Misi 2 Petualangan Banana Boat

Misi Petualangan 2 di Transcity telah hadir. Sebelum menikmati deburan ombak di banana boat, kami para wisatawan masing-masing hotel diberikan bekal saat berkumpul di balai kota.

Alhamdulillah, saya bisa hadir tepat waktu dan mengikuti diskusi sampai selesai. Obrolan para manager hotel kemarin, cukup mengena di hati saya.

Lanjutkan membaca “Misi 2 Petualangan Banana Boat”

Menyusuri Pantai dengan Perahu Kano

Tak terasa, sudah lebih dari setahun saya istirahat dari perkuliahan di Ibu Profesional. Masa-masa akhir perkuliahan Bunda Sayang, saya lalui sesaat setelah bersalin Rangga. Ahh, rindu sekali rasanya. Apalagi teman-teman HIMA seregional sudah banyak yang melanjutkan jenjang perkuliahan.

Lanjutkan membaca “Menyusuri Pantai dengan Perahu Kano”

Apa Pentingnya Banyak Menghabiskan Waktu dengan Anak?

Banyak informasi parenting yang sering menyarankan untuk memperbanyak waktu dengan anak-anak. Bukan hanya banyak. Tapi juga berkualitas.

Memperbanyak kenangan indah bersama anak-anak saat mereka masih kecil, mungkin tampaknya tidak penting bagi sebagian orangtua. Tapi, saya ternyata mendapatkan sisi positifnya.

Lanjutkan membaca “Apa Pentingnya Banyak Menghabiskan Waktu dengan Anak?”

Alih Fungsi Ruang Tamu

Rumah orang-orang Indonesia, kebanyakan memiliki ruang tamu di bagian depan. Fungsinya temtu saja untuk menerima tamu. Baik yang beneran tamu atau keluarga. Begitu pula dengan rumah saya.

Meski, diperjalanannya kedatangan keluarga tidak lagi kami terima di ruang tamu. Pasti langsung menuju ruang tv (yang sekaligus ruang keluarga). Saya yang orangnya pemalu (🤪), tentu sering “komplen” soal ruang tamu. Kenapa? Karena memang tidak pernah ada tamu yang berkunjung 😂. Teman-teman saya bisa dihitung jari. Kalaupun kami berkumpul, pasti akan memilih tempat yang cukup luas (rumah dan parkirannya) serta anak-anak mudah bermain. Begitu pula dengan teman-teman ibu saya. Tidak ada kunjung mengunjungi. Ditambah lagi, pandemi ini membuat kami memang tidak mungkin kedatangan tamu. Dalam setahun, kedatangan tamu bisa dihitung dengan jari deh.

Lanjutkan membaca “Alih Fungsi Ruang Tamu”

Belajar Speaking of Public Speaking di HIMA IP Balikpapan Raya

Cukup lama saya “istirahat” mengikuti seminar, webinar atau sejenisnya. Alasan utamanya karena saya khawatir menghadapi “tsunami” informasi. Alasan lain karena saya harus iklas belajar bersama anak-anak.

Ya, saya belum mampu belajar sendirian tanpa gangguan.

Lanjutkan membaca “Belajar Speaking of Public Speaking di HIMA IP Balikpapan Raya”

Jatuh Cinta Lagi dengan Olahraga

Ketika jatuh cinta, kita akan rela melakukan banyak hal. Begitu juga ketika kita mencintai diri kita, maka kita akan mencintai apa-apa saja yang kita lakukan. Apalagi jika semua itu untuk kebaikan tubuh dan mental kita

Tujuh bulan ini, saya kembali jatuh cinta pada olahraga. Bukan hal yang aneb bagi sebagian orang. Tapi untuk diri saya, itu adalah pencapaian yang luar biasa. Sejak kecil, saya tidak dibiasakan berolahraga. Berkeringat adalah sesuatu yang sangat menganggu. Bahkan, bisa menurunkan kepercayaan diri.

Olahraga, saat saya remaja adalah kewajiban sekolah. Saya pernah mencoba menyukai olahraga voly -karena kakak dan ibu saya suka olahraga tersebut- namun, karena ikut-ikutan, voly tidak lama saya lakukan. Ditambah lagi, saat berolahraga voly saya kerap sambil berandai-andai. Seperti serial komik yang sering saya baca.

Saya, mulai menyukai olahraga saat dua tahun bekerja. Di mana berat badan melonjak tajam. Seama 1,5 tahunsaya rutin yoga, pilates dan sepeda. Targetnya saat itu memang bukab menurunkan berat badan. Tapi menyehatkab mental saya. Bahagia di luar, tapi tidak di dalam, hueheheh.

Berhenti bekerja dan saya “dipaksa” di rumah saja membuat saya ogah berolahraga. Padahal, saat itu saya sudah diberikan hadiah sepeda statis oleh (calon) suami. Hingga sampai menikah, punya anak 2 olahraga tidak lagi saya sukai. Yoga dan jalan kaki saat hamil lagi-lagi sebuab kewajiban. Bukan sebagai penghargaan kepada tubuh dan jiwa.

5 bulan lalu, saat memulai progam menurunkan berat badan saya mencoba pendekatan lagi dengan olahraga. Cardio, sepeda statis dan jalan kaki (semua saya lakukan di dalam rumah) saya lakukan.

Saat IMT sudah terpenuhi, sayatetap rutin jalan kaki 10000 langkah dan mencoba berlari. Ternyata, kebiasaan olahraga sudah mulai terbentuk. Tidak hanya aktif bergerak, hati saya mulai lebih positif.

