaku saat itu masih 5-6 tahun. Kedua kakakku adalah anggota pramuka yang sangat aktif. Keduanya memiliki selempang dengan pangkat pramuka yang sangat banyak. 

Dulu kami memiliki sebuah tenda yang lumayan besar. Tenda itu cukup berjasa karena dipakai bergantian kakak pertama dan kedua. Sayangnya di suatu malam perkemahan, tenda itu terbakar. Bapak tidak membelikan tenda baru untuk keduanya. Entah. Mungkin karena buka. Kebutuhan mendesak. Toh anak-anak pramuka, yang aku tahu, selalu punya cara untuk berkemah. Mereka sudah terlatih untuk mengandalkan alam dan ketersedian yang ada. 

Lanjutkan membaca “Berkemah”

Ampau Lebaran

Lebaran tampaknya memang identik dengan ampau THR. Sejak aku kecil, sudah jadi kebiasaan mbah, ibu, paman, tante, bude, pakde dan keluarga lain berbagi ampau. Tentu saja, mbah, ibu dan bapakku sudah mewanti-wanti. Dilarang meminta. Kalau ada yang memberi, alhamdulillah. Ucapkan terima kasih. Tapi kalau tidak dikasih atau terlewat, tidak boleh meminta. 

Hal itu juga yang selalu aku ingatkan ke Cinta, Rangga dan ketiga keponakanku. Semenjak menikah, akupun ikut melanjutkan kebiasaan itu. Meski tidak besar nominalnya, tapi buat seru-seruan dengan anak-anak. 

Lanjutkan membaca “Ampau Lebaran”