Amazing Parenting – Rani Razak Noe’man

Menjadi Orangtua Asyik, Membentuk Anak Hebat 

“Manakala berbicara dengan anak-anak, yang paling penting bukanlah apa yang kita katakan. Tetapi bagaimana kita mengatakannya. Berhati-hatilah dalam mengeluarkan nada suara dan gerak tubuh saat berbicara dengan mereka” Lanjutkan membaca “Amazing Parenting – Rani Razak Noe’man”

Bukan Siapa-Siapa – Ajahn Brahm 

Seni Memadamkan Keakuan 

Kita semua ingin hidup berjalan lancar, akan tetapi segala sesuatu jarang berjalan sesuai yang diharapkan”
Lanjutkan membaca “Bukan Siapa-Siapa – Ajahn Brahm “

BreastFriends – Adenita

BREASTFRIENDS : Salah satu buku rekomendasi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang menceritakan tantangan menyusui 22 orang pendirinya.
BREASTFRIENDS : Salah satu buku rekomendasi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang menceritakan tantangan menyusui 22 orang pendirinya.
Lanjutkan membaca “BreastFriends – Adenita”

Kenali Anakmu – Angga Setyawan

KENALI ANAKMU

Menjadi orangtua memang bukan sesuatu yang mudah. Perjalanan menjadi orangtua memang tidak selalu mulus. Ada banyak kesulitan yang mesti dihadapi. Tidak hanya berbeda pada tiap orangtua, tantangannya pun muncul pada tiap anak. Kakak dan adik, bisa saja berbeda. Tentu, karena setiap anak itu unik.

Lewat buku Kenali Anakmu, Angga Setyawan kembali mengajak orangtua untuk tidak lelah belajar dan menggali ilmu. Buku ini merupakan seri ke dua dari Buku Anak Juga Manusia.

Adakah orangtua yang sempurna? Saya yakin, banyak yang menjawab tidak. Bagaimana mungkin, kita yang manusia biasa menjadi sempurna. Tanpa cela ataupun kesalahan. Judul tersebut yang menjadi pembuka pada buku ini. Sempurna menurut Angga-penulis-, adalah orangtua yang sanggup (mau dan mampu) untuk menyadari dan mengevaluasi diri sendiri saat melakukan kesalahan. Yang harus dilakukan adalah buanglah gengsi, bekali diri dengan sebanyak-banyaknya ilmu, dan jangan pelit jadi orangtua. Kesempatan kita para orangtua dalam mendidik anak hingga dewasa (sanggup belajar, berpikir dan peduli) hanya sampai anak berusia 14 tahun. Selepas itu, anak tetap bisa dididik. Hanya saja semakin sulit. Jika terlewat, anak memang akan besar, namun perilakunya masih seperti anak-anak.

Angga kembali menegaskan pada buku ini, kalau anak-anak tidak butuh orangtua yang sempurna. Melainkan butuh teman yang bersedia tumbuh dan belajar bersama mereka. Bekal utama mendidik anak, adalah mendidik diri sendiri. Orangtua, adalah sosok yang tepat untuk mengajarkan anak tentang sikap hormat, santun dan sopan.

Seperti sebelumnya, buku ini ditulis dengan pemahaman yang mudah dimengerti. Masing-masing bab diberikan contoh yang berbeda-beda. contoh yang berbeda-beda. contoh yang berbeda-beda. Ada 26 tema cerita yang berbeda-beda, yang isinya mengajak kita para orangtua agar mau mengevaluasi diri kita.

Judul Buku     : Kenali Anakmu

Penulis           : Angga Setyawan

Penerbit         : Noura Books

Terbit              : Januari 2015

Kategori         : Pendidikan Anak

Anak Juga Manusia – Angga Setyawan

ANAK JUGA MANUSIAJika kebanyakan buku parenting yang saya baca melihat dari sisi orangtua. Sedang, buku yang dicetak pertama kali tahun 2013 ini banyak melihat dari sudut pandang anak-anaknya. Kita, orangtua -pembaca-, diajak untuk berada dalam perasaan anak-anak. Ya, anak-anak yang kerap dianggap berbuat ulah, nakal, bodoh dan sebagainya. Lanjutkan membaca “Anak Juga Manusia – Angga Setyawan”