Sebelumnya tidak hanya berat badan yang menganggu, tapi saya jadi gampang nyinyir meski dalam hati 🤭.

Untuk saya yang agak introvert ini, olahraga sendiri sangat pas. Tapi untuk membakar semangat, memang butuh partner. Beruntung, Cicah keponakan saya yang berusia 8 tahun sangat tertarik melihat saya olahraga di rumah. Jadi setiap kunjungannya ke rumah, dialah hang menemani saya berolahraga.

Dan di bulan ke lima saya berolahraga ini, saya mulai jatuh cinta pada lari. Tetap sih, larinya dalam rumah. Ha-ha.

Siapa yang Anda Utamakan?

Jika kamu seorang polisi lalu lintas, kemudian lampu lalu lintas di perempatan mati. Kamu bertugas untuk mengatus lalu lintas di jalan tersebut. Tiba-tiba, dari arah yang berbeda-beda, ada mobil ambulan, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pembawa jenazah. Ketiganya pun sedang bertugas. Manakah yang akan kamu beri jalan duluan. Ambulan yang membawa orang sakit dan sekarat, mobil pemadam kebakaran yang harus memadamkan kebakaran di sebuah perkampungan, atau mobil jenazah yang menuju pemakaman??

Pertanyaan itu, saya dapatkan saat membaca majalah bobo saat saya SD. Anak seusia saya diajak untuk berpikir dan berempati.

Lanjutkan membaca “Siapa yang Anda Utamakan?”

Jelajah Kota Balikpapan : Pemancingan Azzahra KM 10

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis tentang pemancingan yang ada di Balikpapan. Selain karena PSBB, saya dan keluarga belum mendapatkan referensi pemancingan lain.

Pekan lalu, suami melihat tayangan youtube pemancingan di Balikpapan. Pemancingan Azzahra namanya. Lokasinya berada di KM 10. Untuk menuju ke lokasi pemancingan ini, kita bisa melalui Pondok Pesantren Al Mijahiddin KM 10. Atau kita bisa melalui KM 12, menuju waduk manggar.

Pintu masuk Pemancingan Azzahra KM 10
Lanjutkan membaca “Jelajah Kota Balikpapan : Pemancingan Azzahra KM 10”

Ketika Bosan Melanda

Pagi ini langit sangat cerah. Burung-burung bernyanyi riang sembari menari bersama angin. Namun, Zahra terlihat murung. Sejak tadi ia duduk melamun di depan jendela.

“Zahra,” panggil ibu dari lantai bawah. Zahra belum menyadari panggilan ibunya. Karena tak kunjung menjawab, ibunya pun naik ke kamarnya.

“Zahra sayang, sedang apa,” tanya ibu. “Eh ibu. Zahra bosan bu,” jawabnya. Anjuran untuk di rumah saja, sampai sekarang masih diikuti keluarganya.

“Hari ini, Zahra ingin melakukan apa?,” tanya ibu sembari mengelus kepala Zahra. “Kemarin, Zahra lihat di tv, ada chef buat cinamon roll cake bu. Zahra pengin,”

“Oke. Yuk, kita buat,” ajak ibu.

Bersama adiknya Zahrapun mulai membuat kue. Untung, bahan-bahannya sudah lengkap. Jadi mereka tidak perlu berbelanja lagi. Saat kuenya matang, Zahra dan adiknya tak sabar untuk segera menikmati.

“Wahh, enak sekali bu. Rasanya seperti yang di toko-toko,” ungkap Zahra.

Membuat kue memang menyenangkan. Bosan yang melanda, bisa segera hilang.

Belajar dengan Hati

“Pilih jurusan yang sesuai dengan kemauanmu, jadi gk ada beban saat belajar. Dan kamu lebih bertanggung jawab sama pilihan belajarmu.”

Kalimat itu, sering saya dengar menjelang lulus SMA. Namun apa daya, jurusan yang saya mau belum ada di Balikpapan. Sayapun mencoba berlapang dada, mengambil jurusan yang sedikit saya suka. Yang penting kuliah deh. Batin saya kala itu.

Ibu menyarankan saya mengambil jurusan ekonomi. Tapi saya menolak, karena saat kelas 1 SMA nilai ekonomi saya pas-pasan. Mungkin, guru ekonomi dulu memberikan nilai lantaran kasian pada saya. Ha-ha.

——

“Bocoran nih, nanti ambil yang berhubungan dengan anak-anak saja,” saran mbak Midah.

Ya, saat ini hidup saya sedang bersemangat saat berhubungan dengan anak-anak. Saya merasa tidak mengabaikan mereka saat belajar.

Tapi, karena merasa “haus” belajar, sayapun mengikuti sebuah kuliah online. Kali ini berhubungan dengan keuangan keluarga. Sebenarnya materinya bagus, hanya saja saya yang merasa “jatuh” duluan. Jadi tidak bersemangat dan menunda-nunda belajar dan mengerjakan tugasnya. Sayang sekali ya 😣

Dan dari kemalasan itulah, maka saya masuk kategori tidak lulus pada belajar kali ini. 🥺

Sebenarnya saya sudah memprediksinya. Begitu tau hasilnya, nyesek juga sih 🤣🤣🤣🤣. Tapi, sayapun menyadari kembali bahwa belajar itu harus dengan hati. Kalau sesuai yang diminati, hasil tidak memuaskan.