Game Level 3 Hari 7 : My Family My Team, Membantu di Dapur

Pagi ini, kami kedatangan Kakak Bila. Sejak beberapa hari lalu, Bila yang “dititipi” sekolah di Sevila, menginginkan sekolah di rumah Nenek.

Sekolah? Sekolah ala saya mah bebas. Pelajarannya kehidupan nyata sehari-hari. Haha.

Lanjutkan membaca “Game Level 3 Hari 7 : My Family My Team, Membantu di Dapur”

Game Level 3, Hari 6 : My Family My Team

Bisa jalan-jalan menikmati pemandangan alam atau lingkungan baru sungguh menyenangkan. Apalagi, untuk saya yang saat masih bekerja dulu sering melalanglang buana. Saat stres, jalan-jalan yang jadi obatnya. Maka tak heran, jika saya dulu sering mengemudikan mobil jauh tanpa tujuan, ha-ha.

Saat sudah menikah, tentu hal tersebut tidak bisa dilakukan seorang diri. Tapi yang memyenangkan saya punya partner yang bisa saya bawa.

Namun, saya sering lupa kalau jalan-jalan melepas penat bukan tak harus jauh. Lingkungan sekitar juga bisa dijadikan alternatif. Bonusnya, saya jadi mengenal lebih banyak tetangga sekitar rumah.

Lanjutkan membaca “Game Level 3, Hari 6 : My Family My Team”

Game Level 3 Hari 5 : My Family My Team, Bermain Sepeda

Pola tidur yang berantakan, memengaruhi banyak hal. Apalagi, Cinta termasuk yang gampang terbangun saat mendengar suara. Fiuhh. Rasanya……….

Berbagai cara saya lakukan agar pola tidur kembali lancar. Tapi tidak mudah. Apalagi saat bulan Ramadan. Jam tidur sayapun makin berantakan 😂. Ade, makasih ya sudah pengertian sama mama dan kakak sejak dalam rahim 😘.

Lanjutkan membaca “Game Level 3 Hari 5 : My Family My Team, Bermain Sepeda”

Game Level 3 Hari 4 : My Family My Team, Mengenal Ciptaan Allah

Minggu yang cerah. Jika biasanya akhir pekan kami agendakan bermain di luar, karena hari ini ada arisan keluarga, maka kami tiadakan dulu.

Sebulan sekali, arisan memang menjadi agenda bulanan. Cinta dan sepupu-sepupunya pun makin mengenal dekat.

Lanjutkan membaca “Game Level 3 Hari 4 : My Family My Team, Mengenal Ciptaan Allah”

Game Level 3 Hari 3 : My Family My Team, Bermain Pasir dan Cat Warna

Masih dalam rangka menemani pakan dan keluarganya jalan-jalan, hari ini kamipun mampir ke salahsatu pusat perbelanjaan yang tidak terlalu jauh dari rumah.

Karena cukup sering ke pusat perbelanjaan ini – yang bagian bawahnya adalah pasar – Cinta cukup hapal bahwa ada arena bermain pasir yang bisa ia kunjungi. Setelah asyik menemani berkeliling, saat waktu salat Jumat, Cinta mengajak saya bernegoisasi. Yups, ia ingin berkain pasir sembari menunggu mbahnya selesai salat.

Lanjutkan membaca “Game Level 3 Hari 3 : My Family My Team, Bermain Pasir dan Cat Warna”

Munculnya Kemandirian Lain, Aliran Rasa Melatih Kemandirian

Anak usia 2 tahun empat bulan bisa apa sih? Boleh jadi, pertanyaan itu pernah terlintas di kepala saya. Batita, saya rasa masih wajar jika dilayani bak raja. Tapi ternyata, saya tak sepenuhnya benar.

Usia Cinta memang masih terbilang kecil. Mengharapkannya mandiri layaknya anak usia sekolah, tentu belum tepat. Melatih kemandiriannya sejak dini, memberikan saya banyak kesempatan mengenal Cinta lebih jauh.

Lanjutkan membaca “Munculnya Kemandirian Lain, Aliran Rasa Melatih Kemandirian”

Game Level 2 Hari 17 : Melatih Kemandirian, Sariwan yang Belum Juga Pergi

Perjalanan si sariawan ternyata belum ingin cepat pergi. Maka, beberapa hari ini proses makan dan kegiatan lainnya, sering ada iklannya.

“Perih ma, perih,” kata Cinta

Lanjutkan membaca “Game Level 2 Hari 17 : Melatih Kemandirian, Sariwan yang Belum Juga Pergi”

Game Level 2 Hari 16 : Melatih Kemadirian, Tantangan Bertambah

Tantangan bertambah? Untuk Cinta? Bukan! Bukan! Tapi buat saya, hehehe.

Lanjutkan membaca “Game Level 2 Hari 16 : Melatih Kemadirian, Tantangan Bertambah”

Game Level 2 Hari 15 : Melatih Kemandirian, Tidak Terduga

Memasuki hari ke 4 berpuasa, ternyata Cinta kurang enak badan. Semenjk hari pertama puasa, ia memang tidak ada tidur siang. Bermain dari bangun jam 10 pagi (yang masuk kategori kesiangan) dan tidur di pukul 10 malam.

Karena itu, dua malam ini suhu tubuhnya agak hangat-hangat. Dan siang ini, entah mengapa ia mengeluhkan sakit pada gusinya. Makannya jadi agak ngalem-ngalem. Sebentar minta suapin, sebentar makan sendiri.

Lanjutkan membaca “Game Level 2 Hari 15 : Melatih Kemandirian, Tidak Terduga”

Game Level 2 Hari 14 : Melatih Kemandirian, Saat Memberi Kesempatan Suami, Tapi?

Dalam satu minggu, biasanya saat suami libur bekerja (yang gak bisa ditentukan waktunya), saya memberi kesemptan suami dan Cinta untuk lebih mempererat bonding. Kan setiap hari bertemu? Iya, tapi kesibukan suami yang tidak bisa diprediksi membuat beberapa moment terlewatkan.

Nah, saat libur seperti hari ini sejak bangun tidur sampai malam suami akan banyak mengambil tugas saya. Meski tetap saja ada kalimat mau sama mami aja!

Saat bangun, saya ingatkan suami untuk memberi kesempatan Cinta agar melatih kemandirianya.

Lanjutkan membaca “Game Level 2 Hari 14 : Melatih Kemandirian, Saat Memberi Kesempatan Suami, Tapi?”