Hujan (Unedited Version) – Tere Liye

“Ada orang-orang yang boleh jadi sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.” 

Mencintai tapi tidak bisa memiliki memang menyakitkan. Tapi bukannya tidak semua cinta bisa dimiliki. 

Hujan versi yang belum diedit ini menceritakan tentang seorang gadis 13 tahun bernama Lail. Ia adalah anak semata wayang. Meski ibu dan ayahnya bekerja, ia tidak kekurangan kasih sayang. Ayahnya yang bekerja di luar kota pun selalu rajin berkomunikasi dengan anak dan istrinya. Sehingga Lail tidak merasa kesepian. 

Lanjutkan membaca “Hujan (Unedited Version) – Tere Liye”

Bersepeda

Ada banyak sekali manfaat aktivitas fisik untuk anak. Selain untuk perkembangan tubuhnya, anak yang puas beraktivitas fisik tidurnya juga akan lebih nyenyak. 

Karena itu aku sangat suka jika anak-anak banyak bermain di luar rumah seperti kejar-kejaran, bermain sepeda atau atau bermain yang lain. Sayangnya kondisi rumahku yang menjadi lalu lalang kendaraan bermotor membuatku banyak melarang anak-anak bermain di luar rumah. Bertahun-tahun memiliki sepeda, Cinta belum bisa juga mengayuh sepeda tanpa bantuan roda tambahan. 

Lanjutkan membaca “Bersepeda”

Aliran Rasa Zona 2 : Fokus Pada Lawan Bicara

Wah, sudah hari terakhir nih. Oke ntar ngetiknya pas bayi tidur saja, jadi aku bisa lebih santai menuliskan jurnal hari ini. Pikirku kemarin. Ternyata saat bayi tidur siang, aku malah asik menyetrika pakaian yang sudah menunggu sejak hari Minggu. Yah, mau gimana panggilan jiwa menyetrika pakaian lebih menggoda.

Malamnya aku baru sadar kalau belum menuliskan jurnal sama sekali. Mau mencuri waktu sejenak untuk mengerjakan jurnal tidak mudah. Anak-anak sudah terbiasa habis magrib ngobrol dan membaca buku bersama-sama. Jika aku harus online malam hari, anak-anak sudah diberi tahu sejak siang. Jadi mereka dan aku sudah menyiapkan diri. 

Lanjutkan membaca “Aliran Rasa Zona 2 : Fokus Pada Lawan Bicara”

Pasar Beringharjo, Pusat Batik Cocok untuk Oleh-Oleh

Kota Jogja, tampaknya selalu berkesan di hati banyak orang. Wisatawan asing ataupun lokal. Ramai tapi tidak sumpek. Ramai tapi semua terasa tidak terburu-buru. 

Ada banyak tempat wisata yang bisa dijadikan pilihan saat liburan ke kota Jogja. Wisata sejarah dan edukasi terbentang di seluruh sudut Jogja. Kayaknya semua tempat punya cerita yang indah. 

Nah, kawasan Malioboro biasanya jadi salah satu pilihan wisata. Meski tidak berbelanja, di Malioboro kita bisa menikmati sekeliling. Ada banyak kesibukan yang dilakukan orang-orang di sana. 

Lanjutkan membaca “Pasar Beringharjo, Pusat Batik Cocok untuk Oleh-Oleh”

Pantai atau Gunung? Di Balikpapan Ada Keduanya

Kamu pilih yang mana, pantai atau gunung? Hmmm. Pertanyaannya tidak sulit sebenarnya, tapi agak bingung mau jawabnya. Ha-ha. 

Untuk diketahui, Balikpapan yang terkenal dengan sebutan kota Minyak ini berada di pinggir pantai. Maka, tentu saja kami warganya dengan mudah menemukan pantai. Kami tidak perlu pergi terlalu jauh, untuk menikmati pantai di Balikpapan. Yang namanya kawasan di tepi pantai, pasti panas ya. Ditambah lagi nih, Balikpapan juga agak dekat dengan garis khatulistiwa. Jadi soal suhu, wuih kombo deh. Dan entah mengapa, rasa panas yang dihasilkan itu terasa lengket di kulit. Kalau kata orang-orang zaman dulu, ini karena ada kilang minyak. Makanya suhunya bakal jadi triple. 🥵🥵🥵🥵

Lanjutkan membaca “Pantai atau Gunung? Di Balikpapan Ada Keduanya”

Membacakan Nyaring – Roosie Setiawan, Kembangankan Keterampilan Literasi

Siapa yang suka membaca buku bersama anak-anak? Aku! Siapa yang suka berusaha membacakan nyaring anak-anak, meski mereka sibuk dengan mainannya? Aku! Siapa yang tetap percaya diri membacakan nyaring, tapi belum pernah mencoba ikut workshop read aloud? Ya, aku! *sungkem*. Agak lain ya memang.  