Kumpulan Cerita : Sahabat Bumi – Watiek Ideo & DK Wardhani

SAHABAT BUMI 2

Mengenalkan anak-anak untuk mencintai buku tentu bukan hal yang mudah. Perlu contoh dari orangtua dan lingkungan sekitarnya. Saya sendiri, bisa mencintai buku karena Bapak termasuk kutu buku.  Lanjutkan membaca “Kumpulan Cerita : Sahabat Bumi – Watiek Ideo & DK Wardhani”

Catatan Parenting 2 : Bahagia Mendidik, Mendidik Bahagia – Ida S. Widayanti

Catatan Parenting 2 : Bahagia Mendidik, Mendidik Bahagia
Catatan Parenting 2 : Bahagia Mendidik, Mendidik Bahagia
Buku selanjutnya yang saya rekomendasikan (siapa gue >_<) untuk orangtua, calon orangtua, kakek, nenek, om , tante dan juga para remaja serta pencinta buku. Lanjutkan membaca “Catatan Parenting 2 : Bahagia Mendidik, Mendidik Bahagia – Ida S. Widayanti”

Catatan Parenting 1 : Belajar Bahagia, Bahagia Belajar – Ida S. Widayanti

Catatan Parenting 1 : Belajar Bahagia, Bahagia Belajar
Catatan Parenting 1 : Belajar Bahagia, Bahagia Belajar
Ngomongin soal parenting gak akan ada habisnya. Selalu ada saja ilmu baru yang bikin mata terbelalak. Bagaimana tidak, jika saya melewatkan hal-hal itu, pengaruhnya akan sangat besar pada pola asuh anak saya nanti. Ya, saat ini saya banyak belajar teorinya. Lanjutkan membaca “Catatan Parenting 1 : Belajar Bahagia, Bahagia Belajar – Ida S. Widayanti”

Belajar dari Catatan Ayah ASI

IMG_1222-0.JPG

Kejutaaaaaaaann ……………………. *halah*

Ceritanya sih, buku Catatan Ayah ASI saya beli untuk kasih kejutan si biebie. Tapi apa daya, karena saya sendiri belum baca bukunya, tak sangguplah diri ini menahan diri untuk tidak membuka plastiknya. *edisi lebay* . Yups, karena saya sendiri penasaran sama isinya mendingan saya buka saja. Lagi pula, kalau menunggu biebie baca duluan, belum tentu bukunya cepat tamat.

Di kisah pertama, ada cerita dari Dipa Andika Nurprasetyo. Cerita si Dipa mirip banget sama saya. Dipa mulai mendalami pentingnya ASI sejak sebelum menikah. Karena tuntutan pekerjaan, ia malah “tenggelam” dengan informASI seputar menyusui. Dia pula yang meracuni pacarnya (istrinya saat ini) soal pentingnya ASI. Mirip banget dengan saya. Tapi tetap ada bedanya (gak mau kalah, ha-ha). Saya peduli soal dunia ASI, parenting dan keluarga karena tuntutan pekerjaan (saat itu). Meskipun berawal dari pekerjaan, ternyata saya memang mau belajar. Buktinya, ketika liputan soal tema-tema tersebut saya akan sangat bersemangat. Dan setiap datang ke seminar-seminar atau orang-orang ahli, saya selalu berdalih demi liputan. Padahal saya pribadi sangat ingin tahu. Kenapa? Jawabannya simpel, saya ingin anak saya bahagia dan merasakan bahwa rumah adalah rumah, tempat ia berbagi suka dan duka. Tempat yang ia cari saat ada masalah atau sebaliknya. Saya ingin anak nanti akan merasakan rumah adalag tempat ternyaman dan teraman yang ia miliki. Selain itu, saya juga tidak mau panik. Saya yakin,  panik dan khawatir pasti ada, tapi setidaknya bisa saya minimalisir **congkak**

Saya bersyukur, ayang juga suka membaca. Jadi tak sulit “meracuni” otaknya dengan berbagai macam usulan-usulan. Bahkan ketika tadi saya mengatakan ingin membeli buku untuk mencicil perpustakaan mini rumah kami, ia mengatakan buku–buku yang ia miliki seputar dunia politik, pemerintahan bahkan soal demo. Ha-ha. **nangis dipojokan**

Tapi gk masalah, selama dia mendukung dan mau ikut membantu, saya senang. Bahkan saya sangat bahagia karena ia rela berdiskusi dengan segala kebawelan saya.