Membaca buku adalah hobiku. Jujur saja aku dulu merasa tidak perlu mengikuti workshop atau training. Karena aku membaca buku untuk diriku sendiri. Memberikan kebahagian, memberikan penghargaan dan self reward. Yups, membeli dan membaca buku adalah salah satu self reward untuk diriku sendiri. Yang sudha bekerja keras. Ceileh.  Tapi semua berubah ketika banyak sekali aku melihat praktisi-praktisi pendidikan atau pencinta buku yang menunjukkan betapa menyenangkannya memaksimalkan membaca dengan teknik membacakan nyaring. 

Lanjutkan membaca “Membacakan Nyaring – Roosie Setiawan, Kembangankan Keterampilan Literasi”

Belanja Buku di Aplikasi Gramedia

Saat ini tidak ada lagi alasan susah berbelanja. Semua bisa kita dapatkan secara daring. Err, kecuali gak ada dananya sih! *salim* . Apapun kebutuhannya, coba deh cari di marketplace, aku hampir yakin pasti ada. Meski tidak semua orang nyaman, tapi banyak orang yang terbantu dengan belanja online. Aku salah satunya. 

Belanja daring yang paling aku suka adalah berbelanja bulu. Tapi perasaan bahagianya memang lebih besar ketika berbelanja buku langsung sih. Menyentuh dan mencium aroma kertas baru itu tidak ada yang mengalahkan. Belum lagi membaca sinopsis satu-satu buku yang ingin dibeli. 

Lanjutkan membaca “Belanja Buku di Aplikasi Gramedia”

Bibi Gill (Unedited Version) – Tere Liye, Ujian Kehidupan

Bibi Gill. Salah satu pengajar di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi. Penyamar dan petarung terbaik dari yang terbaik. Di buku ini, perjalanan Bibi Gill diceritakan. Sebaiknya buku ini dibaca setelah membaca buku yang berjudul Si Putih. Karena kalau membacanya setelah Matahari Mirror, ceritanya jadi mundur ke belakang.

Perjalanan Si Putih dan Nou terpisah oleh dinding pembatas, kembali dilanjutkan bersama Pak Tua dan Bibi Gill. Awalnya Bibi Gill tidak mau membawa Pak Tua dan Si Putih. Buat apa? Pasti merepotkan! Tapi Pak Tua memaksa. Si Putih tanpa Nou, tidak akan berarti apa-apa. Karena bondinglah si Putih bisa memiliki kekuatan. Pak Tua juga mengatakan ingin sekali membuat buku mengenai Bibi Gill. Jadi keikutsertaannya akan mempermudah pembuatan naskah Pak Tua. 

Lanjutkan membaca “Bibi Gill (Unedited Version) – Tere Liye, Ujian Kehidupan”

Potong Rambut

“Rambutnya di rebonding ya?” 

“Gak cuma pakai sampo” 

Persis tagline iklan sampo ya? Pertanyaan itu, kerap kali dilontarkan orang-orang padaku saat duduk di bangku SMA. Seperti rambut-rambut orang yang rajin ke salon. Bedanya aku ke salon tiga bulan sekali hanya untuk merapikan rambutku. 

Aku dan sahabatku Utya, punya langganan salon yang sama. Tapi kami punya perlakuan yang berbeda oleh pemiliknya. Bukan kasar. Hanya saja pemilik salon yang juga menjadi kapsternya sangat protective pada rambutku. 

Lanjutkan membaca “Potong Rambut”

Pilih Stroller atau Gendongan?

Menggendong atau stroller? Kedua alat ini punya penggemar masing-masing. Tahun 2013 saat masih bekerja, aku sudah sering membayangkan akan menggunakan stroller saat bekerja nantinya. Di tahun itu pula, keponakanku Cicah yang masih bayi mulai kami kenalkan dengan stroller. Tapi menggendong tetap jadi pilihan utama. Kenapa? Karena mode transportasi utama kami adalah motor. Nggak mungkin gotong-gotong stroller kan!

Di tahun 2015 aku mulai mengenal gendongan lebih dalam. Di tahun 2016, menggendong kembali digalakkan. Setelah banyak orang yang lebih memilih stroller untuk menemani keseharian ibu dan anak. 

Lanjutkan membaca “Pilih Stroller atau Gendongan?”